Tuesday , 27 October 2020
Home / Bisnis / Usaha roti Srimadona tetap bertahan hingga generasi kedua

Usaha roti Srimadona tetap bertahan hingga generasi kedua

Selama 10 tahun Srimadona tutup, saya fokus ke usaha bengkel sepeda motorPadang (ANTARA) – Siang itu Amrizal (60) sedang sibuk mengaduk adonan roti bersama enam orang karyawannya di pabrik yang berlokasi di Simpang Apar, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Kendati sudah tujuh bulan pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) berlangsung yang banyak memukul sektor UKM berakibat sepinya penjualan, ia bersyukur usaha rotinya dengan merek Srimadona tidak terdampak.

Setiap bulan ia tetap dapat memproduksi 100 ribu roti jenis malabar dengan lima varian rasa, yaitu malabar mentega, malabar coklat, malabar kelapa, malabar strawberi dan malabar nenas hingga roti kering.

Bahkan Usaha roti miliknya tetap bertahan dengan omzet penjualan sebulan mencapai Rp50 juta. Dalam sehari ia mampu memproduksi 5.000 bungkus roti dari dapur roti Srimadona.

Untuk satu roti, dijual seharga Rp750 dan dengan produksi yang banyak ia pun dapat membantu sanak saudara dan masyarakat sekitar untuk bekerja membuat roti di pabrik miliknya.

Enam karyawan yang kini bekerja masih anggota keluarganya dan ikut membantu pemasaran roti.

Pasar roti Srimadona ini tidak hanya di Kota Pariaman , tapi juga di sekitar Padang Pariaman sampai ke Lubuk Basung,” ujarnya.

Usaha roti Srimadona dimulai pada 1975 dan didirikan oleh Akirman (90) dan almarhumah Nusiar yang merupakan orang tua Amrizal.

Sejak 1988, usaha roti Srimadona kemudian dikelola oleh Amrizal, yang merupakan anak pertama dari 12 bersaudara.

Sebelum mengelola usaha roti Srimadona, Amrizal punya usaha bengkel sepeda motor. Namun karena amanat orang tua untuk mempercayakan dirinya melanjutkan usaha roti Srimadona, ia pun memilih menjalankan amanat tersebut.

Meski begitu, tidak mudah untuk mengembangkan usaha roti Srimadona. Bahkan, pada era reformasi 1998, usaha roti Srimadona bangkrut karena krisis moneter yang berdampak kepada melonjaknya harga bahan baku seperti tepung yang mencapai lebih dari 100 persen, sementara harga roti di pasaran tidak naik.

Tidak hanya bangkrut, Amrizal juga mengatakan dampak dari krisis moneter tersebut membuat ia terpaksa menutup usaha roti Srimadona. Usaha roti Srimadona baru kembali dibuka pada 2008, setelah ekonomi mulai stabil usai reformasi.

“Selama 10 tahun Srimadona tutup, saya fokus ke usaha bengkel sepeda motor,” katanya.

Saat itu selain meneruskan usaha orang tua ia tetap pengelola bengkel.

Karena itu merupakan usaha yang saya rintis sejak nol. Alhamdulillah, sampai sekarang bengkel sepeda motor saya yang berada di Simpang Apar itu masih eksis,” ujarnya.

 

Berita Bisnis | Sumber : Usaha roti Srimadona tetap bertahan hingga generasi kedua

Check Also

PLN pasok listrik tambang emas Doup milik J Resources

PLN pasok listrik tambang emas Doup milik J Resources

Kekuatiran akan semakin lesunya ekonomi menjadi terkurangi, karena ternyata ada sisi lain yang menggeliat, ada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *