Monday , 13 July 2020
Home / Keuangan & Perbankan / Ikuti Jasa Marga, Adhi Karya dan Waskita Batal Buyback Saham Rp 100 M – Property & Bank

Ikuti Jasa Marga, Adhi Karya dan Waskita Batal Buyback Saham Rp 100 M – Property & Bank

EKONOMI – Manajemen PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengungkapkan batal melakukan pembelian kembali (buyback) saham perusahaan yang dijadwalkan dilakukan pada periode 13 Maret hingga 13 Juni 2020. Hingga batas akhir tersebut, perseroan tidak melakukan buyback saham.
Parwanto Noegroho, Corporate Secretary ADHI, mengatakan saat ini fokus perseroan adalah tetap menjaga kondisi cashflow (arus kas) untuk bisa tetap menjalankan strategi pengembangan bisnis di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini seiring kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang berdampak langsung pada dunia usaha dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai Peraturan Pemerintah No.21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
“Sampai pada batas akhir periode pelaksanaan pembelian kembali saham yang jatuh pada 13 Juni 2020, perseroan memutuskan untuk tak melaksanakan pembelian kembali saham perseroan,” katanya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/6/2020).

Sebelumnya, manajemen ADHI menyiapkan dana Rp 100 miliar guna merealisasikan buyback saham tersebut. Dalam rencana pelaksanaan buyback, perseroan menunjuk PT Bahana Sekuritas sebagai perusahaan pedagang efek. Saat ini perseroan memiliki nilai ekuitas sebesar Rp 6,52 triliun dan diprediksi akan tergerus menjadi Rp 6,42 triliun.
“Pembelian kembali saham diharapkan menjaga stabilitas harga saham di masa akan datang. Saat ini harga saham perseroan tak mencerminkan kondisi fundamental dan prospek perseroan, diharapkan pembelian kembali saham maka saham perseroan memiliki pergerakan harga saham yang positif,” sebut manajemen ADHI, 12 Maret silam.

Langkah ADHI yang batal melakukan buyback juga sama dialami oleh BUMN lain yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Manajemen JSMR juga menyatakan batal buyback saham perseroan yang sebelumnya diperkirakan senilai Rp 500 miliar. Hal ini disampaikan Corporate Secretary Jasa Marga, Agus Setiawan.
Ia mengatakan, perseroan belum melakukan buyback hingga batas waktu periode pelaksanaan buyback yang seharusnya pada 12 Juni 2020. Penyebaran wabah Covid-19 dan adanya penerapan PSBB, lanjut Agus, memang berdampak pada penurunan volume lalu lintas dan berpengaruh pada operasional perseroan.

Sebagai informasi, data perdagangan mencatat, hingga Senin (15/6/2020), saham ADHI ambles hingga 49% di posisi Rp 600/saham, sementara saham JSMR terjerembab hingga 25% year to date di level Rp 3.890/saham.
Seementara itu, Senior Vice President Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Shastia Hadiarti melaporkan kinerja saham perseroan mengalami peningkatan sebesar 8 persen dari 12 Maret 2020 hingga 11 Juni 2020. Harga emiten bersandi WSKT itu naik dari Rp645 menjadi Rp695.

Shastia menyebut penyebaran Covid-19 da dan penerapan PSBB juga berimbas kepada operasional perseroan. WSKT pun memilih fokus untuk menjaga kemampuan likuiditas dan memenuhi kebutuhan belanja modal yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja perseroan secara langsung.
“Berdasarkan hal-hal di atas, kami sampaikan hingga batas akhir periode pelaksanaan pembelian kembali saham yang jatuh pada 12 Juni 2020, perseroan belum melaksanakan pembelian kembali saham,” jelasnya. Sebagai catatan, WSKT menyiapkan dana untuk eksekusi pembelian kembali saham hingga Rp300 miliar.

BEI mencatat, hingga 27 Mei 2020 sudah 7 emiten BUMN dari total 12 emiten yang melaksanakan pembelian saham kembali atau buyback melalui skema tanpa izin RUPS. Namun, realisasinya baru Rp 326,45 miliar atau 3,2% dari total rencana senilai Rp 10,15 triliun.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, emiten swasta yang lebih banyak merealisasikan rencana buyback saham ini. Totalnya, sudah ada 16 emiten swasta dari total 40 emiten yang merealisasikannya, dengan nilai total Rp 1,24 triliun.

Nilai tersebut setara 13,4% dari total rencana emiten swasta melakukan buyback yaitu Rp 9,29 triliun. Artinya, sudah 21 perusahaan yang melaksanakan buyback di pasar modal setelah Otoritas Jasa Keuangan merelaksasi aturan buyback. Total nilai pelaksanaannya Rp 1,56 triliun, tersisa Rp 17,88 triliun yang belum terlaksana.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, belum semua emiten pelat merah merealisasikan rencana buyback seperti yang diinginkan Kementerian BUMN lantaran aksi tersebut akan dilakukan bertahap. Adapun 12 emiten BUMN yang siap melakukan buyback berasal dari tiga sektor, yakni perbankan, konstruksi, dan tambang.

Dari perbankan, emiten itu PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN). Sementara, dari sektor tambang, emiten BUMN yang akan melakukan buyback adalah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah (TINS) dan PTBA. Kemudian, dari sektor konstruksi, rencananya aksi buyback akan dilakukan oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP (PTPP), Waskita Karya (WSKT) dan JSMR. (Artha Tidar)

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Ikuti Jasa Marga, Adhi Karya dan Waskita Batal Buyback Saham Rp 100 M – Property & Bank

Check Also

Hak Elektronik  pict by majalahagraria.today

Hak Tanggungan Elektronik Berlaku Nasional, ATR Hapus Cara Konvensional – Property & Bank

NASIONAL – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mulai melaksanakan pelayanan Hak Tanggungan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *