Friday , 23 October 2020
Home / Keuangan & Perbankan / UU Cipta Karya Ijinkan Eskpatriat Beli Apartemen, Saham Properti Melesat – Property & Bank

UU Cipta Karya Ijinkan Eskpatriat Beli Apartemen, Saham Properti Melesat – Property & Bank

PROPERTI – Harga saham emiten properti dan peritel Tanah Air langsung melesat usai UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) mengijinkan warga negara asing (WNA) mempunyai hak milik apartemen atau rumah susun. Data perdagangan sesi I mencatat, pada Kamis (8/10/2020), saham-saham properti masuk top gainers di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melesat 5,21% di level Rp 101/saham dengan nilai transaksi Rp 10,1 miliar. Berikutnya saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) terkerek ke 4,52% di posisi Rp 370/saham, dengan nilai transaksi Rp 26,7 miliar.

Kemudian saham PT Intiland Development Tbk (DILD) juga melesat 3,33% di level Rp 155/saham dengan nilai transaksi Rp 4,7 miliar. Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga naik 0,64% Rp 790/saham. Di sisi lain, saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga naik 4,72% di level Rp 55/saham.
Sementara saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) naik tipis 1,66% di level Rp 920/saham. Dalam UU Omnibus Law, Pemerintah mengizinkan WNA mempunyai hak milik atas properti berupa apartemen atau rumah susun. Pasal 144 ayat (1) dalam UU Cipta Kerja, menyebutkan hak milik atas satuan rumah susun diberikan untuk lima golongan.

Kelimanya meliputi warga negara Indonesia (WNI), badan hukum Indonesia, WNA yang mempunyai izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia, serta perwakilan negara asing dan lembaga internasional yang berada atau mempunyai perwakilan di dalam negeri.
Tak hanya itu, dalam Pasal 144 ayat (2) disebutkan, pemerintah memperbolehkan hak milik rumah susun dialihkan dan dijaminkan. Pada Ayat (3), dinyatakan bahwa hak milik rumah susun dapat dijaminkan dengan dibebani hak tanggungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Langkah Indonesia untuk mengizinkan orang asing memiliki apartemen di negara ini akan meningkatkan permintaan, kredit positif bagi pengembang properti,” kata Jacintha Poh, VP Senior Credit Officer, Corporate Finance Group di Moody’s Investors Service, dalam risetnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan PT Intiland Tbk (DILD), Theresia Rustandi menyampaikan, kepemilikan properti oleh WNA ini bisa membantu memberikan dorongan positif bagi industri properti. Menurut Theresia, ketika awal pandemi, investor asing banyak mencari lokasi di Asia untuk menanamkan investasinya di properti.
“Indonesia tak menikmati itu, investasi itu dinikmati Malaysia, Thailand dan Vietnam. Lost opportunity kita,” ucap Theresia, Jumat (09/10/2020). Dengan disahkannya UU Ciptaker ini, menjadi katalis yang baik mendorong perekonomian nasional, terutama sektor properti yang menjadi salah satu sektor terdampak pandemi.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida juga merespons positif mengenai hal ini. Sentimen ini mempengaruhi sentimen pasar di sektor properti dan menarik minat investor asing menanamkan modal di sektor properti. Hanya saja, kata dia, secara nilai memang diperkirakan tidak akan terlalu banyak.
Selain itu, REI menyebutkan investor asing akan diarahkan untuk berinvestasi di properti di segmen menengah atas. “WNA yang akan investasi tak banyak. Terbukti dengan keluarnya omnibus law, saham anggota kami meroket semua. Tapi, kita akan batasi, karena tak mungkin asing membeli dengan harga kelas murah,” ujarnya. (Artha Tidar)

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : UU Cipta Karya Ijinkan Eskpatriat Beli Apartemen, Saham Properti Melesat – Property & Bank

Check Also

PSBB Jilid II DIterapkan, Serapan Kantor dan Mal di Jakarta Anjlok 58 Persen - Property & Bank

Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Bagaimana Perhatian Ke Sektor Properti? – Property & Bank

NASIONAL – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’aruf Amin berusia 1 tahun pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *