Monday , 14 June 2021
Home / Keuangan & Perbankan / Rangkul BP Tapera dan Perumnas, Bank BTN Inisiasi Penyaluran KPR Tapera – Property & Bank

Rangkul BP Tapera dan Perumnas, Bank BTN Inisiasi Penyaluran KPR Tapera – Property & Bank

INFO PERBANKAN – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan Perum Perumnas, berkomitmen untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memiliki rumah.
Kemudahan tersebut berupa fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Tapera yang dapat dinikmati, sesuai dengan harapan pemerintah yang ingin agar seluruh masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah sendiri. Kesepakatan tersebut dituangkan ke dalam Nota Kesepahaman tentang Proyek Inisiasi Penyaluran Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat, yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (20/5).
Usai penandatanganan kerjasama, Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan rumah telah menjadi kebutuhan pokok yang diperlukan masyarakat Indonesia terutama di tengah kondisi pandemi saat ini. Dengan langkah sinergi bersama Bank BTN dan Perumnas tersebut, lanjutnya, menjadi wujud komitmen BP Tapera untuk bergerak cepat memenuhi kebutuhan perumahan rakyat.
“Kolaborasi antara BP Tapera bersama Bank BTN dan Perumnas akan menjadi tonggak sejarah sekaligus batu lompatan untuk mencapai target pemenuhan kebutuhan rumah rakyat Indonesia. Melalui proyek Inisiasi ini, kami menargetkan akan ada 11.000 unit rumah yang dibiayai melalui KPR Tapera,” ujar Adi. Untuk tahap pertama, kata dia, proyek inisiasi akan ditujukan bagi peserta awal BP Tapera yakni para ASN.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo mengapresiasi inisiatif BP Tapera dalam menggandeng perusahaan milik negara yang fokus di sektor perumahan untuk mewujudkan mimpi besar memenuhi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia. Bank BTN, kata Haru, sigap berinovasi untuk menghadirkan produk KPR Tapera sehingga mempercepat pencapaian target besar tersebut.
“Kami berkomitmen terus membantu BP Tapera untuk mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia memiliki rumah yang layak huni. Selain penyaluran KPR Tapera, Bank BTN siap berinovasi untuk terus berkolaborasi dengan BP Tapera untuk mempercepat pemilikan rumah impian bagi masyarakat Indonesia,” tegas Haru.
Haru melanjutkan, KPR Tapera, menawarkan tiga skema pembiayaan sesuai kelompok penghasilan. Untuk kelompok Penghasilan I dengan penghasilan di bawah Rp4 juta akan mendapatkan suku bunga KPR sebesar 5% fixed rate dengan tenor sampai dengan 30 tahun. Pada kelompok penghasilan II dengan penghasilan berkisar Rp4 juta-Rp6 juta dikenakan bunga KPR 6% fixed rate dengan tenor sampai dengan 20 tahun. Kemudian, untuk kelompok penghasilan III dengan penghasilan Rp6 juta-Rp8 juta dapat mengakses KPR dengan bunga 7% fixed rate dengan tenor sampai dengan 20 tahun.

Untuk dapat mengakses KPR Tapera, jelas Haru, masyarakat diwajibkan untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk mendapatkan Pembiayaan Tapera seperti Peserta masuk kedalam golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ,belum memiliki rumah dan menjadi peserta Tapera aktif dan lancar membayar simpanan peserta selama 12 bulan. Harga rumah yang dapat dimiliki peserta aktif Tapera beragam mulai dari Rp112 juta hingga Rp292 juta.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan, Perumnas menyambut baik sinergi Proyek Inisisasi Penyaluran Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat dari BP Tapera. Melalui portofolio pembangunan dan penyediaan perumahan yang tersebar di seluruh kota Indonesia selama ini, sambung Budi, Perumnas selalu sigap mendukung segala bentuk sinergi agar kebutuhan akan perumahan dapat segera terserap oleh masyarakat.

Inisiasi ini, kata Budi, sejalan dengan misi Perumnas dalam penyediaan hunian untuk segmen menengah bawah. Hal ini terbukti bahwa target pembangunan rumah subsidi sepanjang tahun 2021 meningkat menjadi sekitar 30% dari total unit hunian terbangun.
“Ini menandakan Perumnas semakin serius menggarap segmen menengah bawah yang sebelumnya kami targetkan sekitar 20% untuk unit hunian subsidi ini. Dan hal ini, tidak hanya pada jenis rumah tapak, namun juga pada jenis rumah susun,” tutur Budi.
Kementerian PUPR Apresiasi Inisiasi
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, meskipun target penyaluran inisiasi perumahan Tapera untuk tahap pertama hanya sekitar 11.000 masyarakat berpenghasilan rendah, namun pihaknya optimis pada tahap penyaluran selanjutnya jumlahnya akan dapat ditingkatkan lagi. Hal itu dikarenakan kebutuhan rumah masyarakat di lapangan masih cukup besar.

Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kata Khalawi, menyambut baik adanya inisiasi perumahan inisiasi perumahan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) tersebut. “Kerjasama sangat bagus dan luar biasa karena ada kolaborasi antar pemangku kepentingan bidang perumahan. Jadi masyarakat akan sangat terbantu dengan Tapera ini.  Meskipun jumlahnya belum maskimal kami yakin pada tahap kedua dan tahap-tahap selanjutnya jumlahnya akan semakin meningkat,” harapnya.

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Rangkul BP Tapera dan Perumnas, Bank BTN Inisiasi Penyaluran KPR Tapera – Property & Bank

Check Also

RUPST PP Pro Setujui Perubahan Jajaran Pengurus - Property & Bank

RUPST PP Properti Setujui Perubahan Jajaran Direksi, I Gede Upeksa Negara Jadi Dirut – Property & Bank

Properti :  PT PP Properti Tbk (PPRO) menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *