Saturday , 31 October 2020
Home / Opini / EKONOMI BALI NYARIS TUMBUH 8% – CRASH PROGRAM DITENGAH COVID MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI BALI.

EKONOMI BALI NYARIS TUMBUH 8% – CRASH PROGRAM DITENGAH COVID MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI BALI.

JAS MERAH DAN EKONOMI BALI  NYARIS PERNAH TUMBUH 8%.

Jas Merah slogan Bung Karno yang sangat populer dan menginspirasi yang bermakna jangan sekali kali meninggalkan  sejarah. Membawa makna yang positif dan kondusif bila dikaitkan dengan Budaya Hindu Bali (BHB) jangan pernah kita melupakan kawitan atau leluhur  yang telah mewariskan Bali Small Is Beautiful (BSB). Jadi BSB yang sudah terkenal keseantero jagad raya sebagai tujuan wisata terpavourit dunia, sudah barang tentu  bagi masyarakat Bali merupakan legacy (warisan) yang sungguh amat luar biasa, sangat bernilai tinggi. Sudah seharusnya bersyukur bisa dilahirkan di Bali sebagai Pulau Dewata dan Pulau Sorga Bali Small Is Beautiful yang harus dijaga dan diapresiasi jangan sampai luntur dan berubah menjadi Pulau Neraka. Bebrapa tahun silam dengan hingar bingar pariwisata Bali pernah  mencetak  pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV/2014 nyaris tumbuh 8% tepatnya tercapai pada tingkat pertumbuhan 7,88%. Sehingga mampu  memberikan kontribusi signikan sebagai penyumbang devisa hasil wisata terbesar mencapai raihan US$.18 miliar seperti yang dijelaskan menteri Ketua Bappenas Kabinet Indonesia Maju Suharso Monoarfa yang menyatakan bahwa dirinya bagian dari warga Bali. Berharap Bali segera bangkit dan segera pulih, masih banyak program di Bali yang perlu segera dituntaskan yang menjadi bagian tanggung jawabnya dan pemerintah pusat pasti akan memberikan perhatiannya. Dengan demikian semoga  kedepan Bali Small Is Beautiful bisa memberikan sumbangan berupa devisa hasil pariwisata yang  lebih berlipat lipat lagi.

PERLAMBATAN SISI PENAWARAN DAN PERMINTAAN.

Namun kemudian perekonomian Provinsi Bali terus mengalami perlambatan bermula  pada triwulan I/2015 menjadi tumbuh pada level 6,20% (yoy) turun dari capain 7,88% (yoy) pada triwulan IV/2014. Secara umum perlambatan bila dilihat dari sisi penawaran dipicu oleh masih lesunya permintaan pasar, belum optimalnya realisasi APBD pemerintah dan peningkatan beaya produksi. Sebagai salah satu contohnya terkait dengan terjadinya perlambatan sebagian besar katagori lapangan usaha antara lain lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan. Bila dilihat dari sisi permintaan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I/2015 disebabkan oleh perlambatan investasi  dan perlambatan kinerja ekspor luar negeri, serta peningkatan net ekspor antar daerah.  Kondisi ini dapat dipakai gambaran dan pijakan maupun acuan dengan dukungan dan action yang kreatif inovatif, berani, konstruktif, positif dan kondusif dalam upaya mempertahankan perekonomian Bali ditengan pandemic covid 19. Supaya  jangan terus semakin parah agar berangsur angsur bisa bertahan membaik terhindar dari depresi besar  dengan mengimplementasikan kebijakan strategi crash program dalam bidang insfrastruktur dengan menjaga dan mengapresiasi bidang pertanian agar terus berproduksi bisa mengurangi ketergantungan pasoka pangan dari luar.

PARIWISATA BALI LUMPUH TERDEPRESIASI HEBAT.

Mengingat industri pariwisata dunia knock down dihantam upper cut covid 19 sudah barang tentu juga industri pariwisata   Bali dengan taksunya Bali Small Is Beautiful. Sebagai tujuan wisata tervavourit dunia tidak terhindarkan dari kelumpuhan terkena depresiasi hebat jumlah hotel dengan kamarnya yang begitu banyak sangat sepi dari pengunjung cenderung tidak ada wisatawan yang datang menginap dihotel berdampak pada jumlah kamar yang demikian banyak menjadi tidak laku terjual. Membuat room occupancy  hotel terjun bebas ketitik paling rendah. Lebih besar penawaran daripada permintaan atau jumlah ketersediaan kamar demikian banyaknya (over produksi) dengan tidak adanya daya beli. Mengingat cenderung tidak ada wisatawan yang datang menginap di hotel khawatir terpapar dan terkena  imbas dari covid 19. Sepertinya sepanjang zaman pariwisata Bali digelar, baru kali ini kondisi terdepresiasi hebat terjadi. Sudah barang tentu sangat berdampak pada perekonomian Bali yang menempatkan industri pariwisata sebagai lokomotif perekonomian yang telah pernah mengantarkan Bali perekonomiannya tumbuh nyaris 8% di triwulan IV/2014 lalu.  Perlukah Bali mempertahankan industri pariwisata yang merupakan sektor tersier tetap menjadi lokomotif perekonomian Bali, tentu hal ini sudah terjawab bila tidak salah ingat dalam suatu kesempatan  Gubernur Bali DR.Ir. I Wayan Koster pernah menyatakan akan menyelaraskan keberadaan industri pariwisata Bali sebagai sektor tersier dengan sektor primer bidang pertanian dan sector sekunder industri kerajinan rakyat.

PEREKONOMIAN BALI TERPAPAR RESESI.

Dengan lumpuhnya industri pariwisata Bali tidak terhindarkan  perekonomian Bali yang menempatkan industri pariwisata sebagai lokomotif perekonomian Bali tidak terhindarkan ikut terkena imbasnya yang    lebih dulu terjun ke jurang resesi daripada Indonesia. Namun demikian  perekonomian Bali sudah lebih awal terpapar  resesi akibat terjadinya depresiasi hebat yang melanda pariwisata Bali dimana jumlah ketersediaan kamar hotel yang demikian besarnya nyaris semuanya tidak laku terjual dengan room occupancy berada dititik nadir. Cenderung hampir tidak  ada wisatawan yang datang menginap di hotel sama dengan pariwisata dunia yang juga nyaris lumpuh knocked down terkena upper cut  wabah penyakit covid 19. Berdasarkan catatan BPS Bali, tingkat pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata pada Januari – Juni kontraksi sedalam 6,13% jika dibandingkan semester I – 2019. Penyebab penurunan ini karena pada triwulan II – 2020 atau periode April – Juni 2020, turun hingga 10,98% jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Sumber dari catatan Bisnis pertumbuhan negative triwulanan dua kali berturut turut ini pertama kali dialami Bali sepanjang sejarah. Penurunan tajam ini disebabkan karena pandemic covid 19 yang menghantam telak dengan upper cut membuat pariwisata knock out nyaris lumpuh total demikian juga yang terdampak pada pariwisata Bali yang membuat perekonomian Bali terjerembab kejurang resesi tidak terhindarkan.

KEBIJAKAN CRASH PROGRAM OPTIMIS EKONOMI BALI BERTAHAN DAN BANGKIT.

Siapapun yang menjadi Gubernur Bali saat pandemic ini berlangsung dirasa akan sangat sulit  menghindar dari serangan wabah penyakit covid. Menjadikan industri pariwisata Bali terdepresiasi hebat sehingga  resesi ekonomi  menghujam Bali. Mangingat Bali sebagai tempat bersemayamnya para dewa  sehingga oleh orang asing disebut sebagai pulau dewata. Dengan demikian masyarakat Bali yakin dan percaya mendapat penjagaan dan perlindungan dari Dewata Nawa Sangha dan Asta Dalaning Taksu.   Berdasarkan pengalaman sejarah secara niskala maka Dewa Indra yang mampu membinasakan Mayadenawa raja Bali yang sakti mandra guna bisa berubah wujud namun sangat kejam lalim adhigung dan adhigang yang membuat masyarakat ketakutan tertindas mirip seperti covid 19 ini. Akan turun lagi Dewa Indra secara niskala  ke Pulau Dewata untuk mensomyokan covid 19 agar kembali ke alamnya supaya tidak kembali lagi tidak mengganggu apalagi menyakiti. Belajar dari sejarah kelam yang pernah menimpa Bali semuanya itu dari musibah membawa berkah. Para leluhur kita sudah sangat berpengalaman menghadapi musibah wabah penyakit (grubug dan gering agung) dengan melakukan pendekatan secara sekala niskala yang menurun kegenerasinnya dengan pengobatan tradisional kala itu tidak sedikit yang terselamatkan.  Diikuti  dengan  berlalunya grubug dan gering agung dimaksud seperti wabah kusta, cacar, tbc, muntahber dan lain sebagainya.  Namun demikian secara sekala dan niskala  marilah kita semua, bersatulah umat sedharma krama Hindu Bali dan masyarakat Bali pada umumnya janganlah pesimis, kuatkan iman dan takwa jangan menyerah dan pasrah. Berlakulah optimis dan   berbuatlah dengan memberikan dukungan langkah dan kebijakan Gubernur Bali Dr.Ir. I Wayan Koster agar covid 19 dapat diatasi dengan baik dan perekonomian Bali bisa bangkit kembali.

KEBIJAKAN CRASH PROGRAMME, BERSATU DAN BERSAMA MENGUBAH MUSIBAH MENJADI BERKAH.

Dalam situasi yang tidak biasa (extra ordinary) harus ditindak lanjuti dengan kebijakan yang tidak biasa berupa Crash Programme ini yang merupakan program kilat untuk mempertahankan dan menyelamat kan perekonomian Bali yang industri pariwisatanya sedang terpuruk hebat. Disamping itu untuk mencegah masalah social dan kriminalitas akibat pengangguran dampak dari covid 19. Agar supaya ekonomi tetap bergerak dan tetap bisa tumbuh mencegah terjadi ekonomi yang stagnan dengan perioritas utama tetap terjaganya kesehatan masyarakat Bali. Dengan demikian  diharapkan Gubernur Bali Dr. Ir I Wayan Koster dan Wakil Gubernur DR. Cok Ace hendaknya disaat pandemic ini mampu merealisasikan percepatan proyek proyek penataan  seperti kawasan  Kuta, Ubud, Bedugul, Kintamani dan lain sebagainya yang dalam keadaan normal sulit ditata karena krodit. Pembangunan infrastruktur jalan atau monorel Ngurah Rai – Sanur – Ubud dan Ngurai Rai – Canggu dan Kapal – Mengwi – Tabanan serta jalan tol Denpasar Gilimanuk. Penuntasan short cut Denpasar – Badung – Singaraja. Perbaikan dan penataan pelabuhan laut agar berstandar internasional untuk melancarkan ekspor, pembangunan gedung kebudayaan di Klungkung bahkan pembangunan bandara di Singaraja bila dipandang baik dan bermamfaat positif dan kondusif segera direalisasikan  dan lain-lainnya. Tentunya juga masih perlu dilaksanakan pembangunan waduk waduk untuk pertanian menjadi lebih produktif sekaligus mengapresiasi dan merevitaslisasi subak dengan pola manajemen supply chain (MSC). Diharapkan mulai dilakukan penghijauan menghutankan kembali hutan dan lain sebagainya sejalan dengan visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali. Dengan memberdayakan peran agen agen pembangunan seperti LPD, BUMDES, BUMD maupun BPD Bali  dengan menempatkan SDM secara the right man on the right place dan the man behind the gun dengan bersatu padu seluruh pimpinan daerah dalam mengatasi covid 19 dan membangun agar tetap terjaga dan terapresiasinya Bali Small Is Beautiful. Merupakan pulau  yang kecil ini dengan luas separuh dari provinsi Jawa Timur dipimpin oleh 10 putra putri terbaik Bali (8 Bupati, 1 Wali Kota dan 1 Gubernur) bila bersatu padu dikoordinir Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster diyakini badai segera berlalu dan kejayaan Bali Dwipa akan bangkit. Dengan demikian berharap musibah berupa wabah covid 19 akan berubah menjadi berkah dengan menoleh pada pengalaman akhir tahun 2014 pernah meraih pertumbuhan ekonomi nyaris 8% maka dengan fundamental legalitas pembangunan yang telah dipersiapkan  oleh Gubernur Bali Bp. Dr. Ir. I Wayan Koster dan bersatu padunya dengan komitmen yang tinggi dengan tekad yang sama para pemimpin Bali yang merupakan putra putri terbaik merupakan hasil pilihan rakyat Bali dengan kebersamaan visi  Nangun Sad Kerthi Loka Bali diyakini akan mampu mewujudkan Bali Era Baru perekonomian bisa tumbuh kisaran 8% kedepan dengan semakin sejahtera dan bahagianya bisa berdaulat masyarakat Bali disegala bidang kehidupan  sekaligus mampu mengangkat derajat kehidupan wong cilik kaum marhaen sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Denpasar, 20 September 2020.

Ida Bagus Kade Perdana

Ketua BANI Bali Nusra

Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Fiskal dan Moneter

Mantan Direktur Utama Bank Sinar Jreeng … Mantaaap (Sekarang Bank Mandiri Taspen).

Check Also

Ada Peluang di Tengah Pandemi

Ada Peluang di Tengah Pandemi

Bagian I – Mencari Potensi Bisnis Yang Bisa Dikerjakan Jakarta – Bisa jadi judul tulisan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *