Friday , 27 November 2020
Home / Ekonomi / Mengatasi masalah pakan ikan dengan Gerakan Pakan Mandiri

Mengatasi masalah pakan ikan dengan Gerakan Pakan Mandiri

kehadiran pakan mandiri bagi pembudi daya ikan memberikan efek positif karena menambah keuntungan pembudi daya hingga 2 – 3 kali lipatnya atau tumbuh pada kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram produksi.Jakarta (ANTARA) – Masalah terkait pakan ikan merupakan persoalan klasik yang kerap dihadapi pembudi daya di berbagai daerah.

Sebagaimana kerap diulas, pakan menjadi beban yang signifikan karena diperkirakan dapat mencakup sekitar 60 hingga 70 persen dari keseluruhan biaya produksi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meyakini bahwa jawaban dari soal pakan adalah produk pakan mandiri yang dibuat oleh pembudi daya secara mandiri, yang kualitasnya diyakini tidak kalah dengan produk pakan hasil pabrikan.

Salah satu program KKP yang selaras dengan hal tersebut adalah program Gerakan Pakan Mandiri yang bertujuan meningkatkan efisiensi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi pembiayaan pakan dalam usaha budi daya perikanan.

Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto menyatakan kehadiran pakan mandiri bagi pembudi daya ikan memberikan efek positif karena menambah keuntungan pembudi daya hingga 2 – 3 kali lipatnya atau tumbuh pada kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram produksi.

Selain itu, masih menurut Slamet, penggunaan pakan mandiri tersebut dinilai mampu menekan biaya produksi budi daya minimal 30 persen.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyatakan pihaknya mendorong pemerintah dapat membuat pabrik pakan ikan di setiap kabupaten yang menjadi produsen ikan karena pakan merupakan elemen penting dalam pembudidayaan ikan.

Menurut Dedi Mulyadi, pihaknya bakal mendorong hal tersebut dalam rapat kerja dengan KKP pada masa yang akan datang. Selain itu, bila diperlukan juga dapat diundang seluruh dinas kelautan di seluruh Indonesia untuk merumuskan hal tersebut.

Ia berpendapat dalam biaya satu kali produksi pada budi daya ikan, setengahnya sudah pasti dikeluarkan untuk pakan. “Misalnya, kalau produksi ikan ingin mengejar target 20 ton, jumlah pakannya minimal harus 10 ton. Akhirnya keuntungan pun menjadi tipis, belum lagi dihajar dengan penyakit sehingga ikannya bisa mati sebagian,” ucapnya.

Dengan adanya pabrik yang bisa menghasilkan pakan secara alami dan mandiri yang selaras dengan konsep KKP,  persoalan terkait pakan ke depannya lama kelamaan dapat diatasi.

Berita Ekonomi | Sumber : Mengatasi masalah pakan ikan dengan Gerakan Pakan Mandiri

Check Also

Kementerian PUPR: Penyaluran FLPP capai 101 persen per 25 November

Kementerian PUPR: Penyaluran FLPP capai 101 persen per 25 November

Penyaluran FLPP hingga saat ini telah mencapai angka di atas 100 persen dikarenakan adanya top …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *