Monday , 14 June 2021
Home / Ekonomi / Berharap neraca perdagangan surplus diikuti kinerja positif industri

Berharap neraca perdagangan surplus diikuti kinerja positif industri

Jakarta (ANTARA) – Menjelang akhir triwulan tahun ini, kinerja sektor perekonomian terasa mulai menunjukkan optimisme yang baik setelah sempat setahun lamanya berjibaku bertahan menghadapi pandemi COVID-19.

Tercatat, kinerja neraca perdagangan yang sejak awal hingga Februari 2021 terus menunjukkan angka yang surplus sehingga perasaan optimistis semakin terbangun.

Meski begitu pemerintah diharapkan tidak berpuas dulu dengan fakta neraca perdagangan yang bergerak ke angka positif tersebut.

Terlebih hal ini karena data kinerja neraca perdagangan juga menunjukkan belum optimalnya industri pengolahan nasional memanfaatkan kapasitas produksi sebagaimana terlihat dari penurunan nilai impor nonmigas, khususnya untuk sektor mesin dan peralatan mekanis.

Ekonom Universitas Nasional (Unas) Jakarta Prof Dr I Made Adnyana SE MM, mengapresiasi surplus dua miliar dolar AS pada neraca perdagangan Februari 2021, yang melanjutkan tren positif sejak Mei 2020.

Ia menyoroti data impor nonmigas yang sudah membaik di posisi 11,78 miliar dolar AS, namun masih belum pulih dari posisi Desember sebesar 12,96 miliar dolar AS.

Dibanding Januari 2021, volume impor mesin dan peralatan mekanis masih mengalami penurunan (2,62 persen) demikian juga nilainya turun 4,21 persen. Ini menunjukkan sektor industri manufaktur masih belum optimal menyerap bahan baku untuk ekspor.

Diakui Adnyana, industri pengolahan masih memberikan kontribusi ekspor terbesar yaitu 12,15 miliar dolar AS (79,57 persen dari total ekspor) dan menunjukkan kenaikan 1,38 persen dibanding Januari 2021.

Namun kalau dirinci lebih dalam sesuai subsektor terlihat adanya kecenderungan penurunan kontribusi dari sektor industri pengolahan, seperti lemak dan minyak/hewan nabati (-30,30 persen), mesin dan peralatan mekanis (-4,35 persen), alas kaki (-1,63 persen), dan logam mulia, permata/perhiasan (-1,54 persen).

Ia juga menyoroti menurunnya ekspor berbagai produk kimia yang angkanya cukup tinggi yaitu minus 24,94 persen dari sisi volume dan minus 25,48 persen dari sisi nilai. Demikian pula besi dan baja yang turun cukup tinggi yaitu 11,43 persen (volume) dan 14,95 persen (nilai).

Adnyana mengingatkan agar hati-hati dalam membaca data statistik karena nilai surplus tidak selalu memberikan kabar gembira, sebagaimana data BPS Februari 2021, yang secara tidak langsung menunjukkan data belum pulihnya kontribusi sektor industri manufaktur.

Dosen Universitas Nasional Jakarta itu menyarankan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin), untuk melakukan kajian komprehensif terhadap  belum optimalnya industri manufaktur baik dari sisi produksi maupun dari kemampuan daya saing di pasar global.

Terlebih pemerintah sudah memberikan segalanya, mulai dari kemudahan berinvestasi, insentif pajak, dan kemudahan-kemudahan lain sebagaimana tertuang dalam UU Cipta Kerja.

Adnyana berpendapat bahwa dampak berkepanjangannya pandemi COVID-19 memang tidak bisa dihindari tapi dunia terus bergerak, semua harus segera bangkit untuk kembali menguasai pasar dunia.

 

Berita Ekonomi | Sumber : Berharap neraca perdagangan surplus diikuti kinerja positif industri

Check Also

Saham Spanyol "menghijau", indeks IBEX 35 terdongkrak 1,16 persen

Saham Spanyol berakhir negatif, indeks IBEX 35 terkikis 0,07 persen

Madrid (ANTARA) – Saham-saham Spanyol berakhir di zona negatif pada perdagangan Senin (29/3/2021), berbalik melemah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *