Thursday , 4 March 2021
Home / Ekonomi / Pakar: KRL Yogyakarta-Solo beri manfaat ekonomi

Pakar: KRL Yogyakarta-Solo beri manfaat ekonomi

perjalanan dengan KRL Yogya Solo akan menghemat waktu sekitar 34 menit dibanding mengunakan jalan daratJakarta (ANTARA) – Pakar transportasi Djoko Setijowarno menilai beroperasinya Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta-Solo akan memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi warga di Yogyakarta, Klaten, dan Solo.

Pengoperasian KRL Yogyakarta-Solo tidak hanya meningkatkan aksestabilitas tetapi juga akan memudahkan integrasi dalam bertransportasi.

“Pemda (pemerintah daerah) yang dilewati mestinya betul-betul dapat memanfaatkan keberadaan moda transportasi ini sebagai peluang meningkatkan perekonomian di daerahnya,” kata Djoko yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) , dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis.

Keenam stasiun itu, kata dia, juga terakses dengan jaringan angkutan pedesaan, tetapi sayangnya sekarang angkutan pedesaan di Klaten mati suri dan bahkan sulit untuk bangkit kembali tanpa ada pertolongan dari pemerintah.

Pengajar Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang itu mengingatkan perlunya peran pemda setempat untuk pengoperasian angkutan pedesaan, seiring dengan dioperasikannya KRL Yogyakarta-Solo.

Apalagi, kata dia, wisata pedesaan dan kuliner di Klaten cukup pesat perkembangannya akhir-akhir ini, seperti Wisata Mata Air Cokro, Umbul Pongok, Cokro Umbul Ingas. Juga kuliner pedesaan, seperti Sate Kambing Pak Suli, Bebek Goreng Pak Tohir, Bale Tirto Resto, Kafe Kopi Sawah, Wedang Kopi Prambanan, Warung Apung Rowo Jombor, Omah Eyang Resto.

Sebagai catatan, Djoko mengatakan KRL Yogyakarta-Solo menginspirasi untuk membangun hal serupa kereta perkotaan di wilayah perkotaan lainnya, seperti Surabaya Perkotaan (Surabaya-Lamongan, Surabaya-Sidoarjo, dan Surabaya-Mojokerto), Bandung Perkotaan (Padalarang-Bandung-Rancaekek), Semarang Perkotaan (Gubug-Semarang-Weleri).

Kemudian, layanan KRL Yogyakarta-Solo hendaknya dapat diperpanjang hingga Kutoarjo, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Adi Soemarmo dan Sragen, serta dapat terintegrasi dengan Bus Trans Yogya dan Bus Batik Solo Trans (BST).

“Selanjutnya, perlu dipikirkan bagi warga sejak dari asal keberangkatan hingga tujuan menggunakan transportasi umum. Boleh berganti moda transportasi umum dan dapat berlangganan akan mendapatkan tarif yang lebih murah dari biasanya. Tarif langganan per minggu atau per bulan,” pungkasnya.

Berita Ekonomi | Sumber : Pakar: KRL Yogyakarta-Solo beri manfaat ekonomi

Check Also

Padang targetkan kunjungan 5,6 juta wisatawan pada 2021

Padang targetkan kunjungan 5,6 juta wisatawan pada 2021

Padang (ANTARA) – Pemerintah Kota Padang menargetkan kunjungan 5,6 juta wisatawan pada 2021 atau sama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *