Wednesday , 20 January 2021
Home / Ekonomi / Saham Prancis balik melemah, indeks CAC 40 tegerus 0,22 persen

Saham Prancis balik melemah, indeks CAC 40 tegerus 0,22 persen

Paris (ANTARA) – Saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (30/12/2020), berbalik melemah dari kenaikan dua hari berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris tergerus 0,22 persen menjadi 5.599,41poin.
Indeks acuan CAC 40 bertambah 0,42 persen atau 23,41 poin menjadi 5.611,79 poin pada Selasa (29/12/2020), setelah terangkat 1,20 persen atau 66,37 poin menjadi 5.588,38 poin pada Senin (28/12/2020), dan melemah 0,10 persen atau 5,58 poin menjadi 5.522,01 poin pada Kamis (24/12/2020).

Pasar saham Prancis tutup pada Jumat (25/12/2020) untuk libur nasional perayaan Hari Natal.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC 40, sebanyak 29 saham mengalami kerugian dan 11 saham lainnya berhasil meraih keuntungan.

Perusahaan dirgantara multinasional Eropa Airbus mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 1,96 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan raksasa manufaktur penerbangan dan pertahanan Prancis Safran yang merosot 1,24 persen, serta raksasa pertahanan dan teknologi Prancis Thales turun 1,15 persen.

Sementara itu, Capgemini, perusahaan konsultan teknologi informasi multinasional Perancis, meraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terangkat 2,23 persen.

Disusul oleh saham kelompok perusahaan produsen barang-barang fashion mewah internasional Prancis Kering yang menguat 1,82 persen, serta perusahaan produsen elektronik dan semikonduktor Prancis-Italia STMicroelectronics naik 1,29 persen.

Berita Ekonomi | Sumber : Saham Prancis balik melemah, indeks CAC 40 tegerus 0,22 persen

Check Also

Pengamat: Paradigma bangsa harus utamakan sektor kelautan

Pengamat: Paradigma bangsa harus utamakan sektor kelautan

Jakarta (ANTARA) – Pengamat perikanan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *