Monday , 13 July 2020
Home / Ekonomi / Kementerian PUPR lanjutkan program Pengendalian Lumpur Sidoarjo

Kementerian PUPR lanjutkan program Pengendalian Lumpur Sidoarjo

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) terus melakukan penanganan infrastruktur dan sosial di daerah terdampak semburan lumpur Sidoarjo.

“Perhatian Pemerintah tidak berkurang untuk pengendalian lumpur Sidoarjo. Kementerian PUPR akan terus melanjutkan tugas dan fungsi yang prinsipnya tidak ada perbedaan dan memastikan penanganan kepada masyarakat yang terkena dampak dan masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Pada tahun anggaran 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan Rp239,7 miliar untuk penanganan lumpur Sidoarjo dalam rangka meningkatkan pengaliran lumpur ke Kali Porong sekaligus menjaga keandalan tanggul dan infrastruktur lainnya.

Selain dimanfaatkan untuk tujuan geowisata, lanjut dia, lumpur Sidoarjo berpotensi untuk bahan konstruksi, seperti bata merah,genteng, agregat, dan beton ringan.

Selain itu, lumpur Sidoarjo mengandung potensi bakteri yang toleran dengan suhu tinggi dalam industri enzim dan antibiotik serta bakteri toleran salinitas tinggi sebagai pupuk hayati.

PPLS dibentuk dengan Permen PUPR No. 5 Tahun 2017 setelah pembubaran Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) berdasarkan Perpres No. 21/2017 yang tugas dan fungsinya berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, yaitu pertama, penanganan masalah sosial kemasyarakatan (pembelian tanah dan bangunan sesuai dengan PAT, 22 Maret 2007.

Kedua, pembelian tanah dan bangunan di luar PAT 22 Maret 2007, melalui APBN.

Ketiga, penanggulangan semburan lumpur, pengaliran lumpur ke Kali Porong, penanganan infrastruktur, dan mitigasi untuk melindungi keselamatan masyarakat.

Berita Ekonomi | Sumber : Kementerian PUPR lanjutkan program Pengendalian Lumpur Sidoarjo

Check Also

Kemenparekraf gelar pelatihan pendamping desa wisata untuk dosen

Program ini diinisiasi karena adanya kebutuhan membangun desa menjadi desa wisata sesuai arahan PresidenJakarta (ANTARA) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *