Tuesday , 1 December 2020
Home / Finansial / Ketika resesi menjadi berkah investasi

Ketika resesi menjadi berkah investasi

Padang (ANTARA) – Sejak 30 menit terakhir mata Firdaus (32) terus mengamati pergerakan angka berwarna hijau, kuning dan merah di layar telepon pintarnya.

Ia sibuk memelototi transaksi perdagangan saham di bursa lewat aplikasi yang sudah diunduh. Sesekali ia tersenyum karena angka berwarna hijau kian dominan yang artinya nilai valuasi portofolio miliknya terus bertambah.

Sejak dua tahun terakhir karyawan swasta itu menyisihkan gajinya Rp100 ribu per bulan untuk nabung saham.

Awal ketertarikannya memilih berinvestasi lewat saham setelah mendapatkan cerita teman kantor bahwa biaya kuliah anaknya dari hasil penjualan sahan yang dibelikan sang bapak sejak si anak bayi.

Ia pun mulai mempelajari bagaimana cara bertransaksi saham, kiat dan tips memilih emiten, kapan harus membeli dan menjual.

Ia menenggarai dengan semakin banyaknya generasi muda yang melek investasi membuat nilai transaksi terus meningkat.

Early menyebutkan dilihat dari aspek demografi para investor pasar modal di Sumbar didominasi oleh pelajar dan mahasiswa dengan jumlah mencapai 7.100 orang dengan rentang usia 18-25 tahun.

“Artinya 80 persen investor di Sumbar usianya berada di bawah 40 tahun,” katanya.

Sementara dari sisi gender investor di Sumbar mayoritas pria dengan perbandingan 10.400 dan perempuan 9.200.

Untuk jumlah aset saham berdasarkan usia 18-25 tahun telah mencapai Rp15 miliar.

Sedangkan untuk aset nonsaham telah mencapai Rp18 miliar, ujarnya.

Ia menyampaikan salah satu yang diminati untuk berinvestasi berupa sukuk wakaf yang jika dibeli maka keuntungannya dalam bentuk wakaf.

Terkait dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang tumbuh minus dalam dua triwulan terakhir ia menilai tidak berpengaruh terhadap minat orang menanamkan uang di pasar modal.

Ketika pasar semakin baik, pengawasan ketat maka orang akan semakin percaya bursa akan semakin antusias, katanya.

Ia menilai ini tidak lepas dari edukasi dan pengawasan yang dilakukan OJK hingga dukungan dari pemerintah yang membuat produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan anak muda.

Selain itu selama pandemi pihaknya tetap menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal yang digelar secara daring sebagai upaya pencegahan COVID-19.

Ia menyebutkan pada tahun ini telah menggelar 39 kali Sekolah Pasar Modal dengan total peserta mencapai 880 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Otoritas Jasa Keuangan perwakilan Sumatera Barat kinerja industri pasar modal di Sumbar relatif baik di tengah pandemi.

Sepanjang tahun 2020 jumlah Single Investor Identification mencapai 19.600 dengan transaksi kumulatif hingga Agustus 2020 mencapai Rp4,75 triliun, volume transaksi 9.232,14 juta saham dengan frekuensi transaksi 1,1 juta kali.

 

Berita Finansial | Sumber : Ketika resesi menjadi berkah investasi

Check Also

QRIS cocok untuk UMKM hingga kebangkitan Bali

QRIS cocok untuk UMKM hingga kebangkitan Bali

QRIS merupakan metode pembayaran digital yang bersifat nirsentuh sangat tepat digunakan oleh UMKMDenpasar (ANTARA) – …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *