Wednesday , 20 January 2021
Home / Bursa / Investor dan calon investor saham di daerah jadi incaran penipu

Investor dan calon investor saham di daerah jadi incaran penipu

Modus penipuan yang mengincar investor saham semakin canggih dan beragam dengan sasaran investor-investor baru di daerah. Ada berbagai modus penipuan yang menargetkan para investor saham.Jakarta (ANTARA) – Head of Marketing PT Indo Premier Sekuritas Paramita Sari mengatakan para investor dan calon investor saham di daerah kini menjadi incaran penipu dengan berbagai modus yang dapat merugikan.

“Modus penipuan yang mengincar investor saham semakin canggih dan beragam dengan sasaran investor-investor baru di daerah. Ada berbagai modus penipuan yang menargetkan para investor saham,” ujar Paramita dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Jumlah investor saham di masa pandemi tumbuh signifikan. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang terbaru memperlihatkan jumlah investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 19 November 2020 sudah mencapai 1.503.682 investor dan khusus pada masa pandemi terjadi penambahan 417.366 Single Investor Identification (SID) atau naik sebesar 28 persen sepanjang 2020.

Penipu dengan akun IG palsu mengincar korban dengan mengirim pesan langsung atau Direct Message (DM) sobat IPOT yang baru follow @indopremier. Penipu bertindak seolah-olah ingin memberikan bantuan atau pertolongan.

Penipu beraksi dengan meminta data-data pribadi, mulai nomor telepon, hingga meminta foto ATM yang ujung-ujungnya juga melakukan penipuan dengan meminta korban mentransfer sejumlah uang ke rekening penipu.

Ada banyak cara yang dilakukan penipu untuk mendapatkan nomor kontak korban dan melancarkan aksinya. Dalam menjalankan aksinya penipu menghubungi korban dan dengan nada manis mereka seolah-olah ingin memberikan bantuan yang ujung-ujungnya meminta korban mentransfer sejumlah uang ke rekening atau virtual account (VA) penipu.

Paramita menuturkan satu-satunya tujuan transfer dana untuk investasi hanya ke Rekening Dana Nasabah (RDN) atas nama nasabah sendiri, bukan ditransfer ke rekening apa pun selain RDN sendiri.

Ia pun mengimbau para investor dan calon investor di IPOT untuk semakin waspada dengan berbagai modus penipu di tengah pandemi yang membuat banyak orang menghalalkan berbagai cara untuk menipu. Apalagi, saat ini penipu telah menyasar para korban di daerah.

“Kalau selama ini korban lebih banyak yang ada di kota-kota besar, saat ini penipu mengincar investor dan calon investor yang ada di daerah seiring dengan tumbuhnya investor-investor pemula di daerah. Oleh sebab itu, edukasi terkait ancaman nyata para penipu ini perlu digencarkan untuk diketahui secara luas oleh investor dan calon investor biar tidak ada korban-korban baru,” kata Paramita.

Ia pun mengingatkan investor dan calon investor IPOT untuk makin waspada dan hati-hati. Ketika menemukan kejanggalan atau mengalami kendala tertentu terkait investasi saham, sebaiknya segera menghubungi call center resmi atau channel layanan lainnya seperti email dan akun resmi medsos bercentang biru serta yang terpenting selalu menjaga kerahasiaan data-data yang sifatnya personal.

Berita Bursa | Sumber : Investor dan calon investor saham di daerah jadi incaran penipu

Check Also

BEI-OJK gencar sosialisasi SCF bantu permodalan UMKM Sulut

BEI-OJK gencar sosialisasi SCF bantu permodalan UMKM Sulut

instrumen ini juga¬†dapat dimanfaatkan sebagai alternatif portfolio investasi investor muda.Manado (ANTARA) – Bursa Efek Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *