Friday , 23 October 2020
Home / Finansial / Menggenjot peran ekonomi syariah dalam menghadapi resesi

Menggenjot peran ekonomi syariah dalam menghadapi resesi

Pemulihan ekonomi dan keuangan juga harus menyentuh ekonomi dan keuangan syariah. Stimulus yang diberikan pemerintah tersebut harus melibatkan sektor ekonomi dan keuangan syariah.Jakarta (ANTARA) – Pandemi COVID-19 yang terus merebak telah membuat ekonomi global mengalami tekanan berat. Dampak dari pandemi yang sudah di depan mata adalah kemungkinan terjadi krisis berkepanjangan setelah resesi menimpa hampir seluruh negara.

Pada saat kapasitas mesin pertumbuhan ekonomi suatu negara itu tidak maksimal,  dipastikan pertumbuhan ekonomi langsung menurun hingga ke level negatif atau terkontraksi dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda.

Di tengah risiko pelemahan ekonomi global, Pemerintah Indonesia perlu kembali mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Menurut data globalreligiusfuture.org, jumlah penduduk Muslim di Indonesia diperkirakan mencapai 229,62 juta jiwa pada 2020. Jumlah ini bisa menjadi basis pengembangan potensi ekonomi syariah sebagai penggerak perekonomian.

Bank Indonesia mengimplementasikan blue print ekonomi dan keuangan syariah, yang menjadi visi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Implementasi blue print ini didukung oleh tiga pilar, pertama, pemberdayaan syariah yang berbasis syariah economic empowerment, berbasis halal value chain dan pengembangan ekosistem.

Kedua, pendalaman pasar syariah terutama untuk meningkatkan likuiditas manajemen dan mendukung pengembangan bisnis keuangan syariah. Ketiga, pendidikan syariah untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah

Pentingnya riset soal ekonomi syariah yang berdasarkan metodologi ilmiah juga disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kemampuan dan peran dari riset di bidang ekonomi dan keuangan syariah dapat terus ditingkatkan untuk berkontribusi menyempurnakan berbagai kebijakan pemerintah.

Selain untuk membangun ekosistem yang baik, riset juga dapat menjadi acuan industri keuangan dan ekonomi syariah Indonesia dalam melakukan ekspansi ke tingkat global melalui produk halal karena memiliki potensi yang besar.

“Saya berharap perguruan tinggi akan terus melakukan riset dengan cara bersungguh-sungguh dan terus membuka dari sisi data metodologi serta cara menganalisa,” kata Sri Mulyani.

Melalui riset diharapkan dapat menciptakan koreksi dan rekomendasi kepada pemerintah untuk mendorong peningkatan dan penguatan industri keuangan dan ekonomi syariah.

Tak hanya itu, riset juga berperan penting dalam memberikan gambaran solusi kepada pemerintah di tengah adanya berbagai dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian Tanah Air.

“Bagaimana ekosistem dibangun serta policy instrumen dan kehandalan yang didukung oleh data baik pada level mikro perusahaan. Ini tantangan dan sekaligus keinginan untuk membangun riset di bidang ekonomi dan keuangan syariah,” kata Sri Mulyani.

Pemerintah terus bekerja keras membangun ekosistem ekonomi syariah, dimulai dari kebijakan, regulasi, instrumen dan langkah-langkah yang bisa menjawab kebutuhan umat yang inklusif.

Berita Finansial | Sumber : Menggenjot peran ekonomi syariah dalam menghadapi resesi

Check Also

Sri Mulyani: Pesantren berperan penting, strategis, dan unik

Sri Mulyani: Pesantren berperan penting, strategis, dan unik

Jumlah yang sangat besar ini memegang peranan sangat penting, strategis, dan unik di dalam pembangunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *