Friday , 27 November 2020
Home / Finansial / Merajut asa pertumbuhan ekonomi lebih baik 2021

Merajut asa pertumbuhan ekonomi lebih baik 2021

Penurunan kinerja konsumsi rumah tangga tersebut menjadi pemicu utama kontraksi ekonomi Indonesia yang pada triwulan II 2020 mencapai minus 5,32 persen.Jakarta (ANTARA) – “Saya tidak akan pernah berhenti mengingatkan kita semua bahwa jangan lah kita lelah mencintai Republik ini,” adalah rangkaian kata yang selalu didengungkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk memberi percikan semangat bagi seluruh masyarakat.

Rangkaian kata tersebut sekiranya merupakan simbol pantang menyerah seluruh elemen bangsa di saat negara tercinta sedang didera krisis pandemi COVID-19 yang mampu mengoyak hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Terlebih lagi sebenarnya Indonesia memiliki optimisme tinggi saat menyambut awal tahun ini mengingat sinyal positif dari ekonomi global yang pada tahun sebelumnya penuh gejolak seperti perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang mulai mereda.

Optimisme itu seakan terenggut ketika COVID-19 yang awalnya hanya menyerang Kota Wuhan, China, akhirnya merebak ke berbagai negara hingga resmi dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret.

Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 memberikan kabar sangat mengejutkan bahwa dua Warga Negara Indonesia (WNI) terinfeksi COVID-19 yang otomatis merupakan kasus pertama bagi negara ini hingga seluruh masyarakat seketika panik.

Pemerintah perlu melakukan persiapan secara maksimal agar penyerapan stimulus 2021 lebih maksimal sehingga mampu mendorong ekonomi tumbuh lebih baik dan mencapai target.

Kemudian harapan ekonomi membaik juga disampaikan oleh Direktur riset CORE Indonesia Piter Abdullah yang memprediksikan ekonomi Indonesia akan pulih secara penuh pada kuartal IV tahun depan.

Menurutnya, kebangkitan ekonomi 2021 mulai dirasakan sejak kuartal II karena ketersediaan vaksin mendorong euforia masyarakat untuk meningkatkan aktivitas, mengakselerasi konsumsi kemudian diikuti oleh perbaikan dunia usaha dan investasi.

“Adanya vaksin akan meningkatkan keyakinan pandemi akan berakhir tahun depan sehingga pemulihan ekonomi bisa dimulai,” katanya.

Pemerintah sendiri telah gencar menyiapkan vaksin dalam waktu dekat seperti yang dikatakan oleh Ketua Tim Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga memastikan tiga juta vaksin COVID-19 dari Sinovac siap masuk Indonesia akhir 2020 meski perlu waktu untuk kegiatan vaksinasi karena menunggu uji sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pemerintah dalam mencari sumber-sumber vaksin melakukan diplomasi dan kerja sama dengan sejumlah negara baik secara bilateral maupun lewat mekanisme multilateral yang melibatkan organisasi/lembaga internasional.

Secara bilateral terdapat tiga produsen vaksin asal China yaitu Sinovac, Sinopharm, dan CanSino yang telah sepakat untuk menyediakan konsentrat vaksin COVID-19 bagi Indonesia.

Indonesia meneken kesepakatan untuk pengadaan 143 juta dosis konsentrat vaksin yang dimulai November 2020 dengan Sinovac, kemudian Sinopharm dan CanSino masing-masing 65 juta dan 15 juta hingga 20 juta konsentrat vaksin.

Dikutip dari “Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma’ruf: Bangkit untuk Indonesia Maju”, Sinovac juga berkomitmen mengadakan 3 juta dosis vaksin siap pakai yang akan dikirim secara bertahap pada November dan Desember.

Selain dengan China, Indonesia menjalin kerja sama vaksin dengan perusahaan teknologi G-24 asal Uni Emirat Arab (UAE) pertengahan Agustus dengan memasok 10 juta dosis vaksin melalui kerja sama dengan PT Kimia Farma.

Kemudian belum lama ini, Indonesia juga berhasil mengamankan 100 juta dosis vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh AstraZeneca yang diharapkan pengiriman pertama vaksin itu dapat dilakukan pada Maret 2021.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyatakan vaksin mampu memberikan harapan dalam proses pemulihan ekonomi karena masyarakat dapat leluasa melakukan aktifitas ekonomi.

“Ketika vaksin sudah lulus uji dan disepekati atau diterima oleh dunia internasional ini memberikan harapan terkait proses pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menuturkan kunci memulihkan ekonomi selama vaksin belum tersedia adalah dengan menggencarkan testing, tracing, treatment, dan bantuan sosial.

Hal tersebut harus dilakukan demi mengejar perbaikan ekonomi seperti yang telah berhasil dicapai oleh Vietnam dan China dengan masing-masing pertumbuhan kembali positif ke level 3,2 persen dan 0,3 persen pada kuartal II 2020.

Terlebih lagi, Bhima menyatakan distribusi vaksin di Indonesia memakan biaya dan waktu yang tidak sedikit untuk menjangkau 269 juta penduduk Indonesia dengan kondisi geografis negara yang sangat luas.

“Kuncinya adalah testing, tracing dan treatment serta bantuan sosial yang memadai,” katanya.

Mengutip dari semangat dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, segala upaya pemerintah dan masyarakat yang saling bahu-membahu untuk mengeluarkan Indonesia dari krisis pandemi ini pasti akan berhasil.

Sri Mulyani mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk tak kenal lelah dan putus asa serta terus berikhtiar dalam membangun dan memperbaiki Indonesia.

“Kita insya Allah berhasil. Oleh karena itu berdoa menjadi penting dan terus-menerus berikhtiar tanpa kenal lelah, tanpa kenal putus asa untuk terus memperbaiki dan membangun Indonesia ,” tegasnya.

Berita Finansial | Sumber : Merajut asa pertumbuhan ekonomi lebih baik 2021

Check Also

BI Bali fasilitasi UMKM terhubung platform pemasaran digital

BI Bali fasilitasi UMKM terhubung platform pemasaran digital

Kita semua tentu sepakat bahwa UMKM sebagai penopang perekonomian nasional maupun daerah sangat terdampak oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *