Saturday , 19 September 2020
Home / Ekonomi / LPEI kerjasama penjaminan kredit dengan 15 bank

LPEI kerjasama penjaminan kredit dengan 15 bank

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menjalin bekerjasama dengan 15 Bank terkait penyediaan penjaminan pemerintah untuk pelaku usaha korporasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif LPEI James Rompas dalam pernyataan di Jakarta, Kamis, mengatakan, melalui skema penjaminan yang diberikan LPEI, kinerja sektor perbankan juga akan terjaga. Di sisi lain, sektor ekonomi ril, dalam hal ini para pengusaha dan eksportir, terutama yang memiliki karyawan dalam jumlah banyak, akan tetap beroperasi karena tetap mendapat dukungan pendanaan dari perbankan.

“Perusahaan dapat memanfaatkan momentum ini dengan menggunakan berbagai fasilitas yang tersedia. Apalagi, saat ini sebanyak 86 negara mitra dagang Indonesia juga sudah mulai melonggarkan kebijakan lockdown sehingga diharapkan kembali membuka keran ekspor dan impor,” ujar James.

Sebagai catatan, pelaku usaha yang menjadi sasaran program ini adalah korporasi yang terdampak COVID-19 yang berorientasi ekspor sesuai PP 43/2019 yaitu menghasilkan atau menghemat devisa dan meningkatkan kapasitas produksi nasional atau perusahaan padat karya sesuai PMK 16/2020 (minimal 300 karyawan) yang termasuk dalam kategori non BUMN dan non UMKM.

Salah satu kriteria korporasi penerima program ini adalah nasabah eksisting bank pemberi kredit yang memerlukan tambahan modal Kerja dengan nilai sebesar Rp10 miliar hingga Rp1 triliun.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Keuangan RI memberikan penugasan kepada LPEI dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) untuk memberikan Penjaminan Kredit kepada usaha berskala Korporasi Padat Karya. Sinergi kedua Special Mission Vehicle (SMV) disektor penjaminan itu dilakukan untuk membantu Pemerintah dalam melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

LPEI dan PT PII akan melakukan penjaminan kepada perbankan yang mengucurkan pembiayaan bagi pelaku usaha, sebagaimana diatur pemerintah. Penjaminan ini akan memberikan peningkatan kredit kepada perbankan di dalam melakukan ekspansi serta memperluas alternatif pendanaan khususnya di sektor korporasi padat karya untuk membantu memulihkan ekonomi nasional.

Dalam skema penjaminan ini, LPEI sebagai Penjamin dan PT PII sebagai pelaksana dukungan “loss limit” atas Penjaminan Pemerintah. Sementara pemerintah akan menanggung Imbal Jasa Penjaminan (IJP) dalam bentuk subsidi untuk meringankan beban pelaku usaha.

“Dengan skema penjaminan kredit diharapkan korporasi, terutama yang memiliki bisnis ekpor dan memiliki jumlah tenaga kerja besar, sekaligus terdampak COVID-19 dapat memulai aktivitas normal,” ujar james.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), LPEI dapat memberikan penjaminan bagi bank dengan ketentuan diantaranya pembobotan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) sebesar nol persen. Ketentuan lainnya, aset yang dijamin berkualitas lancar dan pengecualian perhitungan batas maksimum pemberian kredit (BMPK).

“Dengan begitu, bank yang menyalurkan kredit ekspor, jika dijamin oleh LPEI mempunyai keleluasaan untuk ekspansi dan sekaligus meminimalkan risiko kredit,” kata James.

Berita Ekonomi | Sumber : LPEI kerjasama penjaminan kredit dengan 15 bank

Check Also

Luhut minta gubernur 8 provinsi siapkan hotel untuk isolasi OTG Corona

Menurut Menko mustahil untuk menurunkan total jumlah penderita COVID sebelum vaksin atau obat COVID ditemukanJakarta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *