Sunday , 20 September 2020
Home / Bisnis / Menggali potensi ekonomi di kepulauan Makassar dan Pangkep

Menggali potensi ekonomi di kepulauan Makassar dan Pangkep

Makassar (ANTARA) – Kota Makassar dengan jumlah penduduk sekitar 4 juta jiwa, sebagian di antaranya berada 11 pulau yang ada di wilayah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan. Dari 11 pulau tersebut, Pulau Kodingareng merupakan pulau terbesar dan terpadat penduduknya.

Untuk sampai ke pulau ini, cukup naik perahu kayu yang disebut ‘jolloro’ melalui dermaga Kayu Bangkoa yang berada di sela pertokoan dan hotel di kawasan Pantai Losari dan kawasan pecinan Somba Opu.

Hanya sekitar sejam perjalanan melalui laut dengan biaya Rp15 ribu per orang, pengujung akan tiba di dermaga Pulau Kodingareng yang berhadapan langsung dengan masjid dan sekolah dasar.

Dengan jumlah penduduk sebanyak 4.526 jiwa dengan 1.081 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas bekerja sebagai nelayan merupakan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengembangkan pulau ini sebagai objek wisata bahari yang sarat dengan kuliner khas pulau.

Salah satunya adalah kuliner abon ikan yang sudah dikembangkan warga setempat sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga nelayan. Begitu pula dengan kuliner yang dijadikan sambal yang dikenal dengan istilah ”cao”.

Cao adalah sambal yang terbuat dari ikan mentah biasanya ikan teri atau udang yang difermentasi dengan nasi ditambah cuka dan garam. Sambal khas ini ditempatkan di dalam botol kaca ataupun plastik, kemudian dijual ataupun dijadikan buah tangan atau oleh-oleh.

”Alhamdulillah, ibu-ibu kini sudah ada tambahan penghasilan dengan mengolah hasil tangkapan para suami yang melaut. Sebagian hasil melaut itu dijual ke pedagang pengumpul atau ke pelelangan, dan sebagian lagi dijadikan produk industri rumah tangga,” tutur Ketua Kelompok Industri Rumah Tangga yang memproduksi abon ikan, ‘Hayati’.

Pontensi membuat dodol, abon ikan dan sambal cao, menurut Camat Liukang Tupa’biring Wahyuddin akan dikembangkan menjadi industri rumah tangga yang lebih tertata dan profesional.

”Sehingga ke depan, potensi itu dapat menjadi sumber pendapatan yang tetap, bukan hanya tentatif atau dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja,” papar-nya.

Hal senada dikemukakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangkep Hj Andi Faridah.

Dia mengatakan, warga kepulauan selain diberi bantuan alat tangkap dan perahu, juga diberi keterampilan untuk mengolah hasil tangkapan. Hal itu dimaksudkan agar kesejahteraan warga yang berada di wilayah kepulauan dapat meningkat.

Dengan mengangkat potensi wilayah kepulauan, segala keterbatasan yang masih membelit warga di pulau, diharapkan secara bertahap dapat terkikis, sehingga kelak warga pulau dan warga yang ada di daratan mendapatkan kesempatan yang sama mendapatkan dan menerima layanan dasar dan layanan publik.

Berita Bisnis | Sumber : Menggali potensi ekonomi di kepulauan Makassar dan Pangkep

Check Also

Dana cukai tembakau seharusnya lebih fokus untuk petani dan buruh

Dana cukai tembakau seharusnya lebih fokus untuk petani dan buruh

Semestinya pemerintah merumuskan rencana strategis yang berbasis kesejahteraan petani, tidak semata menonjolkan peran industri hasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *