Sunday , 25 July 2021
Home / Finansial / Di tengah pandemi, BNI tetap fokus berdayakan pelaku UMKM

Di tengah pandemi, BNI tetap fokus berdayakan pelaku UMKM

Jakarta (ANTARA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tetap fokus memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar tetap bisa bertahan dan bertumbuh meski di tengah pandemi yang masih berlangsung hingga kini.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan BNI siap mendampingi UMKM untuk melalui masa sulit ini,” Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Ia menuturkan, saat ini BNI tengah menjalankan serangkaian program terintegrasi yang diharapkan dapat membawa pelaku usaha kecil, yang sedang merintis bisnisnya dari embrio, hingga kemudian berkembang menjadi pelaku usaha sukses yang berorientasi ekspor.

​​​​​BNI membagi dua kelompok Program Pemberdayaan UMKM. Pertama, Program Pendampingan bagi UMKM dalam pengembangan usahanya. Kedua, Program Pembiayaan.

Setelah membawa UMKM menjadi Go Digital, tahap selanjutnya adalah membawa UMKM tersebut menjadi layak untuk GoEkspor. Para UMKM terpilih akan melalui rangkaian seleksi, mulai dari kurasi produk, kemudian masuk ke tahapan inkubasi dimana pelaku usaha diberi kesempatan untuk menjelaskan keunggulan produknya dan menyempurnakan konsep produknya.

Kemudian, jika memungkinkan akan masuk ke tahap “scalling up” antara lain untuk memberikan modal kerja dari BNI agar UMKM dapat memperluas pasar, meningkatkan produksi, dan melakukan diversifikasi produk.

“Setelah itu, pelaku UMKM yang layak ekspor akan diajak memanfaatkan kantor-kantor cabang BNI di luar negeri untuk memperkenalkan produk-produk unggulannya kepada calon pembeli asing,” kata Sis Apik.

BNI memiliki pengalaman dalam membantu ekspor pelaku usaha asal dalam negeri. Saat ini, BNI mengangkat 250.000 UMKM untuk melek digital. BNI juga telah turut membantu 21,38 persen dari volume ekspor Indonesia.

Selain itu BNI juga aktif menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR juga menjadi salah satu kredit yang diprioritaskan dalam program penempatan dana pemerintah. Hingga akhir September 2020, BNI telah menyalurkan KUR senilai Rp15,05 triliun dan tersebar untuk 170.569 debitur.

KUR BNI tersebut tersalurkan pada berbagai sektor, antara lain ke sektor pertanian sebesar maksimal Rp3,95 triliun, sektor perdagangan Rp7,37 triliun, sektor jasa-jasa Rp2,44 triliun, serta untuk sektor industri pengolahan senilai Rp1,08 triliun.

Berita Finansial | Sumber : Di tengah pandemi, BNI tetap fokus berdayakan pelaku UMKM

Check Also

Dolar turun terhadap beberapa mata uang, bitcoin naik ke rekor puncak

Dolar jatuh ke terendah satu minggu saat saham capai rekor tertinggi

New York (ANTARA) – Dolar AS merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *