Tuesday , 20 October 2020
Home / Finansial / Lebih heroik mengawal stimulus di tengah pandemi dan resesi

Lebih heroik mengawal stimulus di tengah pandemi dan resesi

Mencegah berbagai kemungkinan terburuk, pemerintah mencoba untuk menstimulir gerak tumbuh perekonomian nasionalJakarta (ANTARA) – Stabilitas nasional dan ketertiban umum yang terjaga sepanjang periode pandemi COVID-19 menjadi bukti dari efektivitasnya program perlindungan sosial yang digagas dan direalisasikan pemerintah.

Kini, ketika perekonomian nasional sudah berada di zona resesi, akan lebih produktif dan heroik jika semua elemen masyarakat ikut mengawal dan mengamankan stimulus ekonomi.

Banyak orang pasti masih ingat cerita tentang reaksi sebagian masyarakat saat Presiden Joko Widodo mengumumkan dua kasus pertama COVID-19 di dalam negeri pada 2 Maret 2020. Hanya beberapa saat setelah pengumuman itu dipublikasikan, terjadi aksi borong atau panic buying atas sejumlah bahan pangan maupun produk lainnya.

Tak hanya panic buying, terjadi juga lonjakan harga perlengkapan kesehatan. Banyak pusat belanja dan apotek atau toko obat di berbagai kota diserbu konsumen yang ingin memborong kebutuhan pokok, obat-obatan, dan peralatan kesehatan khususnya masker dan hand sanitizer.

Untungnya, gambaran rasa cemas dan takut itu tidak berlangsung berlarut-larut. Sejumlah institusi pemerintah di pusat dan daerah segera membanjiri publik dengan masker dan hand sanitizer.

Panik segera berlalu dan harga masker yang sempat melonjak ratusan persen kembali ke level normal.

Guna mengamankan kebutuhan pokok masyarakat, pemerintah gencar menyalurkan bantuan sosial ke berbagai pelosok. Jumlah penerima manfaat kartu sembako yang sebelumnya 15,2 juta ditambah menjadi 20 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Nominal kartu sembako naik dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 per KPM dan diberikan selama sembilan bulan hingga Desember 2020. Aksi borong sembako pun terhenti.

Untuk merespons dampak COVID-19 pada semua aspek kehidupan masyarakat, pemerintah memang melakukan refocusing anggaran, realokasi anggaran, dan stimulus ekonomi.

Kebijakan fiskal ditandai dengan alokasikan anggaran kesehatan sampai Rp87,55 triliun  dan alokasi anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sampai Rp607,65 triliun.

Karena itu, akan lebih heroik jika semua elemen masyarakat menjaga dan mengawal realisasi stimulus ekonomi itu agar benar-benar mencapai sasarannya. Laporan dan kritik dari masyarakat pasti ditunggu dan diharapkan oleh pemerintah.

Mempersoalkan sejumlah pasal dalam Undang-undang (UU) Cipta Kerja sama sekali tidak salah. Namun, jika berpedoman pada azas manfaat, keberhasilan mengawal dan mengamankan stimulus ekonomi jelas lebih strategis karena terkait dengan kemaslahatan puluhan juta orang.

*) Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI

Berita Finansial | Sumber : Lebih heroik mengawal stimulus di tengah pandemi dan resesi

Check Also

Pelindo III aktifkan aplikasi KSWP untuk amankan penerimaan negara

Pelindo III aktifkan aplikasi KSWP untuk amankan penerimaan negara

Surabaya (ANTARA) – Pelindo III mengaktifkan aplikasi Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) pada portal anjungan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *