Wednesday , 4 August 2021
Home / Bisnis / Warga pedalaman Sumbawa itu tak lagi “puasa” listrik

Warga pedalaman Sumbawa itu tak lagi “puasa” listrik

hadirnya layanan listrik PLN nonstop, banyak kegiatan produktif yang bisa dilakukan masyarakat sehingga tak lagi hanya mengandalkan hasil pertanian dan peternakan yang relatif terbatasMataram (ANTARA) – Beberapa tahun silam, kehidupan warga yang bermukim di punggung bukit ujung barat “Tana Samawa” (sebutan Kabupaten Sumbawa) pada ketinggian 80 meter hingga 240 meter di atas permukaan laut itu hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Sebagian besar warga di wilayah kecamatan ujung barat Kabupaten Sumbawa itu, hanya menggantungkan hidup dari hasil panen sawah tadah hujan dan beternak sapi yang hasilnya tidak mencukupi hingga musim panen berikutnya.

Sebelumnya, di wilayah kecamatan yang berjarak 79 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sumbawa ini, lekat dengan kondisi serba kekurangan. Jangankan alat komunikasi serba canggih, seperti telepon pintar, untuk penerangan listrik pun hanya bisa dinikmati pada malam hari.

Demikian sekilas gambaran kehidupan warga di Kecamatan Orong Telu, salah satu dari 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Namun kini, impian sebanyak 868 keluarga di pedalaman “Tana Samawa” untuk menikmati penerangan listrik sepanjang hari akhirnya menjadi kenyataan.

Pada pertengahan tahun 2020, tepatnya pada 30 Juli, tim dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa, bersama tim Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K), PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB, melakukan pengoperasian listrik 24 jam di Kecamatan Orong Telu.

Pada hari itu, sehari sebelum Idul Adha 1441 Hijriah atau pada 30 Juli 2020, ribuan warga Kecamatan Orong Telu, mengakhiri “puasa” menikmati listrik pada siang hari.

Kegiatan tersebut bersamaan dengan peresmian Kecamatan Orong Telu sebagai kawasan listrik pintar dan tertib aliran listrik.

Ibaratnya selama bertahun-tahun warga di Kecamatan Orong Telu, terpaksa berpuasa untuk menikmati listrik pada siang hari, hanya menyala mulai pukul 18.00 hingga 06.00 Wita atau hanya 12 jam. Kini warga bisa menikmati listrik 24 jam.

Warga bersama pemerintah desa serta kecamatan senang bukan kepalang. Listrik PLN menyala 24 jam. Artinya, banyak hal yang bisa dilakukan warga terutama untuk meningktkan kesejahteraan.

Camat Orong Telu Ardiyansyah, mengatakan hadirnya layanan listrik PLN nonstop, banyak kegiatan produktif yang bisa dilakukan masyarakat. Warga bisa membuka berbagai bidang usaha, sehingga tak lagi hanya mengandalkan hasil pertanian dan peternakan yang relatif terbatas.

Dengan beroperasinya listrik PLN 24 jam, maka berbagai jenis usaha mulai berkembang, seperti usaha perbengkelan dan pengelasan dengan modal yang relaif kecil dibandingkan sebelumnya menggunakan genset (generator set).

Tak hanya itu, para ibu rumah tangga juga bisa memanfaatkan lemari es miliknya untuk menjual berbagai jenis minuman dingin, makanan yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi para ibu rumah tangga yang membuka usaha kios kecil-kecilan.

Sebelumnya, keterbatasan layanan listrik menyebabkan aktivitas pendidikan dan ekonomi warga tidak maksimal. Bahkan kegiatan pemerintahan yang membutuhkan tenaga listrik terpaksa dilakukan pada malam hari.

Jika ingin mendapatkan listrik pada siang hari, warga menggunakan mesin genset yang membutuhkan bahan bakar, sehingga biaya yang harus dikeluarkan relatif lebih besar dibandingkan membayar biaya listrik dari PLN setiap bulan.

Tidak heran, dengan segala keterbatasan berbagai infrastruktur, Kecamatan Orong Telu masuk dalam kategori daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), meskipun daerah itu kaya akan hasil pertanian, perkebunan dan peternakan.

Saat ini, warga juga bisa menikmati hiburan dan mengakses berbagai informasi positif dari tayangan televisi, dan menikmati perkembangan dunia luar.

Bagi pekerja kantoran, listrik PLN 24 jam memudahkan operasional peralatan kantor tanpa harus menghidupkan genset yang membutuhkan biaya tambahan.

 

Berita Bisnis | Sumber : Warga pedalaman Sumbawa itu tak lagi “puasa” listrik

Check Also

KKP berdayakan perempuan nelayan dengan pelatihan diversifikasi usaha

KKP berdayakan perempuan nelayan dengan pelatihan diversifikasi usaha

Program ini merupakan salah satu prioritas KKP untuk memajukan masyarakat kelautan dan perikanan termasuk di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *