Sunday , 20 June 2021
Home / Keuangan & Perbankan / Fokus Pada Sektor Produktif, 2021 BCA Syariah Targetkan Pembiayaan Tumbuh 3% – 8% – Property & Bank

Fokus Pada Sektor Produktif, 2021 BCA Syariah Targetkan Pembiayaan Tumbuh 3% – 8% – Property & Bank

Perbankan : Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi industri perbankan nasional, meski demikian Perbankan Syariah terbukti masih dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19, dengan pertumbuhan yang lebih baik.
Seperti yang disampaikan Direktur BCA Syariah Pranata dalam konferensi pers virtual hasil  kinerja tahun 2020, Senin (8/2), di tengah tantangan pandemi covid19 selama tahun 2020, PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) tumbuh positif dari segi Aset, Dana Pihak Ketiga dan Laba.

“Aset BCA Syariah di Desember 2020 tercatat sebesar Rp9,7 triliun, meningkat sebesar 12,57% secara tahunan (yoy) dibandingkan Desember 2019 sebesar Rp8,6 triliun,”jelasnya.
Pertumbuhan Aset BCA Syariah, lanjutnya didukung oleh penambahan modal dari hasil penggabungan dengan Bank Interim Indonesia dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) per Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp6,8 triliun atau meningkat 10,37% yoy dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp6,2 triliun.

Sementara Pembiayaan BCA Syariah sampai dengan 2020 relatif stagnan, sebagai dampak dari rendahnya permintaan pembiayaan untuk ekspansi usaha dalam masa pandemi. Pembiayaan BCA Syariah per Desember 2020 tercatat sebesar Rp5,6 triliun, terkoreksi sebesar 1,35% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk itu, BCA Syariah menargetkan pembiayaan tumbuh sekitar 3%-8% yang disertai dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) di kisaran yang sama. Sejalan dengan itu, aset ditargetkan bakal meningkat 5%-10% tahun ini.

Pranata menambahkan,“Di tengah pandemi Covid-19 BCA Syariah tetap berkomitmen untuk melakukan fungsi intermediasi dengan tetap menyalurkan pembiayaan di samping melakukan restrukturisasi disesuaikan dengan kondisi usaha dan kebutuhan nasabah. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap sektor usaha dan mendukung pemulihan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,”ujarnya.
Dalam menyalurkan pembiayaan BCA Syariah masih memfokuskan pada sektor produktif diantaranya sektor perdagangan dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah.

Untuk komposisi segmentasi pembiayaan BCA Syariah didominasi oleh pembiayaan komersial sebesar 75,61%, UMKM sebesar 22,11% dan pembiayaan konsumer sebesar 2,28%.
Kualitas pembiayaan BCA Syariah dapat dipertahankan pada level yang rendah dan sehat dengan Non-Performing Financing (NPF) Gross tercatat sebesar 0,50% dan NPF Net sebesar 0,01%.
“Baik NPF Gross maupun Net mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,58% dan 0,26%, tambahnya.

Sejalan dengan kebijakan stimulus perekonomian nasional dari Regulator, BCA Syariah melakukan restrukturisasi pembiayaan pada tahun 2020 sebesar Rp876 miliar dengan komposisi 70% restruktur pembiayaan atau sebesar Rp614 Miliar diberikan kepada nasabah yang terdampak Covid-19.
Kendati menghadapi berbagai tantangan dalam penyaluran pembiayaan, Loan at Risk (LaR) BCA Syariah di Desember tercatat sebesar 16,34% atau turun sebesar 0,11% jika dibandingkan Juni 2020 yang tercatat sebesar 16,45%.  “Angka ini masih berada di bawah LaR Bank Umum Syariah yang per September 2020 tercatat sebesar 30%,”paparnya.

Sementara itu, Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan, “Sejalan dengan kinerja baik yang diraih perbankan Syariah nasional, BCA Syariah mampu menujukkan kemampuannya untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi. Manajemen aset dan liabilitas secara optimal, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan senantiasa mengedepankan prinsip kehatian-hatian menjadi kunci kami dalam melaksanakan operasional perbankan BCA Syariah,”
Profitabilitas sampai dengan Desember 2020 meningkat dengan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax) tercatat sebesar sebesar Rp92,6 miliar, meningkat 11,17% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp83,3 miliar.

Guna mendukung tatanan kehidupan normal baru, BCA Syariah terus meningkatkan fitur-fitur e-channel untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bertransaksi bagi para nasabah.
“Di masa pandemi ini, pengguna mobile banking BCA Syariah Mobile meningkat 50%  sebanyak 48 ribu pengguna dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 32 ribu pengguna. Sementara pengguna internet banking Klik BCA Syariah meningkat 128% menjadi sebesar menjadi 10 ribu pengguna dibandingkan tahun lalu di kisaran 4 ribu pengguna.  Transaksi melalui e-channel mendominasi jumlah transaksi BCA Syariah selama tahun 2020,” tutup John Kosasih.

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Fokus Pada Sektor Produktif, 2021 BCA Syariah Targetkan Pembiayaan Tumbuh 3% – 8% – Property & Bank

Check Also

Intiland Luncurkan Program Promo Click & Stay, 18 Proyek Pilihan Ditawarkan - Property & Bank

Intiland Luncurkan Program Promo Click & Stay, 18 Proyek Pilihan Ditawarkan – Property & Bank

PROPERTI – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) meluncurkan program promo spesial terbaru bertajuk Click …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *