Sunday , 24 October 2021
Home / Keuangan & Perbankan / Bangkit Pasca Pandemi, Kawasan Perkantoran Segera Beradaptasi – Property & Bank

Bangkit Pasca Pandemi, Kawasan Perkantoran Segera Beradaptasi – Property & Bank

PERKANTORAN – Seiring pemulihan kota-kota dari situasi pandemi, perkantoran diharapkan kembali aktif di Kawasan Pusat Bisnis (CBD) dengan ruang kerja yang lebih efisien dan produktif.
Menurut laporan baru JLL, Benchmarking Cities and Real Estate, protokol menjaga jarak kemungkinan akan berakhir pasca pandemi, sehingga perusahaan semakin banyak menghadapi desakan untuk memikirkan kembali denah ruang kantor mereka.

Survei global JLL menunjukkan bahwa 37% karyawan mengharapkan lingkungan kerja yang berjarak di masa depan. Laporan, Benchmarking Cities and Real Estate, menggarisbawahi kebutuhan bisnis untuk memantau pemanfaatan serta metrik kepadatan ruang kantor untuk membantu menentukan kebutuhan ruang kantor mereka di masa depan.
Jeremy Kelly, Lead Director, Global Cities Research, JLL mengatakan, metrik yang dapat mengukur pengalaman manusia menjadi semakin penting bagi perusahaan serta untuk kota itu sendiri. “Saat nanti kita memasuki siklus pemulihan berikutnya, kami berharap perkantoran di Kawasan Pusat Bisnis akan kembali menjadi pusat sosial dan bisnis yang telah beradaptasi untuk mengakomodasi cara orang ingin bekerja dan hidup di masa depan,” ujarnya.

Laporan tersebut menyebutkan, kota-kota yang memiliki kepadatan di tempat kerja sebelum pandemi cenderung menghadapi tekanan untuk mengurangi kepadatan. Kota-kota ini terbagi dalam tiga kelompok :  Pusat bisnis global: Hong Kong, London, dan Singapura, dengan kepadatan 10 meter persegi per orang atau kurang, Destinasi outsourcing proses bisnis: Manila dan Bengaluru, di mana kebutuhan bisnis dan penggunaan ruang yang intensif telah mendorong kepadatan hingga serendah 7 meter persegi per orang dan Mega-hub yang sedang berkembang: Jakarta dan Mumbai yang menyediakan layanan bisnis untuk pasar nasional yang besar dan berkembang dengan kepadatan dari 9 hingga 11 meter persegi per orang
“Amat menarik untuk mengamati masa depan ruang perkantoran pasca pandemi, khususnya di Jakarta sebagai salah satu kota dengan rasio luas ruang perkantoran terhadap orang yang relatif cukup padat dibandingkan kota-kota global lainnya.” kata Yunus Karim, Head of Research, JLL Indonesia.

Perusahaan, kata Yunus, harus beradaptasi dengan perubahan cara kerja dan memiliki strategi untuk mengakomodasi kebutuhan pasca pandemi mengingat ruang perkantoran akan tetap berperan sebagai pusat kolaborasi dan sosialisasi bagi para karyawannya.
Dalam pemulihan pasca-pandemi, beberapa tahun ke depan akan menjadi sangat penting ketika perusahaan dan kota menetapkan dan bekerja bersama menuju target keberlanjutan yang ambisius. Memahami bagaimana pemanfaatan ruang dan metrik kepadatan okupansi berdampak pada konsumsi energi dan air serta limbah menjadi semakin penting.

Kepadatan okupansi yang lebih ketat biasanya berarti biaya dan konsumsi energi yang lebih rendah per orang. Skenario keberlanjutan di masa depan perlu mempertimbangkan pertukaran antara kepadatan dan efisiensi ini.
“Memiliki dasar kinerja konsisten yang dapat dibandingkan dengan tolok ukur eksternal lokal di seluruh lokasi dunia akan memberikan organisasi kepercayaan diri untuk menerapkan perubahan disaat orang-orang mulai kembali ke kantor di pusat kota,” jelas Victoria Mejevitch, Head of JLL’s Global Benchmarking Services.

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Bangkit Pasca Pandemi, Kawasan Perkantoran Segera Beradaptasi – Property & Bank

Check Also

Bangun IKN, Kementerian PUPR Belajar ke BSD City

Bangun IKN, Kementerian PUPR Belajar ke BSD City

BERITA PROPERTI – Dalam rangka mempelajari pembangunan pusat pertumbuhan kota baru, Kementerian Pekerjaan Umum dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *