Sunday , 20 June 2021
Home / Bisnis / Legislator dorong pemanfaatan EBT untuk capai target bauran energi

Legislator dorong pemanfaatan EBT untuk capai target bauran energi

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam rangka tercapainya target bauran energi.

“Kita harus dorong EBT dari kebijakan energi nasional yang sudah ditargetkan pemerintah tahun 2025 sebanyak 23 persen. Namun di sisi lain pada kenyataannya kontribusi EBT pada tahun 2021 baru mencapai 11 persen. Masih jauh dari target,” kata Mulyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Legislator tersebut mendorong agar sumber utama energi bahan bakar diperbaharui menjadi EBT, yakni bauran energi yang tidak akan habis dan bersih.

Menurut dia, saat ini pemanfaatan energi batu baru yang digunakan sudah hampir 70 persen lebih. Jika cadangan batu bara terus-menerus ditambang, maka akan habis.

Selain itu, biaya yang akan dikeluarkan akan menjadi mahal jika harus mengimpor BBM untuk kebutuhan dalam negeri.

Sebelumnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta jajaran-nya dan seluruh pihak terkait untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi energi baru terbarukan (EBT), seperti tenaga surya, angin, sampah biomassa dan hidroelektrik, yang ada di dalam negeri.
Posisi geografis Indonesia, yang berada di garis khatulistiwa, memiliki potensi sumber tenaga surya yang berlimpah, kata Wapres. Namun, penggunaan energi surya tersebut belum banyak dimanfaatkan di sektor industri dan perumahan.

Untuk dapat mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan tersebut, Wapres mengatakan Indonesia dapat belajar dari negara-negara di Eropa.

Berita Bisnis | Sumber : Legislator dorong pemanfaatan EBT untuk capai target bauran energi

Check Also

Bulog pastikan stok beras nasional aman capai 1 juta ton

Bulog pastikan stok beras nasional aman capai 1 juta ton

per hari ini stok beras Bulog sudah tembus satu juta tonJakarta (ANTARA) – Direktur Utama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *