Thursday , 23 September 2021
Home / Keuangan & Perbankan / Membangun Rumah Subsidi Bagi MBR Adalah Perjuangan Sebagai Pengembang – Property & Bank

Membangun Rumah Subsidi Bagi MBR Adalah Perjuangan Sebagai Pengembang – Property & Bank

INSPIRASI – Hari itu, Jumat, 2 April 2021, kesibukan sudah tampak sejak pagi di perumahan Pesona Prima Cikahuripan 6, Bogor.
Sejumlah karyawan dan staf terlihat sedang mengemas buku-buku bacaan yang akan dibagikan secara cuma-cuma, sedangkan sebagian lainnya sibuk membersihkan sebuah mesjid megah yang tampaknya baru selesai dibangun. “Nanti sholat Jumat disini saja, hari ini sholat Jumat pertama di mesjid perumahan ini,” kata Hadiana, Direktur Utama Kreasi Prima Nusantara kepada tim redaksi Property&Bank kala itu.
Untuk ukuran perumahan subsidi, mesjid yang berada Pesona Prima Cikahuripan 6, Bogor itu tergolong besar. Bangunan dan desainnyapun sangat bagus sehingga membuat sholat Jumat pertama itu menjadi kian bermakna. Kreasi Prima Nusantara memang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada konsumennya, temasuk menyediakan semua fasilitas di setiap perumahan yang dikembangkan.
Lalu, bagaimana langkah Hadiana membangun Kreasi Prima Nusantara dan menjalankan komitmen tersebut? Apa strateginya sehingga Kreasi Prima Nusantara tetap solid bersama seluruh tim dan karyawannya? Berikut petikan wawancara Hadiana dengan tim Property&Bank. Cuplikan wawancara secara lengkap, dapat disaksikan melalui channel MyHomes.tv.
Bagaimana anda menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada karyawan?
Di akhir tahun 2020 lalu, kami mengadakan rapat kerja (Raker) dan kami membuat sebuah tagline yakni KPN Baru atau New KPN 2021. Ini adalah momentum bagi kami untuk meningkatkan imunitas di masa pandemi. Saat ini pilihannya tidak banyak, hanya diam dan menunggu keadaan berubah atau kita yang berusaha merubahnya. Maka kami mengambil inisiatif kami harus berubah, minimal untuk diri kita sendiri lalu kita bagi kepada teman-teman.
Di New KPN, beberapa pola pendekatan manajemen kami rubah secara mendasar. Contohnya konsep marketing digital. Jika sebelumnya dijalankan marketing offline, berkunjung dan seterusnya, maka saat ini kunjungan merupakan langkah terakhir. Sebetunya kami melakukan konsep edukasi, memberikan informasi tentang apa itu properti, bagaimana cara konsumen membeli properti yang baik, apa standar properti yang baik menurut aturan pemerintah dan seterusnya.

Apa yang dilakukan dalam merubah mindset lama saat KPN baru di take over?
Pertama kali, kami tentu mencari lokasi yang baru dan terus memperbaiki cara lama. Ada juga proyek yang saat itu tetap dipertahankan. Saya lakukan tiga hal, yaitu perbaiki hardware, perbaiki software, dan perbaiki brainware nya. Tiga hal ini jadi fokus, aset harus saya diperbaiki lebih dulu, lalu sistem pengelolaan dan itu menjadi hal yang sangat penting karena software menentukan bagaimana hasil.
Dan yang ketiga adalah manusianya atau sumber daya manusia (SDM) nya kita rombak. Karena tidak akan timbul masalah kalau tidak ada keterlibatan manusia. Pasti ada pelakunya, setiap masalah pasti bersama pelakunya. Sistem kita perbaiki, SDM diperbaiki dan rekrut tenaga-tenaga baru. Kami modifikasi dan mix tenaga lama dengan yang baru. Alhamdulillah dalam satu tahun lebih, terlihat hasilnya. Kami sudah punya bayangan prospek ke depan.

Dari semula hanya mengembangkan perumahan seluas 1,4 hektar dan terjual habis, kami mulai kembangkan seluas 5,5 Hektar di lokasi yang berbeda. Proyek inipun selesai pada pada tahun 2011. Berkat dukungan dan kerja keras yang dilakukan, kami juga mengembangkan dilokasi berikutnya di Bandung dan Bogor.
Prinsip bekerja seperti apa yang diterapkan kepada seluruh karyawan?
Prinsip kami adalah selalu berusaha untuk belajar dan belajar. Hal itu diterapkan kepada teman-teman karena dalam proses belajar harus mengerjakan apa yang kita tidak tahu. Bekerja lalu catat dan seterusnnya evaluasi. Kami jadikan empat slogan yakni kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas sebagai pegangan dalam beraktifitas.
Dengan ikhlas, kami belajar menerima dan menemukan konsumen yang macam-macam sikapnya. Alhamdulillah hingga 2021 kami sudah merampungkan proyek di enam lokasi dan semuanya tuntas. Tuntas hingga seluruh sertifikat balik nama dan diserah terimakan dengan konsumen dan semua fasilitas diserahterimakan ke Pemerintah Daerah. Jadi bukan tuntas dalam penjualan.

Sisa tanah yang tidak dijual sebesar 40% diserahkan ke Pemda sebagai aset PSU dan itu kami catat di tugas kami, sehingga Pemda tidak perlu kuatir karena kami sudah menyiapkan diri bahwa tugas developer itu harus tuntas. Di beberapa kota kami selalu menjadi yang pertama menyerahkan PSU atau fasilitas kepada Pemda. Seperti contoh di Bandung Barat, kami pertama kali yang berhasil menyerahterimakan PSU ke Pemkab Bandung Barat. Padahal di Bandung Barat itu izin lokasi kami mungkin saja ke 600, berarti ada 599 perusahaan lain yang sudah lebih dulu memulai izin lokasi tapi tidak bisa menyerahkan.
Apa yang membuat anda begitu fokus menyelesaikan tanggung jawab seperti halnya menyediakan fasilitas?
Filosofinya begini, sebagaimana sebuah kewajiban mengurus keluarga, mengurus anak, menyekolahkan anak, tentu tidak akan merasa lelah karena sudah kewajiban. Maka perlunya menguatkan mindset, bagi semua pengembang bahwa pastikan niat terlebih dahulu.
Jika sudah begitu, maka tugas akan menjadi nikmat. Seperti halnya menjalankan tugas lainnya, kewajiban yang tidak bisa dihindari dan harus dinikmati.
Di Era digital seperti saat ini, bagaimana strategi KPN?
Menghadapi keadaan saat ini, dimana pandemi Covid-19 masih mewabah, kita bersama pemerintah harus melakukan upaya guna menanggulanginya. Sejauh ini, Alhamdulillah semakin baik dan tentu kita harus bersama-sama saling bahu-membahu bagaimana caranya beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Sebelum adanya kejadian ini, kami di KPN hanya memiliki tiga divisi, yaitu divisi teknik/proyek, divisi marketing dan divisi keuangan. Namun, dengan konsep The New KPN atau KPN baru, kami menambahkan secara resmi dua divisi tambahan yaitu divisi legal dan divisi Research Development & Digital. Kami coba susun lagi dengan sebaik mungkin, dan kami bentuk dengan merekrut rekan-rekan kami yang masih muda, berlatar belakang IT, dan memang punya hobi dan latar belakang tentang itu.
Memang, pada satu tahun ini kami sudah merasakan manfaat nya. KPN selalu melakukan pembangunan rumah, kontruksi dan lainnya itu dengan tim internal dan tidak menggunakan subkontraktor. Kami memberdayakan potensi lokal dan sekarang sudah berlangsung. Hampir tiga tahunan ini masyarakat di sekitar yang berjumlah 80 orang menjadi tukang harian ditambah sekitar 300 orang tukang  dari tim Mandor.
Mengapa KPN fokus membangun rumah subsidi untuk MBR?
Memang betul, enam proyek yang sudah kami tuntaskan adalah rumah bersubsidi untuk MBR. Bagi kami, membangun rumah untuk MBR inilah sebetulnya nilai-nilai perjuangan kami ditumbuhkan. Secara ekonomis proyek-proyek perumahan MBR profit nya tidak seperti rumah komersial. Tapi disana kami melihat banyak sekali kebaikan yang bisa dilakukan.

Kami membangun perumahan subsidi, dimana masyarakat yang membutuhkannya (Backlog) sudah mencapai 11,8  juta jiwa. Masih banyak saudara kita, masyarakat yang belum memiliki rumah dan tidak mempunyai akses. Ini banyak sekali maka ketika kami sadar, kami jadikan ini sebagai perjuangan. Saya sering diskusi dengan teman-teman untuk menguatkan mereka dan saya sendiri, bahwa ini adalah perjuangan. Kalau dulu perjuangan itu melawan Belanda, maka inilah perjuangan yang dapat kami lakukan agar bisa memberi manfaat kepada masyarakat pada umumnya.

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Membangun Rumah Subsidi Bagi MBR Adalah Perjuangan Sebagai Pengembang – Property & Bank

Check Also

JALA.ai Sukses Tingkatkan Efektivitas Penjualan LRT City

JALA.ai Sukses Tingkatkan Efektivitas Penjualan LRT City

PROPERTI – PT. Adhi Commuter Properti menunjuk JALA.ai sebagai penunjang kebutuhan teknologi dalam bisnisnya. Penggunaan JALA.ai dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *