Monday , 2 August 2021
Home / Ekonomi / Kaleidoskop 2020 – Klasterisasi strategi perkuat BUMN

Kaleidoskop 2020 – Klasterisasi strategi perkuat BUMN

Suka tidak suka, di era disrupsi ini terjadi banyak sekali bisnis model benar tapi karena disrupsi, bisnisnya tidak bisa jalanJakarta (ANTARA) – Indonesia memiliki ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di berbagai sektor. Jumlah perusahaan pelat merah yang ada saat ini mencapai lebih dari 100 perusahaan.

Di antara BUMN itu, banyak yang memiliki anak dan cucu usaha yang jumlahnya tidak sedikit, mencapai sekitar 800 perusahaan.

Namun pada 2020 ini, Menteri BUMN Erick Thohir memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi 107 perusahaan sebagai upaya melanjutkan program efisiensi dan penyederhanaan jumlah perusahaan BUMN.

Di bawah arahannya, Kementerian BUMN membentuk klaster berdasarkan sektor usahanya masing-masing.

“Klaster ini dibentuk dari value chain, supply chain, atau juga bagaimana bisa mensinergikan bisnis inti yang ada,” ujar Menteri Erick.

Melalui Peraturan Menteri BUMN nomor PER- 01/MBU/03/2020 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian BUMN. Menteri Erick membagi BUMN menjadi hanya 12 klaster dari yang semula berjumlah 27 klaster.

Dari 12 kluster itu, masing-masing wakil menteri (wamen) BUMN memegang enam klaster. Wamen BUMN I Budi Gunadi Sadikin mendapat tugas mengawal klaster industri energi dan migas, klaster industri mineral dan batubara (minerba), klaster industri pangan.

Kemudian, klaster industri kehutanan dan perkebunan, klaster industri kesehatan, dan klaster industri manufaktur.

Sementara Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengurusi klaster jasa keuangan, klaster jasa asuransi dan dana pensiun, klaster telekomunikasi dan media.

Kemudian, klaster infrastruktur, klaster logistik, dan klaster pariwisata dan pendukung.

Klaster yang dibentuk itu tentunya diharapkan turut mampu menjaga perekonomian nasional, apalagi di tengah pandemi COVID-19. Tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan.

Selain itu, bisnis BUMN diharapkan juga dapat lebih terkontrol dan kompetitif sehingga memberikan manfaat kepada negara.

“Pada situasi pandemi COVID-19 merupakan saat yang tepat untuk melakukan restrukturisasi untuk memperkuat posisi BUMN baik posisi keuangan maupun posisi dalam industri. Bila sebelumnya, ada 142 BUMN, sekarang ini tinggal 107 BUMN,” tegas Menteri Erick.

Bahkan rencananya, program restrukturisasi itu terus bergulir hingga lima tahun ke depan. Perkembangan fokus restrukturisasi dilakukan mulai tahun 2020 yang dalam 5 tahun ke depan akan membuat jumlah bangun menjadi lebih efisien dengan jumlah kurang dari 70 BUMN.

Seluruh perusahaan BUMN itu juga akan dikelompokkan dalam beberapa holding.

Perlu dicatat, klaster dan holding merupakan dua hal berbeda. Penempatan dalam satu klaster tak berarti BUMN-BUMN itu akan tergabung dalam satu holding.

Berita Ekonomi | Sumber : Kaleidoskop 2020 – Klasterisasi strategi perkuat BUMN

Check Also

Saham Spanyol "menghijau", indeks IBEX 35 terdongkrak 1,16 persen

Saham Spanyol berakhir negatif, indeks IBEX 35 terkikis 0,07 persen

Madrid (ANTARA) – Saham-saham Spanyol berakhir di zona negatif pada perdagangan Senin (29/3/2021), berbalik melemah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *