Monday , 21 September 2020
Home / Properti / PUPR Tambah Alokasi Program BSPS Untuk 1.228 RTLH di Propinsi Sumbar – Property & Bank

PUPR Tambah Alokasi Program BSPS Untuk 1.228 RTLH di Propinsi Sumbar – Property & Bank

PROPERTI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah alokasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah tahap II untuk 1.228 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Sumatera Barat.
“Untuk program BSPS tahap II ini terbagi menjadi dua sumber dana yaitu  dana rupiah murni   dan  dana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri National Affordable Housing Program (PHLN-NAHP). Provinsi Sumatera Barat mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 228 dari dana rupiah murni  dan 1.000 unit dari dana PHLN-NAHP,” ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Barat, Nursal, di Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Nursal menjelaskan, pelaksanaan Program BSPS dana PHLN-NAHP disalurkan di lima Kabupaten yaitu Kabupaten Agam (160 unit), Kabupaten Tanah Datar (140 unit), Kabupaten Pasaman Barat (100 unit), Kabupaten Pesisir Selatan (390 unit), dan Kabupaten Solok Selatan (210 unit).  Sedangkan untuk dana yang  bersumber dari rupiah murni dilaksanakan di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Padang Pariaman (180 unit) dan Kabupaten Solok Selatan (48 unit).
Hal tersebut berdasarkan surat  Direktur Rumah Swadaya Nomor RU.1002-RW/414 tanggal 20 Mei 2020 tentang Alokasi Jumlah Unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2020 dan SK Direktur Jenderal Perumahan Nomor 56/ KPTS/DR/2020 Tanggal  13 Mei 2020 tentang perubahan atas keputusan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Nomor 37/KPTS/DR/2020 tanggal 14 April 2020.

“Sebelumnya jumlah alokasi Program BSPS  di Provinsi Sumatera Barat Tahap I sebanyak  3.772 unit, Tahap II sebanyak 1.228 unit. Dengan adanya tambahan ini maka total keseluruhan Program BSPS menjadi 5.000 unit rumah,” terangnya.
Program BSPS, imbuh Nursal, pada dasarnya hanya bersifat stimulan untuk merangsang masyarakat agar dapat memiliki rumah yang layak huni. Jumlah bantuan yang diberikan adalah peningkatan kualitas rumah sebesar Rp 17,5 juta per unit rumah. Penyaluran dana ini dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama disalurkan sebesar Rp 7.5 juta untuk pembelian bahan material di toko bahan bangunan dan  Rp 1,25 juta disalurkan untuk upah tukang. Sedangkan untuk tahap kedua disalurkan setelah progress pembangunan mencapai 30 persen dengan rincian Rp 7,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan  Rp 1,25 disalurkan untuk upah tukang.

“Kami juga menugaskan Koordinator Fasilitator dan Tenaga Fasilitator Lapangan serta Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/ kota untuk mendampingi masyakat dalam pelaksanaan Program BSPS sehingga penyalurannya tepat sasaran,” katanya.

Berita Properti | Sumber : PUPR Tambah Alokasi Program BSPS Untuk 1.228 RTLH di Propinsi Sumbar – Property & Bank

Check Also

PSBB Jilid II DIterapkan, Serapan Kantor dan Mal di Jakarta Anjlok 58 Persen - Property & Bank

PSBB Jilid II DIterapkan, Serapan Kantor dan Mal di Jakarta Anjlok 58 Persen – Property & Bank

PROPERTI – Konsultan properti, Savills Indonesia menyatakan serapan perkantoran maupun pusat perbelanjaan di DKI Jakarta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *