Tuesday , 22 September 2020
Home / Bisnis / KRKP : perlu pendekatan baru membuat rantai pangan berkeadilan

KRKP : perlu pendekatan baru membuat rantai pangan berkeadilan

saat ini pendekatan pembangunan pertanian memang harus diarahkan pada memperkuat taraf hidup petani.Jakarta (ANTARA) – Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengatakan KRKP mendukung berbagai inisiatif untuk membuat rantai pangan yang lebih berkeadilan dan menyejahterakan bagi petani.

“KRKP sendiri berkembang pemikiran bahwa dalam konteks pembelaan terhadap petani padi, tidak bisa lagi dengan pendekatan lama,” ujar Said dalam keterangannya di Jakarta, Ahad.

Dia menambahkan dulu membayangkan kalau petani padi, diorganisir menjadi satu kelompok kemudian meningkat produksinya secara teknis.

Dia menandaskan seringkali model transaksional menepatkan petani masih dalam di posisi bawah perusahaan.

“Jika kepemilikan, petani sama-sama seimbang dengan perusahaan. Bisa jadi model yang dikembangkan Tani Hub bisa dikembangkan bersama Jaker PO bagaimana sistem kemitraan yang inovatif.”

Perlu ada hubungan di level baru pada kemitraan. Saat ini, kata dia, belum ada ruang pengaduan, mediasi, bahkan bisa jadi peraturan untuk melindungi petani maupun swasta.

“Saat ini masih diabaikan, sehingga perlu ada terobosan dengan basis kepemilikan dan ada payung hukum di pemda,” paparnya.

Ayip menegaskan, kemitraan yang muncul mestinya berpaku pada enam prinsip dasar partisipatif. Pertama, ada proses diskusi atas kebutuhan petani maupun private sector sendiri. Kedua, kepatutan, yaitu secara sosial, ekonomi, lingkungan, harus patut. Ketiga, prinsip akuntabilitas. Keempat, tranparansi. Kelima, efisiensi dan keenam memadukan profit dan benefit.

“Saya pikir teman-teman TaniHub dan Jaker PO bisa mengurangi disparitas itu. Bukan berarti selama ini yang dilakukan tidak punya makna, bisa saja bermakna, tapi perlu terobosan baru dan yang dilakukan teman-teman menjadi menarik,” tegas Ayip.

​​​​​Ia  juga mendorong agar generasi muda mau terjun ke bidang pertanian.

Perwakilan Jaker PO Eko Budhi memaparkan Ngawi adalah wilayah pertanian yang merupakan salah satu penyangga produksi pangan bagi wilayah di sekitarnya. Ngawi memiliki lahan sawah seluas 50 ribuan hektare dengan hasil panen mencapai 780 ribu ton gabah per tahun. Sementara, kebutuhan konsumsi masyarakat Ngawi hanya sebesar 92 ribuan ton per tahun, sehingga terdapat surplus yang besar dan “diekspor” keluar daerah.

“Dengan kondisi demikian pertanian mampu berkontribusi pendapatan daerah hingga 38 persen, ” jelas Eko.

Berita Bisnis | Sumber : KRKP : perlu pendekatan baru membuat rantai pangan berkeadilan

Check Also

Pengusaha harapkan tarif cukai hasil tembakau tidak naik tahun depan

Pengusaha harapkan tarif cukai hasil tembakau tidak naik tahun depan

Kami berharap ada keberpihakan bagi segmen SKT dengan tidak menaikkan tarif cukai dan Harga Jual …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *