Sunday , 20 September 2020
Home / Finansial / Menkeu targetkan penerimaan dividen BUMN Rp26,1 triliun

Menkeu targetkan penerimaan dividen BUMN Rp26,1 triliun

Ini paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnyaJakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui dividen BUMN sebesar Rp26,1 triliun pada RAPBN 2021.

“Ini paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Menkeu dalam konferensi pers RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, penurunan itu sebagai akibat dari menurunnya kinerja keuangan dampak pandemi COVID-19.

Dalam buku Nota Keuangan 2021 disebutkan, dampak panderni COVID-19 yang cukup berat dirasakan oleh BUMN yang bergerak di sektor perhubungan, pariwisata dan industri manufaktur.

Laba bersih BUMN diproyeksikan mengalami penurunan, sehingga berdampak pada dividen yang dapat dibagikan kepada pemegang saham.

Disampaikan, kebijakan yang akan ditempuh pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan dividen BUMN dalam tahun 2021, antara lain, pertama, menjaga profitabilitas dan likuiditas perusahaan dengan mempertimbangkan tingkat laba, kemampuan pendanaan, dan solvabilitas.

Kedua, menjaga persepsi investor yang dapat berpotensi menurunkan nilai pasar BUMN yang terdaftar di bursa efek.

Ketiga, penyesuaian regulasi dan perjanjian yang mengikat BUMN Keempat, penetapan dividen lebih selektif untuk menyeimbangkan antara kebutuhan APBN dengan pelaksanaan program dan kesinambungan usaha BUMN.

Dan, kelima reformasi dan penataan BUMN dalam rangka memperbaiki kinerja BUMN sehingga mampu meningkatkan penerimaan negara.

Berita Finansial | Sumber : Menkeu targetkan penerimaan dividen BUMN Rp26,1 triliun

Check Also

Dolar tergelincir setelah Trump menyarankan penundaan pilpres

Dolar AS merosot lagi, jatuh terhadap yen lima hari berturut-turut

New York (ANTARA) – Dolar AS kembali melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *