Tuesday , 1 December 2020
Home / Bisnis / Kemenperin pacu substitusi impor bidik kemandirian industri nasional

Kemenperin pacu substitusi impor bidik kemandirian industri nasional

Kondisi pandemi COVID-19 memberikan pelajaran berharga tentang perlunya segera melakukan pendalaman struktur industri nasional untuk mengatasi ketergantungan impor, dengan target substitusi impor sebesar 35 persen pada tahun 2022.Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus fokus dan menggenjot subtitusi impor untuk mencapai kemandirian industri nasional di tengah pandemi COVID-19 yang menekan perekonomian Indonesia.

Kondisi pandemi COVID-19 memberikan pelajaran berharga tentang perlunya segera melakukan pendalaman struktur industri nasional untuk mengatasi ketergantungan impor, dengan target substitusi impor sebesar 35 persen pada tahun 2022.

“Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian untuk mewujudkan kedalaman struktur industri mandiri dan berdaya saing,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Sabtu.

Doddy menyebutkan Kemenperin telah melakukan pemetaan kelompok industri berdasarkan dampak pandemi COVID-19, yang terbagi menjadi tiga kelompok.

“Kategori hard hit seperti sektor industri logam, pemesinan dan otomotif. Kategori moderat, untuk sektor petrokimia yang relatif stabil. Dan kategori high demand untuk sektor industri makanan dan minuman, farmasi, serta alat kesehatan,” terangnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo menyatakan industri nasional masih memerlukan kebijakan dan infrastruktur yang mendukung agar bisa tetap berdaya saing yang tinggi.

“Untuk itu, pemerintah mengeluarkan Program Strategis Nasional yang mencakup 23 sektor. Adapun proyek yang memerlukan dukungan dari pelaku industri logam dan mesin, seperti program superhub, ketenagalistrikan, kawasan penyediaan pangan (food estate), dan instalasi pengolahan sampah,” katanya.

Wahyu menambahkan program tersebut merupakan program unggulan yang dipercepat pencapaiannya.

“Program-program ini ditargetkan selesai sebelum tahun 2024. Hal tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan untuk memenuhi kebutuhan dari pembangunan infrastruktur maupun non-infrastruktur tersebut,” ujar Wahyu.

Berita Bisnis | Sumber : Kemenperin pacu substitusi impor bidik kemandirian industri nasional

Check Also

LinkAja gandeng Kospin JASA dukung digitalisasi koperasi

LinkAja gandeng Kospin JASA dukung digitalisasi koperasi

Kerja sama ini merupakan bentuk dukungan penuh kami terhadap digitalisasi Kospin JASA sebagai salah satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *