Wednesday , 23 September 2020
Home / Keuangan & Perbankan / Properti Masih Sulit, Pengembang Harap Pemerintah Bergerak Lebih Cepat – Property & Bank

Properti Masih Sulit, Pengembang Harap Pemerintah Bergerak Lebih Cepat – Property & Bank

PROPERTI — Pelaku properti di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), dalam beberapa tahun terakhir mengaku mengalami penurunan penjualan. Munculnya pandemi Covid-19 makin menghantam industri properti bahkan hampir semua sektor industri.
Oleh karena itu, pengembang di Jabodetabek yang tergabung dalam Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta, mengharapkan adanya gerak cepat pemerintah untuk segera memulihkan sektor properti. Terlebih lagi, meskipun peningkatan yang terjadi masih kecil di akhir 2019, sektor properti mulai membaik.

“Sebetulnya tahun lalu agak berat, tetapi kami masih optimis. Dari hasil survey dan riset kami, 73 persen menyatakan bahwa kondisi realestat sama atau bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebanyak 61 persen menyatakan penjualan produk tahun 2019 sama atau bahkan lebih baik dari  tahun sebelumnya. Dari sisi regulasi dan dukungan pembiayaan demikian juga,” jelas Ketua DPD REI DKI Jakarta, Arvin F. Iskandar.
Lebih lanjut dikatakan Arvin, sebanyak 86,5 persen menyatakan bahwa suku bunga kredit memberikan dampak lebih baik bagi iklim usaha. Sedangkan 79,3 persen menyatakan pemerintah sudah cukup baik, bahkan sangat baik dalam menyediakan infrastruktur. Kendati awal 2020 realestat digempur pandemi Covid-19, Arvin berharap berbagai stimulus yang diberikan pemerintah bisa dieksekusi pelaku usaha.

Arvin mengeluhkan, hampir semua subsektor realestat terdampak pandemi Covid-19. Dia mencontohkan okupansi hotel maksimum hanya tinggal 15-20 persen. Demikian juga dengan ritel. Beberapa anggota REI DKI Jakarta, kata dia, yang kesulitan sudah meminta rescheduling hutang ke perbankan. Namun, dia akui tidak gampang.
“Untuk jenis residensial, kami mendapat banyak laporan dari anggota yang semakin banyak susah melakukan akad kredit terkait persyaratan perbankan. Maka, beragam strategi untuk bertahan dilakukan. Diantaranya menekan biaya operasional semaksimal mungkin, gimmix marketing, serta pemberian subsidi bunga oleh pengembang,” urai Arvin.
Melihat kondisi tersebut, Arvin mengharapkan pemerintah untuk gerak cepat seperti permudah perijinan misalnya. Bangsa ini tentu tidak berharap terjadi resesi dan pengembang harus kerja sangat keras untuk bisa bertahan. Pandemi membuat sebagian besar pengembang di REI DKI Jakarta terus melemah akibat penurunan aktivitas ekonomi karena penjualan drop dan biaya yang harus dikeluarkan tetap.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk menggairahkan bisnis realestat dengan memberikan keringanan pajak hotel dan restoran dalam menghadapi pandemi virus corona. Dengan adanya stimulus dari otoritas yang berwenang, kami berharap ada pertimbangan agar jangan sampai pengembang mengalami kesulitan untuk membayar kredit. Beri kami ruang gerak dulu, minimum sampai akhir tahun,” harap Arvin.
REI DKI Jakarta juga minta pemberian diskon 50 persen Pajak Bumi dan Bangunan untuk tahun 2019, penundaan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) 2020-2021, tanpa denda, potongan pajak reklame 50 persen, dan PPh + pajak hotel tidak diberlakukan karena selama 5 bulan banyak hotel dan bisnis ritel yang tutup tidak operasional serta Tarif PLN dan Gas diberikan diskon.

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Properti Masih Sulit, Pengembang Harap Pemerintah Bergerak Lebih Cepat – Property & Bank

Check Also

Dipasarkan Mulai Rp 3,5 Miliar, Collins Marketplace Dengan Outdoor Park 800 m2 - Property & Bank

Dipasarkan Mulai Rp 3,5 Miliar, Collins Marketplace Dengan Outdoor Park 800 m2 – Property & Bank

KOMERSIAL – PT Perintis Triniti Properti Tbk kembali memperkenalkan salah satu proyek masterpiecenya yang berlokasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *