Tuesday , 3 August 2021
Home / Finansial / IMF meningkatkan prospek pertumbuhan global jadi 6 persen pada 2021

IMF meningkatkan prospek pertumbuhan global jadi 6 persen pada 2021

Jakarta (ANTARA) – Dana Moneter Internasional (IMF), Selasa menaikkan lagi prospek pertumbuhan ekonomi global, dengan memperkirakan produksi (output) di seluruh dunia akan naik sebesar 6 persen pada tahun ini, level yang belum pernah terlihat sejak tahun 1970-an, sebagian besar berkat kebijakan yang luar biasa terhadap penanganan pandemi COVID-19.

Peningkatan itu, dari 5,5 persen yang diperkirakan kurang dari tiga bulan lalu, lebih mencerminkan prospek ekonomi AS yang membaik lebih cepat, yang saat ini diperkirakan IMF tumbuh 6,4 persen pada 2021, tercepat sejak awal 1980-an. Perkiraan itu lebih tinggi 1,3 poin persentase dari proyeksi pertumbuhan 5,1 persen pada akhir Januari dan hampir dua kali lipat dari perkiraan pada Oktober.

Perkiraan IMF tersebut, jika terwujud, akan menandai laju tercepat pertumbuhan global sejak 1976 tetapi juga muncul dari penurunan tahunan paling tajam dari era pasca-perang yang terjadi tahun lalu karena pandemi membuat perdagangan di seluruh dunia hampir berhenti. IMF mengatakan ekonomi dunia berkontraksi 3,3 persen pada 2020, meningkat tipis dari perkiraan kontraksi 3,5 persen yang dirilis pada Januari.

“Kecepatan pemulihan yang berbeda-beda berlangsung di semua wilayah dan di seluruh kelompok pendapatan, terkait dengan perbedaan mencolok dalam hal kecepatan peluncuran vaksin, tingkat dukungan kebijakan ekonomi, dan faktor struktural seperti ketergantungan pada pariwisata,” kata IMF dalam ringkasan laporannya.

Tahun ini ekonomi Amerika Serikat akan pulih ke tingkat produk domestik bruto yang melebihi posisi sebelum pandemi melanda lebih dari setahun yang lalu, kata IMF. Sementara China mampu pulih dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi pada akhir tahun 2020.

IMF menekankan tingginya tingkat ketidakpastian seputar prospek pertumbuhan ekonomi, dan bahwa perbaikan dapat dengan mudah tersandung oleh salah satu dari beberapa faktor, dengan keberhasilan melawan pandemi menduduki posisi puncak.

“Progres vaksinasi yang lebih besar dapat meningkatkan perkiraan, sementara kemunculan varian baru virus bisa yang menghindari vaksinasi dapat menyebabkan penurunan tajam perkiraan,” katanya.

Risiko besar lainnya berpusat pada keberlanjutan kebijakan yang akomodatif, khususnya dari Amerika Serikat. Suku bunga jangka panjang di seluruh dunia telah meningkat tajam sejak Januari, karena pelaku pasar merevisi ekspektasi mereka tentang seberapa cepat Bank Sentral AS mulai menormalkan posisi kebijakannya.

Berita Finansial | Sumber : IMF meningkatkan prospek pertumbuhan global jadi 6 persen pada 2021

Check Also

Jumlah merchant QRIS di Sumsel naik 124,12 persen

Jumlah merchant QRIS di Sumsel naik 124,12 persen

Ke depannya, Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendorong akselerasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *