Wednesday , 23 September 2020
Home / Bisnis / KKP sisir lokasi penjualan ilegal sisik penyu di Makassar

KKP sisir lokasi penjualan ilegal sisik penyu di Makassar

Kegiatan yang dilakukan oleh KKP adalah upaya perlindungan dan pelestarian biota laut dilindungi di Sulawesi Selatan.Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyisir toko oleh-oleh di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang disinyalir menjual aksesoris sisik penyu untuk memperketat pengawasan perdagangan ilegal biota laut yang telah dilindungi secara nasional.

“Kegiatan yang dilakukan oleh KKP adalah upaya perlindungan dan pelestarian biota laut dilindungi di Sulawesi Selatan,” kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Ia mengemukakan hal itu diperkuat laporan yang disampaikan oleh Koalisi Perlindungan Penyu Indonesia (KPPI) pada tanggal 23 Agustus 2020 tentang bagian-bagian penyu yang diperdagangkan di toko pusat oleh-oleh Makassar.

Andy mengungkapkan aksesoris dari sisik penyu berupa gelang dan cincin tersebut dijual dengan harga berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp100 ribu tergantung besar dan ukuran aksesoris.

“Menurut keterangan pemilik atau karyawan toko, aksesoris tersebut didapatkan langsung oleh orang yang berasal dari pulau-pulau sekitar Makassar, dan kegiatan ini sudah berlangsung selama satu tahun ini,” ungkapnya.

Mengingat banyak pedagang yang belum memahami tentang perlindungan penyu, tim gabungan belum melakukan penindakan kepada pedagang yang menjual aksesoris dari sisik penyu melainkan memberikan pembinaan kepada pemilik dan karyawan toko dengan membagikan poster berisi informasi tentang biota yang dilindungi.

Namun demikian, KKP akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan agar tidak ada lagi yang menjual produk ilegal tersebut.

Berita Bisnis | Sumber : KKP sisir lokasi penjualan ilegal sisik penyu di Makassar

Check Also

Warga diajak manfaatkan tren ikan cupang sebagai peluang usaha

Usaha ikan cupang jika dilihat memang sebuah usaha kecil, namun sebuah hal kecil inilah yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *