Wednesday , 23 September 2020
Home / Uncategorized / Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang berlokasi di Lenteng Agung Jakarta Selatan ini terus mendulang perlbagai prestasi. Baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Hasilnya, dari hasil Klasterisasi Perguruan Tinggi tahun 2020, Universitas Pancasila (UP) berhasil menduduki peringkat ke-9 dari 50 Perguruan Tinggi terbaik di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Provinsi D.K.I Jakarta Tahun 2020. Peringkat ini naik jauh, setelah pada 2019 lalu UP menempati posisi 16 PTS terbaik tingkat nasional di Indonesia. Ditahun ini, peringkat UP di tingkat nasional berada pada posisi 45 dari 2141 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Sedangkan di DKI, lingkungan LLDikti III yang menaungi lebih dari 300 PTS,  peringkat Universitas Pancasila berada pada posisi 5. 

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan & Pembina UP, Siswono Yudo Husodo mengatakan, peran perguruan tinggi dalam dunia tanpa batas, adalah memastikan munculnya sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing tinggi. “Keunggulan itu bisa didapatkan jika SDM yang ada memiliki pengetahuan, teknologi, keterampilan dan etos kerja yang tepat. “Hal itulah yang dibangun oleh Universitas Pancasila sejak didirikan pada tanggal 28 Oktober 1966, dan sampai dengan saat ini terus berusaha meningkatkan kualitas,” ungkap Siswono.

Sementara itu, menurut Rektor Universitas Pancasila (UP) Prof Wahono Sumaryono,  konsistensi Universitas Pancasila dalam mengembangkan Perguruan Tinggi yang berdasarkan , entrepreneurship, Iptek dan nilai-nilai Pancasila telah membawa UP mencapai berbagai prestasi. Saat ini, tercatat lebih 264 mahasiswa mengikuti proses kerja magang selama 6 bulan, mengembangkan kewirausahaan mahasiswa dengan memfasilitasi pengembangan 64 start up dari bidang kuliner, fashion, dan aplikasi IT. “Ini meningkatkan kolaborasi dengan alumni demi peningkatan kompetensi dan memfasilitasi kesempatan kerja,” pungkasnya. “Perolehan prestasi yang diterima ini juga lepas dari dukungan semua pihak, masyarakat, Yayasan, Alumni serta civitas dan  para mitra kerjasama Universitas Pancasila,” katanya.

Rektor UP, Universitas Pancasila (UP) Prof Wahono Sumaryono menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih UP. Wahono menyampaikan terima kasih atas dukungan semua dosen, mahasiswa, karyawan, alumni, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam peningkatan kualitas almamater.

Bagi UP,  kata Wahono lebih lanjut, prestasi yang diraih UP adalah bentuk tanggung jawab kepada orangtua dan masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan tingginya dengan memilih UP sebagai tempat melanjutkan studi.  “Meski begitu, tentunya kami belum puas dengan  posisi yang diraih. Dengan demikian akan menjadi motivasi kami semua untuk bisa lebih meningkat lagi tahun depan,” tekad Wahono.

Dalam tiga tahun terakhir, peringkat Universitas Pancasila terus meningkat. Untuk posisi perguruan tinggui nasional, posisi UP terus naik. Pada tahun 2017, UP menempati  posisi  pada peringkat 119. Peringkat UP kemudian naik pada posisi 59 tahun 2018 serta terus naik pada posisi 45 pada tahun 2019 lalu. Tahun 2020, Universitas Pancasila (UP) berada pada peringkat ke-9 dari 50 Perguruan Tinggi terbaik di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Provinsi D.K.I Jakarta, meski turun pada posisi 73 secara nasional.

Pada 2020, terjadinya perubahan parameter pemeringkatan dibanding 2019,  posisi UP berada pada peringkat 73 dari 2136 PTN+ PTS, namun berada dalam peringkat 9 di lingkungan LLDikti III. Menurut Wahono, adanya perubahan pemeringkatan ini, membuat banyak posisi PTN dan PTS yang berada di peringkat atas pada tahun 2019, merosot turun. Ambil contoh peringkat ITB yang berada pada peringkat 1 tahun lalu,  kini turun pada posisi 5 tahun. Sedangkan peringkat 1 tahun 2020 diraih oleh IPB yang tahun lalu berada pada posisi 5. “Hal ini juga terjadi pada PTN dan PTS lain yang disebabkan adanya perubahan parameter penilaian tersrbut,” jelas Wahono.

Menurut Kepala LLDIKTI Wilayah III Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc, klasterisasi disusun untuk perbaikan berkelanjutan untuk kinerja masing-masing Perguruan Tinggi secara holistik. Pemeringkatan ini menjadi indicator kinerja bagi PTN dan PTS. Berdasarkan data yang dirilis Humas LLDIKTI Wilayah 3, UP memiliki skor 1.802 di Klaster 2 Perguruan Tinggi, 2.300 untuk indikator input, 2.908 untuk indikator proses, 0.806 untuk indikator output, dan 1.380 untuk indikator outcome.

Direktur Jenderal Dikti (Dirjen Dikti) Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D.mengatakan, ada empat aspek utama yang digunakan untuk menilai kinerja perguruan tinggi pada klasterisasi tahun 2020 ini. “Antara lain mutu sumber daya manusia dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (proses), capaian kinerja jangka pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (output), dan capaian kinerja jangka panjang perguruan tinggi (outcome),” jelasnya.

Check Also

Rayakan Ulang Tahun ke-53 Tahun Lima Alumni Universitas Pancasila Raih Penghargaan

Rayakan Ulang Tahun ke-53 Tahun Lima Alumni Universitas Pancasila Raih Penghargaan

UMUM -Raih Peringkat 5 PTS Terbaik di DKI Jakarta, Universitas Pancasila Luncurkan Sejumlah Program dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *