Sunday , 25 July 2021
Home / Properti / Pengembalian Dana Ditolak, Sentul City : Tidak Ada Lagi Dasar PKPU ! – Property & Bank

Pengembalian Dana Ditolak, Sentul City : Tidak Ada Lagi Dasar PKPU ! – Property & Bank

PROPERTI – PT Sentul City Tbk kembali digugat penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh konsumennya, Alfian Tito Suryansyah. Alfian Tito sebelumnya menolak pengembalian dana dan memilih menyelesaikan di pengadilan melalui PKPU.
Seperti diketahui, Selasa (30/11/2020) perkara permohonan PKPU terhadap perusahaan berkode Emiten properti BKSL ini, dimohonkan oleh Alfian Tito Suryansah, dengan perkara nomor: 367/Pdt.Sus/PKPU/2020/ PN. Niaga Jakarta Pusat memasuki acara dengan agenda legal standing dari Pemohon dan Termohon.

Dalam persidangan tersebut, Kuasa Hukum PT Sentul City Tbk menyampaikan bahwa pihak principal (Perseroan) telah hadir di persidangan untuk menyerahkan pengembalian dana (refund), namun Pemohon menolak dan memilih untuk menyelesaikan permasalahan dalam persidangan PKPU.
Penolakan refund dan penolakan undangan serah terima unit tanah dan bangunan juga dilakukan oleh Pemohon PKPU di luar pengadilan pada 17 November 2020. Merespons hal ini, Head Corporate Communication PT Sentul City Tbk Alfian Mujani mengatakan, permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan Alfian Tito Suryansah sudah tak memiliki dasar lagi. Pasalnya, pihak PT Sentul City sudah menyerahkan pengembalian dana (refund).

“Menurut kami, tak ada dasarnya lagi untuk PKPU. Berdasarkan PPJB pasal 7.5, sudah terjadi proses serahterima unit secara otomatis,” katanya saat dihubungi propertynbank, pada Rabu (02/12/2020). Menurut Alfian Mujani, perseroan sudah beritikad baik untuk mengembalikan dana plus dendanya. “Sebelumnya, kami juga sudah mengundang pemohon untuk melakukan serah terima unit yang jadi obyek jual beli,” katanya. Ia pun meyakini jika pengadilan bisa memastikan, perkara ini layak atau tidak untuk dilanjutkan.
Kedua pihak sebagaimana diatur dalam PPJB telah sepakat adanya serah terima unit secara otomatis. Mekanisme serahterima otomatis ini berlaku, jika pihak kedua (pembeli) tak emenuhi undangan serah terima dari pihak pertama (penjual), selambat-lambatnya dalam jangka waktu 10 hari kalender terhitung sejak tanggal surat undangan tersebut, yang dikirim melalui kurir atau perusahaan ekspedisi yang ditunjuk oleh pihak pertama. Maka, dengan telah lewatnya waktu pihak kedua, dianggap menyetujui serah terima tanah dan bangunan secara otomatis.
Adapun tenggat batas waktu 10 hari tersebut yang diatur dalam PPJB sudah terpenuhi, sehingga mekanisme serah terima otomatis berlaku. “Kami menduga, ada itikad kurang baik dari pihak pemohon. Patut diduga ada agenda lain di balik gugatan PKPU ini,” ujar Alfian Mujani.

Selain itu, kreditor lain berdasarkan ketentuan Pasal 222 Undang-undang Nomor : 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang menyebutkan “Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang diajukan oleh Debitor yang mempunyai lebih dari 1 (satu) Kreditor atau oleh Kreditor.”
Kreditor lain yang dibuktikan dalam Permohonan PKPU oleh Alfian Tito, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 222 tersebut adalah adiknya yang bernama Ulfa Kurnia. ”Terhadap Ulfa Kurnia, Perseroan telah memenuhi tuntutannya sesuai dengan somasi dari kuasa hukumnya yaitu refund atau serah terima unit tanah dan bangunan,” tegas Alfian Mujani.

Namun, lanjutnya, keduanya tidak dapat direalisasikan karena Ulfa Kurnia telah mentransfer kembali dana refund ke rekening Perseroan dan tidak memenuhi undangan serah terima dari Perseroan.
Pemohon PKPU, Alfian sebelumnya membeli tanah dan bangunan di Jalan Gunung Kelimutu Nomor 78, Cluster Green Mountain, Sentul City, dengan luas 81 meter persegi berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 0090/GMT/PPJBTB/SC/III/2015 pada 6 Maret 2015. Besaran harga pembelian unit tersebut senilai Rp 901,735.020 juta. Seharusnya, serah terima tanah dan bangunan dilaksanakan pada 31 Mei 2017.
Sebelumnya, Sentul City juga sempat digugat pailit oleh Keluarga Bintoro melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) tertanggal Jumat, 7 Agustus 2020. Permohonan pernyataan pailit bernomor perkara 35/Pdt.Sus-Pailit/2020/PN Niaga Jkt.Pst. Gugatan ini diajukan atas nama Ang Andi Bintoro, Linda Karnadi, Meilyana Bintoro, Jimmy Bintoro, Silviana Bintoro, Denny Bintoro.

Sentul City sudah menjelaskan latar belakang perseroan digugat pailit oleh keluarga Bintoro. Hal itu terjadi awalnya karena Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan objek kavling matang di Jl Adora Drive No. 15, Cluster Habiture, Sentul City, Bogor.
Kavling matang itu sebelumnya akan diserahterimakan sesuai surat undangan serah terima masing-masing tanggal 18 Maret 2014 dan 20 Agustus 2014. Namun menurut pihak perusahaan keluarga Bintoro tidak memenuhinya. Sesuai dengan PPJB, pihak pemohon pailit sudah menyerahkan uang ke perusahaan sebesar Rp 29.319.000.000.

Penyerahan uang itu dengan ketentuan mengenai kewajiban pembeli untuk membangun kavling matang tersebut. Atas dasar perkara itu pihak Sentul City merasa tak memiliki utang kepada pihak pembeli yang menjadi pemohon pailit tersebut. Sebab uang yang sudah diserahkan untuk membeli kavling matang tersebut. (Artha Tidar)

Berita Properti | Sumber : Pengembalian Dana Ditolak, Sentul City : Tidak Ada Lagi Dasar PKPU ! – Property & Bank

Check Also

Bantah Omnibus Law Bisa Rampas Tanah Rakyat, Pemerintah : Ini Yang Benar ! - Property & Bank

Musim Gugur Harga Properti, Its Time To Buy – Property & Bank

Perilaku dunia usaha akan berubah jika pandemi Covid-19 berakhir PROPERTI – Harga properti terdampak pandemi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *