Monday , 21 September 2020
Home / Bisnis / Saatnya untuk meninggalkan BBM RON rendah

Saatnya untuk meninggalkan BBM RON rendah

Makanya, ketika itu kami merekomendasikan kepada Presiden agar BBM RON 88 dihapus. Tetapi sudah sekitar lima tahun, belum dihapus jugaJakarta (ANTARA) – Pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk beralih dari BBM RON rendah ke RON tinggi.

“Ini momentum tepat untuk memerdekakan diri dari BBM RON rendah. Karena selama ini Premium menjadi beban bagi BUMN,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, harga Premium ditentukan oleh pemerintah, bahkan ketika harga minyak dunia sedang tinggi, Pertamina tidak bisa turut menaikkan harga, termasuk saat pemilu tahun lalu, ketika harga harga minyak dunia sedang tinggi-tingginya.

“Dengan demikian, harga yang dijual jauh di bawah harga keekonomian. Pertamina harus menanggung selisih harga tadi,” katanya.

Biaya pengadaan BBM RON rendah sendiri, menurut Fahmy, juga tergolong mahal, sebab BBM jenis itu tidak tersedia di pasar internasional, saat ini, selain Indonesia, sehingga tidak ada negara yang menggunakan BBM RON rendah, kecuali Vietnam dan Kamboja.

Bahan baku Premium, jelasnya, berasal dari hasil blending antara BBM RON tinggi, dalam hal ini RON 92.

Berita Bisnis | Sumber : Saatnya untuk meninggalkan BBM RON rendah

Check Also

Pasar Tani Kranggan Temanggung adakan kontes sangrai kopi tradisional

Pasar Tani Kranggan Temanggung adakan kontes sangrai kopi tradisional

Temanggung (ANTARA) – Pasar Tani Kranggan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyelenggarakan kontes sangrai kopi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *