Saturday , 28 November 2020
Home / Ekonomi / Inovasi dan transformasi era disrupsi bisnis gas bumi

Inovasi dan transformasi era disrupsi bisnis gas bumi

Jakarta (ANTARA) – Pepatah mengatakan, salah satu hal yang kekal adalah perubahan. Dengan adanya perubahan maka adaptasi akan dapat terus dilakukan untuk bertahan dalam segala hal. Layaknya penyesuain terhadap lingkungan, bisnis juga membutuhkan keluwesan pada tiap masanya untuk berkawan dengan zaman.

Baik kecil atau besar, setiap upaya ekonomi membutuhkan penyesuaian, termasuk bisnis padat modal minyak dan gas bumi (migas). Bisnis migas adalah hal klasik, namun memiliki risiko tinggi dalam investasi. Untuk keberlanjutannya dibutuhkan transformasi yang berkelanjutan dalam berbagai bidang.

Hal yang terjadi juga dirasakan oleh perusahan migas plat merah, yang mengelola gas. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai bagian dari Sub Holding gas Pertamina berkomitmen terus melakukan pengembangan infrastruktur pemanfaatan gas bumi. Hingga kini, PGN telah mengelola 96 persen infrastruktur gas bumi dan melayani lebih dari 417.000 pelanggan sektor industri komersial, rumah tangga, UMKM, pembangkit listrik, dan transportasi (SPBG).

Seiring dengan perluasan utilisasi gas bumi, PGN memiliki strategi tersendiri, yaitu menerapkan program Sapta PGN untuk memperkuat kinerja operasional dan melayani kebutuhan gas bumi secara terintegrasi. Belum lagi tantangan-tantangan pengelolaan bisnis gas bumi di era digital adalah tantangan tersendiri. Sektor ini juga memerlukan inovasi dalam melalui digitalisasi. Melihat zaman yang bergulir menuju peradaban baru, PGN melakukan transformasi digital dengan mengembangkan aplikasi digital untuk mendukung kegiatan operasional dan pencapaian visi misi perusahaan.

Hal itu dijelaskan oleh Direktur Komersial PGN Faris Aziz yang mengungkapkan bahwa PGN menggunakan model 4C (Change, Competitor, Company, dan Customer) untuk melakukan pemetaan dan merumuskan strategi transformasi digital yang bisa mendukung kinerja bisnis PGN. Namun dalam penerapan model 4C, PGN fokus pada value “Change” yang sangat relevan dengan transformasi digital.

“PGN memiliki Integrated Control System (ICS) yang mendukung operasional perusahaan. Dalam hal ini, ICS difokuskan pada operasional terkait dengan pelayanan gas bumi untuk seluruh pelanggan. Di mana pelayanan harus memberikan kepuasan bagi pelanggan, seiring dengan mindset atau kerangka berpikir pelanggan sudah berubah dalam penggunaan gas bumi. Adanya perubahan pola penggunaan gas oleh pelanggan, mengharuskan PGN melakukan penyesuaian untuk meningkatkan kepuasan pelanggan,” jelas Faris.

Berita Ekonomi | Sumber : Inovasi dan transformasi era disrupsi bisnis gas bumi

Check Also

Raih proyek internasional, kiprah WIKA di dunia meningkat

Raih proyek internasional, kiprah WIKA di dunia meningkat

Jakarta (ANTARA) – Kiprah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA di tingkat global semakin diakui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *