Saturday , 23 January 2021
Home / Bisnis / Imbas pandemi, pemerintah akan kurangi pembangunan pembangkit listrik

Imbas pandemi, pemerintah akan kurangi pembangunan pembangkit listrik

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kemungkinan akan mengurangi kapasitas pembangkit listrik yang akan dibangun dalam 10 tahun ke depan karena imbas pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam jumpa pers virtual, Rabu, menjelaskan pemerintah tengah membahas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2021-2030 di mana ada pengurangan kapasitas pembangkit listrik yang dibangun sekitar 15,5 Giga Watt (GW).

“Turunnya dari RUPTL periode lalu dengan (draf) RUPTL yang kita evaluasi itu 15,5 GW, ada beberapa bagian yang program 35 GW (pembangkit 35 ribu WM),” katanya.

Lebih lanjut, Rida mengungkapkan kondisi pandemi membuat pemerintah lebih realistis pada proyek-proyek yang bisa dijalankan di masa mendatang, termasuk asumsi pertumbuhan pertumbuhan listrik.

Dalam RUPTL 2021-2030, pemerintah menargetkan pertumbuhan listrik hanya di kisaran 4,9 persen, turun jauh dibandingkan target pertumbuhan listrik dalam RUPTL periode sebelumnya yang dipatok di angka 6,4 persen.

“Turun proyeksinya. Kemarin boleh optimis tapi berkaca di 2020 akibat Covid-19, kita lihat pemulihan ekonomi seperti apa karena no body knows kapan Covid-19 berakhir, maka kemudian kita sepakat ambil sikap moderat pertumbuhan listrik 4,9 persen dari awalnya 6,4 persen,” katanya.

Meski ada pengurangan tambahan kapasitas pembangkit listrik, termasuk di pembangkit listrik energi baru terbarukan, Rida menegaskan komitmen pemerintah atas Perjanjian Paris di mana Indonesia akan menekan emisi karbon dan mengejar bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

 

Berita Bisnis | Sumber : Imbas pandemi, pemerintah akan kurangi pembangunan pembangkit listrik

Check Also

KKP: Kapal cantrang boleh beroperasi dengan penuhi persyaratan

KKP: Kapal cantrang boleh beroperasi dengan penuhi persyaratan

tak jarang dalam satu pekan tempat itu hanya dikunjungi tak lebih dari 20 orang.Jakarta (ANTARA) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *