Wednesday , 23 September 2020
Home / Profile / Ketua Dewan Penasehat PP KAUP dan Anggota Dewan Pembina YPPUP Raih Tanda Jasa Kepeloporan dari Presiden RI

Ketua Dewan Penasehat PP KAUP dan Anggota Dewan Pembina YPPUP Raih Tanda Jasa Kepeloporan dari Presiden RI

Ahwil Lutan (Ketua Umum PP KAUP 1995-2002) dan Indra Utama (Ketua Umum PP KAUP 2017 -2019)

JAKARTA – Dalam rangka memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 53 tokoh yang dinilai berjasa kepada negara. Sekretaris Militer Presiden, Mayor Jenderal TNI Suharyanto mengatakan pemberian anugerah tanda jasa ini didasari Keputusan Presiden Nomor 51, 52, dan 53/TK/TH 2020 tanggal 22 Juni 2020 dan Nomor 79, 80, dan 81/TK/TH 2020 tanggal 12 Agustus 2020.

Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera dianugerahkan kepada sembilan penerima yang terdiri atas Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Mahaputera Nararya.

Bintang Mahaputera Utama dianugerahkan kepada dua orang penerima, yakni:  1. Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang (Ketua DPD RI 2017-2019); dan 2. Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H. (Ketua Mahkamah Agung RI 2012-2017 dan 2017-2020).

Sementara tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya dianugerahkan kepada tujuh orang penerima sebagai berikut:  1. Dr. H. Mahyudin, S.T., M.M. (Wakil Ketua MPR RI 2014-2019);  2. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019);  3. H. Fahri Hamzah, S.E. (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019);  4. Dr. Agus Hermanto, M.M. (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019); 5. Komjen Pol. (Purn) Drs. Suhardi Alius, M.H. (Kepala BNPT 2016-2020); 6. Prof. Dr. Farouk Muhammad Saleh (Wakil Ketua DPD RI 2014-2019);   dan  7. Dr. H. Rahmat Shah (Anggota DPD RI 2009-2014 dan Anggota MPR RI 1999-2004).

Selanjutnya, tanda kehormatan Bintang Jasa dianugerahkan kepada total 41 orang penerima yang terdiri atas Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, dan Bintang Jasa Nararya.

Para penerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama ialah sejumlah sembilan orang sebagaimana berikut: 1. H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. (Ketua DPR RI 2018-2019);  2. Dr. Ahmad Basarah, M.H. (Wakil Ketua MPR RI 2018-2019); 3. H. Ahmad Muzani, S.Sos. (Wakil Ketua MPR RI 2018-2019); 4. Drs. Utut Adianto Wahyuwidayat (Wakil Ketua DPR RI 2018-2019);  5. Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri 2014-2019); 6. Prof. Amzulian Rifai, S.H., LLM., Ph.D. (Ketua Ombudsman RI 2016-2021);  7. Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS. (Kepala BKN 2015 s.d. sekarang); dan  8. Teddy Lhaksmana Widya Kusuma (Wakil Kepala BIN 2017 s.d. sekarang);  9. Irjen Pol. (Purn) Prof. Dr. H. Teguh Soedarsono, S.H., S.IK., M.Si. (Wakil Ketua/Anggota LPSK 2008-2013 dan 2013-2018).

Sementara sepuluh penerima tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama ialah:  1. Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si. (Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI 2012 s.d. sekarang);  2. Almarhum dr. Djoko Judodjoko, Sp.B. (Dokter);  3. Almarhum Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc. (Dokter/Guru Besar); 4. Almarhumah dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes. (Dokter);  5. Almarhum dr. Bartholomeus Bayu Satrio Kukuh Wibowo (Dokter); 6. Almarhum dr. Heru Sutantyo (Dokter);  7. Almarhum dr. Wahyu Hidayat, Sp. THT. (Dokter);  8. Almarhum Setia Aribowo, A.Md.Kep. (Perawat);  9. Almarhumah Mursyida, A.Md.Kep. (Perawat); dan 10. Almarhumah Ns. Elok Widyaningsih, S.Kep. (Perawat).

Adapun penerima tanda kehormatan Bintang Jasa Nararya terdiri atas 22 orang, yakni:  1. Almarhum dr. Hadio Ali Khazatsin, Sp.S. (Dokter);  2. Almarhum dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT. (Dokter);  3. Almarhumah drg. Umi Susana Widjaja, Sp.PM. (Dokter Gigi);  4. Almarhum drg. Gunawan Oentaryo, M.Kes. (Dokter Gigi); 5. Almarhumah drg. Anna Herlina Ratnasari (Dokter Gigi);  6. Almarhumah drg. Amutavia Pancarsari Artsianti Putri, Sp.Ort. (Dokter Gigi);  7. Almarhum drg. Yuniarto Budi Santosa, M.K.M. (Dokter Gigi);  8. Almarhumah Ns. Ninuk Dwi Pusponingsih, S.Kep. (Perawat);  9. Almarhum Sugiarto, A.Md.Kep. (Perawat);  10. Almarhumah Mulatsih Widji Astuti, AMK., S.H. (Perawat);  11. Almarhum Adharul Anam, S.Kep. (Perawat);  12. Almarhumah Nuria Kurniasih, AMK. (Perawat);  13. Almarhumah Nur Putri Julianty, AMK. (Perawat);  14. Prof. Dr. Muhammad Guntur Hamzah, S.H., M.H. (Sekjen MK RI 2015 s.d. sekarang); 15. Drs. Bonny Anang Dwijanto, M.M. (Deputi Bidang Akuntan Negara BPKP 2017-2020); 16. Iswan Elmi, Ak., M.S. Acc. (Deputi Bidang Investigasi BPKP 2014-2020);  17. Dr. Nurdin, Ak., M.B.A., CA., CfrA., QIA. (Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP 2015-2020);  18. Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M., A.C.C.S. (Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham 2017 s.d. sekarang); 19. Ir. H.R. Bambang Sarwono A. Rahim, CBEng., M.T. (Widyaiswara Ahli Utama Pusdiklat Pegawai ASN Kemendes PDTT 2015 s.d. sekarang);  20. Dr. Hadi Prabowo, M.M. (Rektor IPDN Kemendagri);  21. Saur Hutabarat (Ketua Dewan Redaksi Media Group); dan  22. Ir. Ririek Adriansyah (Dirut PT Telkom Indonesia).

Ahwil Luthan Bersama Dewan Pembina, Dewan Pengawas, dan Dewan Pengurus YPPUP

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Penegak Demokrasi Utama kepada Prof. Dr. Jimly Ashiddiqie, S.H. (Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Masa Jabatan 2012-2017).

Nama Komjenpol (Purn) Drs. H. Ahwil Lutan, SH, MBA, Anggota Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) yang pernah menjadi Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) tahun 1995-2002 juga dianugerahi bintang penghargaan/tanda jasa BINTANG MAHA PUTERA NARARIA atas pengabdiannya kepada negara.

Ahwil Lutan telah membuktikan pengabdianya yang besar  kepada Bangsa dan Negara serta integritasnya dalam  memperjuangkan kebaikan dan kebenaran serta kecerdasan. Ahwil yang juga Dewan Pembina Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) ini sangat peduli agar semua agar terhindar dari bahaya perdagangan dan penyalah-gunaan Narkoba.

Integritas Ahwil Luthan dalam pemberantasan hingga pencegahan narkoba, sampai saat ini belum ada duanya. Ia rajin turun ke lapangan guna mengedukasi ragam kalangan dari pelajar hingga kalangan buruh  mengenai bahaya narkoba, bahkan sampai ke pelosok desa.

Selama bertugas di kepolisian, Ahwil dikenal aparat yang bersih dan memiliki komitmen yang tinggi. Ahwil dikenal sebagai konseptor dan pemikir Polri yang memiliki visi ke depan. Sejumlah jabatan strategis yang memerlukan pemikiran dan strategi serta jaringan internasional sering diembannya. Seperti Staf Ahli Kapolri dan memimpin jajaran Reserse, Interpol, PTIK.

Sebagai anggota kepolisian yang menghabiskan sebagian hidupnya mengabdi pada negara, pemegang 10 satya lencana RI dan dua penghargaan dari luar negeri ini memiliki kesan yang begitu membekas dalam benaknya.

Sempat menjadi kandidat orang nomer satu di Korps Bhayangkara, Ahwil selalu dipilih untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan internal Polri, seperti sebagai ketua tim penyelidikan kasus korupsi di tubuh Polri (1999) dan kasus penyelundupan mobil mewah yang melibatkan mantan Kapolda Metro Jaya, Sofjan Jacoeb.

Tidak seperti pejabat pada umumnya, penampilan Ahwil terlihat lebih santai. Penampilan maupun gaya bicaranya luwes, dan tegas persis layaknya seorang diplomat. Tak heran jika ia diberi amanah sebagai Duta Besar RI untuk Meksiko merangkap Panama, Kosta Rika, dan Honduras, pada 2000 lalu.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Jakarta ini memang punya jasa kepeloporan dan prestasi luar biasa dalam bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.

Check Also

Benny Gunawan – Founders Damai Putra Group

From Textiles To Biggest at Property Many names to be mentioned in the world of …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *