Wednesday , 16 June 2021
Home / Properti / Adanya Relaksasi, Penjualan Diprediksi Meningkat Hingga Akhir Tahun – Property & Bank

Adanya Relaksasi, Penjualan Diprediksi Meningkat Hingga Akhir Tahun – Property & Bank

PROPERTI – Berbagai langkah yang dilakukan pemerintah, diharapkan dapat menumbuhkan kembali gairah sektor properti di tengah pandemi yang masih melanda.
Pemerintah telah meluncurkan stimulus baru berupa relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) untuk unit ready stock yang bernilai hingga Rp 5 miliar, untuk periode transaksi Maret 2021 hingga Agustus 2021, dengan tujuan untuk mendongkrak penjualan. Pelaksanaan program vaksinasi juga diperkirakan dapat mempercepat progres konstruksi proyek yang sedang berlangsung.
Menurut Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield, banyak proyek yang diprediksi akan melakukan serah terima unit pada kuartal 2 dan 3 tahun ini. Sebanyak 6.192 unit kondominium dari 6 proyek menyelesaikan proses konstruksi pada kuartal pertama 2021, menambah total pasokan unit eksisting menjadi 321.649 unit, bertambah 101% dibandingkan kuartal pertama 2020 (YoY).
Di sisi lain, hanya terdapat 2 proyek yang dirilis pada kuartal pertama 2021: Savyavasa (Tower 1- 3) dan The Veranda (Jimbaran). Kedua proyek ini termasuk dalam segmen kelas atas kondominium di Jakarta Selatan dan akan menambah total pasokan masing-masing sebanyak 430 unit dan 172 unit, menjadikan total jumlah pasokan pra-penjualan kondominium ke angka 161.276 unit. Beberapa proyek mendatang telah mulai diperkenalkan ke pasar melalui proses nomor urut pendaftaran (NUP) untuk mengecek permintaan pasar. Pasokan pra-penjualan diperkirakan akan tetap stabil hingga kuartal kedua 2021.

Cushman & Wakefield menyebutkan, 228 unit terserap oleh pasar pada kuartal pertama 2021, turun 94% dari sebanyak 3.797 unit yang terjual di kuartal pertama 2020 (YoY). Walaupun beberapa orang terlihat mulai tertarik untuk membeli unit, cukup banyak pula pembatalan transaksi yang terjadi. Tingkat penjualan berada di 93.4%, sedikit meningkat sebanyak 0.4% dibandingkan kuartal pertama 2021, sementara tingkat pra-penjualan menurun sebanyak 0.5% dari 61.7% pada akhir 2020 ke 61.2%.
“Dengan adanya relaksasi PPN dari pemerintah dan jumlah pasokan yang rendah, tingkat penjualan secara umum diperkirakan akan meningkat hingga akhir tahun. Rata-rata tingkat kekosongan unit pada kondominium sedikit menurun ke 50.6%, dikarenakan unit eksisting baru masih berada dalam proses serah terima secara bertahap,” ujar laporan tersebut.
Sementara, rata-rata kenaikan harga di Jakarta dan sekitarnya pada kuartal pertama 2021 tercatat 0.2% dari kuartal sebelumnya, mencapai Rp. 43,300,000 per meter persegi. Lambannya kenaikan harga mengindikasikan bahwa kondisi pasar belum sepenuhnya bangkit dari dampak pandemi COVID19. Diskon, promo, dan subsidi uang muka dari pengembang masih banyak terlihat untuk mendongkrak transaksi, sementara harga pasar sekunder terlihat sangat kompetitif. Rata-rata harga jual unit diprediksi akan naik secara perlahan selama 2021, seiring dengan kecilnya perkembangan permintaan di pasar, terutama pada proyek yang masih dalam masa konstruksi.
Untuk Apartemen Sewa, Cushman & Wakefield menyebutkan tidak ada proyek Apartemen Khusus Sewa dan Apartemen Servis baru yang teridentifikasi selama kuartal 1 2021. Beberapa proyek Apartemen Servis yang masih dalam proses konstruksi mengalami penundaan sebagai dampak pandemi COVID-19. Sebanyak 5 proyek Apartemen Servis (Somerset Kencana, Somerset Sudirman, Citadines Gatot Subroto, Citadines Sudirman, dan Ascott Menteng) dengan jumlah 832 unit diprediksi untuk memasuki pasar pada akhir 2021.

Beberapa permintaan baru pada Apartemen Khusus Sewa, walaupun masih sangat terbatas dikarenakan pembatasan perjalanan masuk Indonesia yang masih berlanjut, telah tercatat pada kuartal 1 2021. Beberapa ekspatriat kontrak yang awalnya berencana untuk tinggal beberapa bulan saja kini memperpanjang kontrak mereka dengan jangka waktu yang lebih panjang, dikarenakan perusahaan mereka mulai melanjutkan operasionalnya di Indonesia. Pembaruan kontrak sewa yang telah berakhir juga terlihat dengan tingkat hunian tercatat di 59.8%, bertambah 0.4% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sedangkan pada Apartemen Servis, permintaan masih stabil pada kuartal 1 2021. Tingkat hunian tercatat di 47.5%, meningkat 0.1% dibandingkan kuartal sebelumnya. Jika pembukaan ekonomi dan bisnis di Jakarta terus berlangsung, permintaan dari tamu jangka pendek (mayoritas warga lokal) untuk “staycation” di akhir minggu diperkirakan dapat meningkatkan tingkat hunian subsector ini pada kuartal selanjutnya.
Di sisi lain, Kondominium Sewa mengalami penurunan tingkat hunian sebanyak 1.9% dari kuartal sebelumnya, ke 52.2%, yang disebabkan oleh penambahan unit baru dari proyek yang baru diselesaikan pada kuartal 1 2021. Jika dibandingkan dengan kuartal 1 2020, penurunan tingkat hunian mencapai 4.6%.
Walaupun terdapat fluktuasi Rupiah terhadap Dolar AS dalam kuartal 1 2021, rata-rata harga sewa untuk Apartemen Khusus Sewa relatif tidak mengalami perubahan di Rp 241,550 per meter persegi per bulan.
Diskon harga sewa banyak ditawarkan oleh proyek Apartemen Servis untuk menarik permintaan baru (terutama dari tamu jangka pendek). Rata-rata harga sewa Apartemen Servis tercatat di Rp 356,576 atau menurun 3.7% dari kuartal sebelumnya.

Menurunnya tingkat hunian Kondominium Sewa menyebabkan penurunan rata-rata harga sewa pasar apartemen sewa sebanyak 1.9% dari kuartal sebelumnya ke Rp 148,025 per meter persegi per bulan. Beberapa pemilik unit bersiap untuk menerima harga sewa yang jauh lebih rendah dalam masa pandemi ini. Secara umum, harga sewa rata-rata untuk sektor apartemen sewa diperkirakan akan relatif stabil di 2021.
Tak Ada Ekspansi Di Lahan Industri
Sejak awal tahun, tidak terlihat adanya ekspansi maupun pembukaan lahan industrial baru di Jakarta dan sekitarnya. Keberadaan tanah industrial di lokasi strategis yang banyak dicari di Bekasi menjadi lebih terbatas. Para pengembang mengambil posisi mengamati pasar dan kebijakan pemerintah mengenai perkembangan industri, termasuk dampak pandemi COVID-19 terhadap pasar.
Lahan industrial diperkirakan akan berkembang mengikuti progres pengembangan infrastruktur. Persediaan lahan industrial di Jakarta dan sekitarnya masih tetap di angka 15,495 meter persegi, di mana pengembang masih berfokus untuk menjual sisa pasokan yang masih ada.
Total jumlah pasokan pergudangan sewa di Jakarta dan sekitarnya masih berada di 1,8 juta meter persegi tanpa adanya pasokan tambahan. Hingga akhir 2021, sejumlah 144,000 meter persegi pasokan pergudangan baru diperkirakan akan masuk ke pasar.

Jumlah transaksi penjualan masih terbatas dan permintaan mungkin tidak akan pulih secepat perkiraan awal. Pemulihan kondisi pasar bergerak lamban, dengan hanya 23.6 hektar lahan yang ditransaksikan di Jakarta dan sekitarnya, menurun 56.6% dari kuartal yang sama di tahun sebelumnya (YoY). Bekasi dan Karawang menyerap sekitar 80% permintaan selama kuartal 1 2021, dan sisanya terjadi di Tangerang dan Serang. Sebanyak 36% dari permintaan bersih datang dari kebutuhan data center, diikuti sektor lain seperti bahan kimia dan otomotif.
“Meskipun tingkat serapan masih cukup rendah pada kuartal 1 2021, para pengembang tetap optimis dan memperkirakan pemulihan kondisi pasar secara bertahap pada kuartal-kuartal selanjutnya, terutama dengan lancarnya proses vaksinasi yang diharapkan dapat memperbaiki keadaan ekonomi secara umum,” kata Cushman & Wakefield dalam laporan tersebut.
Hal yang sama terjadi di sektor pergudangan di Jakarta dan sekitarnya yang menunjukkan penurunan tingkat hunian ke 82.4% dari 86.4% di kuartal sebelumnya, dikarenakan beberapa perusahaan yang masih mengambil posisi yang konservatif dalam keputusan untuk menyewa gudang. Walaupun demikian, permintaan area gudang dari perusahaan yang berhubungan dengan sektor logistik termasuk e-commerce masih tetap berjalan, dengan sektor-sektor industri lain seperti otomotif dan barang konsumsi juga mendukung tingkat hunian pergudangan sewa pada kuartal ini.

Harga tanah industrial relatif tidak mengalami perubahan pada kuartal ini. Pengembang mempertahankan harga tanah sebagai bentuk respon dari permintaan yang masih sepi, yang diperkirakan masih akan terjadi pada kuartal-kuartal selanjutnya. Rata-rata harga tanah industrial berada di Rp 2,543,000 per meter persegi, dan rata-rata harga sewa area pergudangan yang ditawarkan di Jakarta dan sekitarnya berada di Rp 72,000 per meter persegi per bulan.

Berita Properti | Sumber : Adanya Relaksasi, Penjualan Diprediksi Meningkat Hingga Akhir Tahun – Property & Bank

Check Also

Ciptakan Birokrasi Profesional, Pegawai Teladan Jadi Agen Perubahan - Property & Bank

Ciptakan Birokrasi Profesional, Pegawai Teladan Jadi Agen Perubahan – Property & Bank

PROPERTI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar penyusunan rencana aksi agen perubahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *