Thursday , 22 October 2020
Home / Bursa / Mengejar pertumbuhan pasar modal ketika pagebluk

Mengejar pertumbuhan pasar modal ketika pagebluk

Pandemi ini memiliki dampak terhadap dunia usaha. Tentunya BEI berharap seluruh sektor usaha dapat segera pulih dan memiliki performa yang baikJakarta (ANTARA) – “Saat awal kita menghadapi pandemi COVID-19 ini, ada kekhawatiran dalam diri saya terhadap industri pasar modal Indonesia apakah mampu bertahan..”

Kata-kata itu meluncur dari orang nomor satu di Tanah Air. Ungkapan walang hati atas ketidakpastian akibat pagebluk  atau pandemi yang berkepanjangan. Meski kemudian diiringi apresiasi karena kekhawatirannya tidak terjadi.

Tujuh bulan lebih Virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merebak di Indonesia, dampak yang muncul dari makhluk hidup tak kasat mata itu begitu nyata. Semua sektor usaha tak luput kena imbas.

Berdasarkan Survei Dampak COVID-19 terhadap Pelaku Usaha yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 10-26 Juli 2020, sebanyak 82,85 persen perusahaan pendapatannya menurun, 14,6 persen tetap, dan 2,55 persen meningkat. Artinya, secara umum 8 dari setiap 10 perusahaan cenderung mengalami penurunan pendapatan.

Ditilik dari sektor usahanya, tiga sektor usaha tertinggi terdampak COVID-19 yaitu akomodasi dan makan minum 92,47 persen, jasa lainnya 90,9 persen, serta transportasi dan pergudangan 90,34 persen. Sedangkan tiga sektor usaha terendah terdampak COVID-19 antara lain air dan pengelolaan sampah 68 persen, listrik dan gas 67,85 persen, dan real estate 59,15 persen.

Kendati demikian, hasil survei tersebut juga menunjukkan ada pelaku usaha yang memandang kondisi pandemi sebagai peluang. Sebanyak 55 dari setiap 100 pelaku usaha cenderung telah memiliki rencana walau baru 17 saja yang sudah menyiapkannya lebih baik. Sebanyak 8 dari setiap 10 perusahaan juga optimistis bahwa usaha mereka akan pulih dalam waktu maksimal enam bulan ke depan.

Di pasar modal sendiri, seperti kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), kegiatannya tetap terjaga dan bahkan pasar modal tetap dapat menorehkan kinerja yang relatif baik. Hingga saat ini, sudah ada 46 emiten baru yang melantai di bursa sepanjang 2020, tertinggi di antara bursa ASEAN. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, terdapat delapan pipeline perusahaan lagi yang berencana akan melakukan pencatatan saham di bursa pada tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan selaku regulator, pasar modal bersama OJK pihaknya telah menginisiasi beberapa stimulus dan relaksasi untuk para pemangku kepentingan pasar modal khususnya bagi calon perusahaan tercatat dan perusahaan tercatat selama berlangsungnya wabah COVID-19.

Regulator merelaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan Desember 2019, kuartal I 2020, dan kuartal II 2020, atau laporan keuangan tengah tahun, serta batas waktu pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selain itu, kebijakan paparan publik dapat dilakukan secara elektronik, di mana BEI menyediakan peminjaman akun aplikasi pendukungnya. Kebijakan mengenai pembelian kembali saham (buyback) bagi perusahaan tercatat pun diterbitkan.

Otoritas juga memperpanjang jangka waktu berlakunya laporan keuangan dan laporan penilai di pasar modal, perpanjangan masa penawaran awal dan penundaan atau pembatalan penawaran umum, serta pengurangan biaya pencatatan awal saham atau Initial Listing Fee (ILF) dan saham tambahan di BEI sebesar 50 persen.

Sementara itu kebijakan terkait pajak yaitu berupa penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan akan tetap didapatkan untuk perusahaan tercatat saham yang melakukan buyback saham. Selain itu, berdasarkan Perpu 1 Tahun 2020 (kemudian disahkan menjadi UU No. 2 Tahun 2020) dan PP No. 30 Tahun 2020, perusahaan tercatat memperoleh insentif tarif PPh Badan sebesar 3 persen lebih rendah dari tarif yang telah diatur sebelumnya.

Melalui sejumlah stimulus dan relaksasi tersebut, regulator berharap pelaku pasar modal dapat bertahan di masa pandemi dan perlahan bangkit.

“Pandemi ini memiliki dampak terhadap dunia usaha. Tentunya BEI berharap seluruh sektor usaha dapat segera pulih dan memiliki performa yang baik,” ujar Nyoman.

Berita Bursa | Sumber : Mengejar pertumbuhan pasar modal ketika pagebluk

Check Also

Saham Korsel berakhir lebih tinggi, indeks KOSPI menguat 0,80 persen

Saham Korsel berakhir lebih tinggi, indeks KOSPI naik 0,50 persen

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Korea Selatan (Korsel) berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa, membukukan kenaikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *