Sunday , 29 November 2020
Home / Bisnis / Meski terdampak pandemi, kredit Bank BTPN tumbuh 6 persen

Meski terdampak pandemi, kredit Bank BTPN tumbuh 6 persen

Kami bersyukur bahwa kami masih bisa membukukan pertumbuhan kredit yang cukup bagus, bahkan di atas pertumbuhan industri, di tengah situasi ekonomi yang menantang bagi kita semua.Jakarta (ANTARA) – PT Bank BTPN Tbk mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp148,8 triliun sampai dengan akhir kuartal III-2020, tumbuh 6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu meski terdampak pandemi COVID-19 yang mengakibatkan turunnya laba perseroan.

“Kami bersyukur bahwa kami masih bisa membukukan pertumbuhan kredit yang cukup bagus, bahkan di atas pertumbuhan industri, di tengah situasi ekonomi yang menantang bagi kita semua,” kata Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

Pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh segmen korporasi yang meningkat 21 persen menjadi Rp89,3 triliun pada akhir kuartal III-2020. Pembiayaan segmen korporasi yang merupakan pembiayaan jangka panjang, diantaranya untuk proyek ketahanan energi, ketahanan pangan dan infrastruktur, merupakan komitmen emiten berkode BTPN tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Bank BTPN juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 3 persen (yoy), dari Rp182,2 triliun menjadi Rp186,9 triliun, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) 24,9 persen.

“Kami yakin dengan permodalan yang kuat dan dukungan global dari SMBC, kami akan mampu memberi pelayanan lebih baik kepada jutaan nasabah serta berkontribusi lebih nyata kepada perekonomian nasional,” ujar Ongki.

Ongki menuturkan, COVID-19 mempengaruhi kinerja industri perbankan di tahun ini, termasuk Bank BTPN. Melemahnya kondisi perekonomian dan pengaruhnya terhadap debitur perbankan menyebabkan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) meningkat sebesar 84 persen menjadi Rp1,95 triliun, pendapatan bunga bersih turun 2 persen menjadi Rp7,9 triliun dengan adanya penurunan imbal hasil (yield) seiring penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan restrukturisasi kredit.

Kenaikan biaya CKPN dan tekanan di pendapatan bunga bersih bank menyebabkan laba bersih BTPN turun sebesar 21 persen menjadi Rp1,5 triliun sepanjang periode Januari-September tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Terkait portofolio yang terdampak langsung dari pandemi, Bank BTPN telah melakukan langkah restrukturisasi. Hingga akhir September 2020 total nilai kredit yang disetujui untuk mendapat restrukturisasi kredit adalah sebesar Rp11,6 triliun atau sekitar 7,8 persen dari keseluruhan portofolio kredit konsolidasi.

Sementara itu, Jenius yang merupakan platform untuk melayani segmen nasabah yang lebih luas sekaligus memenuhi kebutuhan para pelaku ekonomi digital, total penggunanya naik 37 persen (yoy) menjadi 2,8 juta, sementara total dana pihak ketiga Jenius bertumbuh 136 persen menjadi hampir Rp12,2 triliun (yoy).

“Pertumbuhan jumlah pengguna dan dana pihak ketiga Jenius tidak lepas dari kebutuhan masyarakat yang makin meningkat terhadap produk simpanan di era pandemi ini,” ujar Ongki.

Berita Bisnis | Sumber : Meski terdampak pandemi, kredit Bank BTPN tumbuh 6 persen

Check Also

Pemkot Malang akan revitalisasi tiga pasar rakyat pada 2021

Pemkot Malang akan revitalisasi tiga pasar rakyat pada 2021

Untuk pendanaan masih akan dilakukan hearing dengan Komisi BMalang, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *