Wednesday , 20 January 2021
Home / Ekonomi / Pariwisata Bali bangkit, tunggu berakhirnya COVID-19

Pariwisata Bali bangkit, tunggu berakhirnya COVID-19

Denpasar (ANTARA) – Dampak pandemi COVID-19 cukup meluas di berbagai sektor, bahkan melumpuhkan sektor andalan Indonesia, khususnya Bali. Andalan sektor di Pulau Dewata tersebut kini seakan suram dan masyarakat pasrah menunggu berakhirnya pandemi ini.

Di Bali yang dulunya hiruk-pikuk dengan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, namun pandemi COVID-19 seakan menghentikan seluruh aktivitas warga, dan di objek-objek wisata di pulau yang dijuluki “seribu pura” tersebut. Tapi semua masyarakat optimistis pariwisata Bali akan bangkit lagi, jika pandemi ini berakhir.

Sebelum pandemi COVID-19 yang melanda sebagian besar dunia, ribuan turis mancanegara menyempatkan kunjungan ke destinasi wisata di Pulau Bali. Di objek-objek wisata tersebut setiap hari tak henti-hentinya dikunjungi para turis mancanegara. Terlebih pada akhir tahun, pesanan kamar hotel dan vila semua penuh untuk mengisi liburan dan menyaksikan seni budaya, panorama alam yang eksotik.

Sehingga ada kesan dari pelancong, akhir tahun dan menyongsong tahun baru wajib di Bali, karena Pulau Dewata sebagai momentum bagi wisatawan untuk merayakan suka-citanya bersama keluarga dan orang-orang yang dicintainya.

Keindahan panorama dan kuatnya tradisi serta seni masyarakat Bali, menjadikan sebuah karunia Tuhan yang penuh “Taksu” (kharisma) untuk dapat dinikmati oleh masyarakat dunia. Sehingga para turis negeri Kangguru (Australia) bahkan menganggap Bali sebagai rumah keduanya untuk berlibur bersama keluarga.

Kabupaten Badung yang “mengeruk” pendapatan dari pajak hotel dan restoran (PHR), maka dengan kasus pandemi COVID-19 ini tak berdaya lagi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD dalam penyusunan APBD Pemkab Badung 2021.

Pemerintah Badung terus berupaya untuk mengajak masyarakat dan komponen pariwisata melakukan sosialisasi agar menerapkan anjuran pemerintah mengenai protokol kesehatan sebagai upaya menekan kasus pandemi COVID-19.

Seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, terus melakukan sosialisasi penerapan protokol Cleanliness, Health, Safety, Environmental sustainability (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan kepada pelaku industri pariwisata setempat.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Cokorda Raka Darmawan saat Gathering Kepariwisataan Implementasi Protokol CHSE di Kuta Utara Badung, pekan lalu mengatakan Implementasi protokol kesehatan berbasis CHSE adalah upaya bersama untuk menuju pariwisata yang berkualitas di Kabupaten Badung.

Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pariwisata Badung tersebut dilakukan secara hibrida atau langsung dan daring dengan dihadiri sejumlah stakeholder pariwisata di Kecamatan Kuta Utara.

Berita Ekonomi | Sumber : Pariwisata Bali bangkit, tunggu berakhirnya COVID-19

Check Also

Kemenperin dorong industri makanan kembangkan produk dan teknologi

Kemenperin dorong industri makanan kembangkan produk dan teknologi

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perindustrian mendorong industri makanan dan minuman untuk berinovasi mengembangkan produk sekaligus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *