Monday , 27 September 2021
Home / Finansial / QRIS cocok untuk UMKM hingga kebangkitan Bali

QRIS cocok untuk UMKM hingga kebangkitan Bali

QRIS merupakan metode pembayaran digital yang bersifat nirsentuh sangat tepat digunakan oleh UMKMDenpasar (ANTARA) – QRIS ini sangat bermanfaat bagi titiang (saya-red), efisien sekali dan juga ada pencatatannya. Jadi, neraca ruginya juga gampang karena langsung ada catatan keuangannya.

Apalagi, saat pandemi COVID-19 seperti sekarang, penting seminimal mungkin penggunaan uang tunai agar terhindar dari penularan virus.

Demikian penuturan I Ketut Widiadnyana, Ketua Kelompok Tenun Putri Mas dari Kelurahan Pendem, Kabupaten Jembrana, Bali yang mengaku telah menggunakan “Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)” Bank Indonesia sejak sekitar awal 2019.

Widiadnyana yang telah melakoni bisnis songket dari 2014 itu merasa cukup takut kalau harus sering-sering menyentuh uang tunai di tengah pandemi saat ini, sehingga kehadiran QRIS yang memberikan berbagai keunggulan ini dirasa sangat membantu.

“QRIS ini selain aman bagi kesehatan, juga praktis. Apalagi usaha saya yang berada di Jembrana, jauh dari Kota Denpasar, sangat terbantu dengan sistem ini. Kalau sudah ada tanda bunyi ‘klenting’ QRIS di ‘handphone’, tanda pembayaran sudah masuk,” ujar perajin yang kental mempertahankan motif Songket asli Jembrana itu

Dengan menggunakan QRIS, dia sekaligus bisa mengenalkan gerakan nontunai kepada masyarakat. “Mau tidak mau, suka tidak suka, jadi secara tidak langsung konsumen mengikuti gerakan nontunai. Itupun tak hanya saat ajang pameran,” ucapnya.

Selain menggunakan QRIS, Widiadnyana pun akrab menggunakan pembayaran digital lainnya untuk mendukung kelancaran usahanya seperti mobile banking, internet banking, uang elektronik dan sebagainya.

Walaupun dihadapkan pada kondisi pandemi COVID-19, Kelompok Tenun Putri Mas yang merupakan salah satu binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali itu juga masih tetap bertahan dengan 55 anggota kelompok yang mayoritas ibu rumah tangga itu.

Untuk sementara, produksi songket berbentuk lembaran dengan harga premium dihentikan karena memang stoknya masih banyak dan dialihkan dengan memproduksi masker berbahan songket yang dipadupadankan dengan busana untuk kebutuhan dalam negeri, ekspor ke sejumlah negara seperti Hong Kong, Malaysia, Singapura hingga beberapa negara di Benua Eropa.

Selain itu, pria berusia 46 tahun ini juga aktif mengikuti sejumlah pameran langsung ataupun pameran virtual yang difasilitasi Bank Indonesia dan beberapa kementerian.

Widiadnyana dengan bisnis songketnya ini merupakan satu diantara lebih dari 158 ribu pedagang di Provinsi Bali yang telah merasakan manfaat dan keunggulan kehadiran QRIS.

Selain Widiadnyana, ada juga Komang Sukarsana selaku Ketua Kelompok Tani Sari Pertiwi dari Songan, Kintamani, Kabupaten Bangli yang berbagi pengalaman menggunakan QRIS.

Sukarsana dengan bisnis kopi arabika dan klaster bawang merahnya mengatakan sudah familiar menggunakan QRIS. Bahkan dia mengaku sudah dilibatkan dari sejak tahap uji coba penggunaan QRIS pada awal 2019 saat mengikuti pameran di Jakarta.

“QRIS itu simpel, sekarang kalau mau belanja kemana-mana, dengan pakai QRIS lebih gampang dan tidak ribet. Terlebih saat mengikuti kegiatan pameran akan sangat membantu karena praktis, cepat dan tidak ribet,” ucap pria yang akrab dipanggil Komang ini.

Berita Finansial | Sumber : QRIS cocok untuk UMKM hingga kebangkitan Bali

Check Also

Dolar turun terhadap beberapa mata uang, bitcoin naik ke rekor puncak

Dolar jatuh ke terendah satu minggu saat saham capai rekor tertinggi

New York (ANTARA) – Dolar AS merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *