Thursday , 23 September 2021
Home / Keuangan & Perbankan / Konsumen Masih Hati-hati, Diperlukan Stimulus Untuk Dongkrak Industri Properti – Property & Bank

Konsumen Masih Hati-hati, Diperlukan Stimulus Untuk Dongkrak Industri Properti – Property & Bank

PROPERTI – Pandemi Covid-19 masih belum usai melanda. Oleh karena itu, maka secara umum pasar kondominium di awal tahun 2021 masih menunjukan tren yang sama dengan triwulan sebelumnya.
Head of Research JLL Yunus Karim mengatakan, hal ini karena pembeli end-user relatif stabil namun lebih cermat dan berhati-hati dalam memilih produk. Kombinasi dari keterjangkauan harga, kemudahan cara bayar dan kedekatan dengan transportasi massal menjadi beberapa pertimbangan utama konsumen terhadap kondominium.

“Selain itu, kehati-hatian juga ditunjukkan oleh pengembang dalam meluncurkan produk baru. Terlihat hanya satu proyek kondominium baru yang diluncurkan ke pasar sebanyak ±500 unit yang menyasar kelas menengah kebawah,” ujar Yunus dalam JLL Media Briefing, yang dilakukan melalui virtual, Kamis (15/4).
Sementara harga sewa perkantoran di kawasan CBD, kata Yunus, masih mengalami penurunan sebesar 0.6% jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pasokan gedung perkantoran di kawasan CBD diperkirakan akan bertambah sebesar ±280 ribu meter persegi hingga akhir tahun 2021. Pasar ritel pada awal tahun ini terlihat mulai stabil dengan tingkat hunian berada di angka 87%.
Sedangkan untuk pusat perbelanjaan, meskipun tetap terdapat penutupan toko, pembukaan toko cukup aktif terlihat untuk kelas menengah keatas. Hal ini ditandai dengan mulai terlihat angka positif pada tingkat serapan didorong dengan ekspansi yang dilakukan oleh peritel makanan dan minuman, diikuti oleh peritel peralatan rumah tangga dan perlengkapan olahraga. “Tahun ini diperkirakan akan ada penambahan pasokan pusat perbelanjaan baru sebesar ±140 ribu meter persegi,” jelas Yunus.

Head of Office Leasing JLL Angela Wibawa mengatakan, permintaan ruang perkantoran di kawasan CBD masih cukup aktif di triwulan ini. Tren perpindahan menuju gedung yang lebih baru dengan kualitas yang lebih baik masih tetap terjadi sehingga mengakibatkan total penyerapan menjadi negatif.
“Akan tetapi, tingkat hunian di kawasan CBD masih stabil di angka 74% mengingat tidak adanya gedung yang selesai dibangun di triwulan ini. Senada dengan kawasan CBD, dengan tidak ada gedung baru di triwulan ini, tingkat hunian di kawasan non CBD juga stabil di angka 76%,” ucap Angela Wibawa.
Untuk sektor perumahan, Head of Advisory JLL Vivin Harsanto mengungkapkan, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti pemberian insentif PPN dan relaksasi LTV terlihat cukup memberikan dampak bagi pasar properti perumahan, khususnya rumah tapak. Pengembang, kata dia, secara cermat mengambil peluang untuk menghabiskan stok produk rumah tapak ataupun kondominium yang hampir selesai dibangun atau siap huni namun belum terjual.

“Hal ini juga merupakan sebuah peluang bagi para pembeli untuk mendapatkan produk yang sudah terbangun dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan pada kondisi normal. Diharapkan pemerintah dapat memberikan stimulus untuk menggairahkan sektor properti lainnya,” kata Vivin.
Pada bagian lain, Head of Industrial JLL Farazia Basarah menjelaskan, dua gudang modern yang baru selesai dibangun pada triwulan pertama ini membuktikan bahwa para investor masih melirik sektor pergudangan. Hal ini salah satunya dipicu oleh dampak positif terhadap permintaan yang disebabkan oleh perkembangan signifikan sektor e-commerce.
“Selain ruang pergudangan, perkembangan e-commerce dan perusahaan start-up juga memberikan dampak positif terhadap permintaan akan data centre atau pusat data selama tiga tahun terakhir. Proporsi jumlah penduduk muda yang tinggi dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat  di Indonesia menjadi daya tarik bagi para investor dan pelaku bisnis baik lokal maupun internasional,” jelas Farazia.

Sementara Country Head JLL James Allan mengatakan, para investor dengan berhati-hati tetap aktif mencari peluang di tengah pandemi dan menaruh minat terhadap pasar properti di Indonesia, khususnya sektor perumahan, pergudangan dan pusat data. “Di sisi lain, stimulus dan kebijakan yang dilakukan pemerintah terhadap sektor properti diharapkan dapat merangsang pasar,” pungkasnya.
 

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Konsumen Masih Hati-hati, Diperlukan Stimulus Untuk Dongkrak Industri Properti – Property & Bank

Check Also

JALA.ai Sukses Tingkatkan Efektivitas Penjualan LRT City

JALA.ai Sukses Tingkatkan Efektivitas Penjualan LRT City

PROPERTI – PT. Adhi Commuter Properti menunjuk JALA.ai sebagai penunjang kebutuhan teknologi dalam bisnisnya. Penggunaan JALA.ai dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *