Monday , 14 June 2021
Home / Keuangan & Perbankan / Gotong Royong Peserta Tapera Wujudkan Asa ASN dan MBR Miliki Rumah – Property & Bank

Gotong Royong Peserta Tapera Wujudkan Asa ASN dan MBR Miliki Rumah – Property & Bank

NASIONAL – Kehadiran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) memberikan harapan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bisa memiliki rumah sendiri. Meski begitu, program pembiayaan perumahan skala besar yang mulai beroperasi Juli 2021 itu, pada tahap awal hanya diperuntukkan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara).
Peserta eks-Bapertarum (Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan) aktif akan secara otomatis menjadi peserta Tapera dan seluruh tabungannya akan dipindahkan ke Tapera. Berikutnya, secara bertahap hingga tahun 2027, kepesertaan Tapera akan dibuka untuk karyawan BUMN/BUMD, TNI/Polri, pekerja swasta, dan peserta mandiri.
Sebagai penerima manfaat pertama dan jadi prioritas, memang masih banyak ASN yang belum memiliki rumah sendiri. Keterbatasan finansial dan minimnya akses, membuat ASN tidak bisa membeli rumah dengan mudah. Data menyebutkan, hampir 2 juta ASN di Indonesia yang belum memiliki rumah sendiri. Padahal, ASN tergolong konsumen pasti karena bergaji tetap dan mudah dikontrol.
Komisioner Badan Pengelola (BP) Tapera Adi Setianto mengatakan, dalam menjalankan Tapera, pihaknya mengedepankan asas gotong royong. Dirinya mencontohkan seperti yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan. “Yang mampu tetap bayar iuran, meskipun jarang memakai fasilitas. Sehingga uang yang dikumpulkan dari iuran itu, dapat dipakai oleh yang kurang mampu,” jelas Adi beberapa waktu lalu saat mulai mengenalkan Tapera.

Lebih lanjut Adi menjelaskan, masyarakat yang mempunyai penghasilan di atas Rp 8 juta dan sudah mempunyai rumah tetap disimpan di BP Tapera dalam bentuk tabungan. Dana tersebut, terangnya, akan dikelola dan dikembangkan dengan baik. “Hasilnya, ya kita kembalikan kepada penabung. Tapi, selama mereka belum makai, dananya kita bisa pinjamkan dananya ke golongan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) yang menerima manfaat,” urai pria kelahiran Surabaya, 7 Mei 1961 ini.
Didukung BTN dan Perumnas
Sebagai bank yang fokus pada perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyambut baik adanya Tapera. Bank BTN juga menyatakan siap mendukung BP Tapera yang dapat mempercepat penyediaan hunian layak huni bagi sekitar 9,1 juta MBR di Indonesia. Mereka  pada umumnya memiliki penghasilan di bawah Rp4 juta sehingga sulit untuk membeli rumah.
Hal ini sesuai dengan penjelasan Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmarhargyo, bahwa kelompok MBR dengan penghasilan di bawah Rp4 juta mendominasi porsi backlog, sehingga terjadi peningkatan jumlah permintaan rumah setiap tahun. Di sisi lain, kata Haru, kapasitas penyediaan perumahan untuk segmen MBR belum dapat memenuhi kebutuhan mereka.
“BTN sudah dipastikan siap untuk mendukung program Tapera tersebut. Dengan infrastruktur, jaringan ke mitra pengembang, dan pengalaman BTN dalam  pembiayaan perumahan khususnya untuk subsidi bagi MBR, sampai dengan saat ini Bank BTN  berkomitmen penuh mendukung program rumah nasional,” ungkap Haru.

Bentuk dukungan BTN kepada Tapera, telah diimplementasikan beberapa waktu lalu dengan memberikan kemudahan berupa fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Tapera. Kerjasama antara keduanya, juga menggandeng Perum Perumnas yang dituangkan ke dalam Nota Kesepahaman tentang Proyek Inisiasi Penyaluran Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat.

Adi Setianto mengatakan, langkah sinergi bersama tersebut, menjadi wujud komitmen BP Tapera untuk bergerak cepat memenuhi kebutuhan perumahan rakyat. “Kolaborasi ini menjadi tonggak sejarah sekaligus batu lompatan untuk mencapai target pemenuhan kebutuhan rumah rakyat Indonesia. Kami targetkan 11.000 unit rumah yang akan dibiayai melalui KPR Tapera,” tegasnya.
KPR Tapera menawarkan tiga skema pembiayaan sesuai kelompok penghasilan. Untuk kelompok Penghasilan I dengan penghasilan di bawah Rp4 juta akan mendapatkan suku bunga KPR sebesar 5% fixed rate dengan tenor sampai dengan 30 tahun. Pada kelompok penghasilan II dengan penghasilan berkisar Rp4 juta-Rp6 juta dikenakan bunga KPR 6% fixed rate dengan tenor sampai dengan 20 tahun. Kemudian, untuk kelompok penghasilan III dengan penghasilan Rp6 juta-Rp8 juta dapat mengakses KPR dengan bunga 7% fixed rate dengan tenor sampai dengan 20 tahun.

Agar dapat mengakses KPR Tapera, masyarakat diwajibkan untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk mendapatkan Pembiayaan Tapera seperti Peserta masuk kedalam golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), belum memiliki rumah dan menjadi peserta Tapera aktif dan lancar membayar simpanan peserta selama 12 bulan. Harga rumah yang dapat dimiliki peserta aktif Tapera beragam mulai dari Rp112 juta hingga Rp292 juta.
Kolaborasi ketiga lembaga tersebut, mendapat respon positif dari masyarakat. Tanpa menunggu lama, KPR Tapera melakukan realisasi akad perdana pembiayaan rumah bagi ASN di Perumahan Pesawaran Residence Lampung, Kamis (27/5) lalu. Sebanyak 233 unit disediakan Perumnas di perumahan tersebut.
Untuk tahap pertama program KPR Tapera ini, Perumnas siap mendukung dengan menyediakan sekitar 7.000 unit rumah yang tersebar di beberapa daerah seperti Samesta Pesawaran Residence Lampung, Samesta Dramaga Bogor, Samesta Pasadana Bandung, Samesta Griya Martubung Medan, Samesta Jeruk Sawit Permai Solo, dan Samesta Griya Karangpawitan Garut dan proyek lainnya.

“Program KPR Tapera sejalan dengan misi Perumnas dalam penyediaan hunian untuk segmen menengah bawah. Hal ini terbukti bahwa target pembangunan rumah subsidi sepanjang tahun 2021 meningkat menjadi sekitar 30% dari total unit hunian terbangun. Perumnas selalu sigap mendukung segala bentuk sinergi agar kebutuhan akan perumahan dapat segera terserap oleh masyarakat,” jelas Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro.
Direktur Consumer And Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar menyatakan, dengan berkolaborasi bersama BP Tapera, jika 11.000 unit rumah bagi peserta BP Tapera bisa disalurkan maka total pembiayaannya mencapai sekitar Rp1,7 triliun sampai Rp2 triliun. Sedangkan tahun ini target dari BP Tapera bisa menyalurkan manfaat pembiayaan rumah sekitar 51.000 unit, sehingga total pembiayaan yang bisa disalurkan BTN dalam KPR Tapera sekitar Rp7 triliun.

“Kami optimistis dalam penyaluran manfaat pembiayaan perumahan yang merupakan sinergi antara Perumnas, BP Tapera dan Bank BTN ini dapat dilaksanakan secara maksimal dan berdampak positif bagi para penerima manfaat,” tutur Direktur Perum Perumnas Tambok Setyawati.
Kolaborasi Diapresiasi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga memberikan apresiasi adanya kerjasama dan inisiasi program KPR Tapera) tersebut. “Kerjasama sangat bagus dan luar biasa karena ada kolaborasi antar pemangku kepentingan bidang perumahan. Jadi masyarakat akan sangat terbantu dengan Tapera ini.  Meskipun jumlahnya belum maskimal kami yakin pada tahap kedua dan tahap-tahap selanjutnya jumlahnya akan semakin meningkat,” tukas Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid.

Sementara pengamat perumahan subsidi yang juga mantan Ketua Yayasan Kesejahteraan Perumahan Prajurit (YKPP) Marsda TNI Purn Tumiyo SE, memuji langkah BP Tapera menggandeng Perum Perumnas dan BTN sembari menambahkan, layaknya Pilar Pembangunan Perumahan Nasional era Presiden Suharto.
“Saat itu Kemenpera sebagai Regulator, Perum Perumnas sebagai Pengembang dan BTN sebagai Bank Penyalur Kredit. Sukses tahun 70 an itu bisa terulang karena saat ini mampu terpenuhi 95 % kebutuhan rumah secara nasional,” ujar Tumiyo kepada Property&Bank.

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Gotong Royong Peserta Tapera Wujudkan Asa ASN dan MBR Miliki Rumah – Property & Bank

Check Also

RUPST PP Pro Setujui Perubahan Jajaran Pengurus - Property & Bank

RUPST PP Properti Setujui Perubahan Jajaran Direksi, I Gede Upeksa Negara Jadi Dirut – Property & Bank

Properti :  PT PP Properti Tbk (PPRO) menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *