Saturday , 19 September 2020
Home / Keuangan & Perbankan / Diikuti 1.000 Peserta, Zoom Course REI-BTN Tumbuhkan Optimisme Pengembang – Property & Bank

Diikuti 1.000 Peserta, Zoom Course REI-BTN Tumbuhkan Optimisme Pengembang – Property & Bank

PROPERTI –  Wajah sumringah dan penuh rasa optimisme tampak di setiap peserta yang usai mengikuti Zoom Course dengan tema Menjadi Developer yang Tangguh, kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank BTN bersama DPP REI dan resmi ditutup hari ini Kamis (10/9). Pelatihan secara online selama hampir dua bulan ini, digelar dengan rangkaian tiga seri pelatihan.
“Kegiatan Zoom Course ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang masih baru menjalankan bisnis properti. Materi yang diberikan sangat detail dan semoga ke depan kami bisa bertatap muka langsung dengan pemberi materi, agar dapat lebih banyak belajar lagi mengenai industri properti,” ujar Mariana, peserta Zoom Course dari Nusa Tenggara Barat.

Senada dengan yang disampaikan Cliff dari Nusa Tenggara Timur dan Novalia dari Papua Barat. “Dalam dua tahun terakhir, kami sudah putus asa dengan kondisi properti. Namun setelah mengikuti zoom course ini, kami menjadi lebih optimis. Apalagi materinya sangat mengena dengan kondisi di lapangan. Kegiatan ini bisa membahas seluruh isu yang sedang berkembang,” ujar Cliff.
“Tema yang disampaikan sangat cocok dengan kondisi saat ini dimana pandemi sedang terjadi. Kami mendapat ilmu dan pengetahuan serta wawasan yang banyak dari zoom course ini. Semua materi memenuhi kebutuhan pengembang saat ini. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan agar pengetahuan sebagai pengembang bisa terus diasah,” kata Novalia.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok Lusida menegaskan, Zoom Course ini diharapkan dapat membangkitkan kembali industri properti di tengah situasi serba sulit pada masa pandemi Covid-19, selain dapat menggairahkan kembali industri properti sebagai garda terdepan penggerak ekonomi nasional.
“Pelatihan virtual ini bertujuan mencetak anggota REI menjadi pelaku usaha pembangunan perumahan yang tangguh dan berkualitas. Program ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab organisasi REI untuk mencetak pengembang yang mumpuni dalam menghasilkan rumah yang berkualitas sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pemerintah,” ujar Totok Lusida melalui telekonferens.

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury menjelaskan, Bank BTN sangat fokus kepada pembiayaan perumahan dengan pangsa pasar mencapai 39%. Bank BTN, kata Pahala, sangat paham dengan masih tingginya kebutuhan perumahan di Indonesia. Oleh karena itu, sudah pasti akan terus dibutuhkan bank yang fokus ke pembiayaan perumahan.
“Lahirnya pengembang baru yang memiliki kemampuan merupakan kunci utama untuk memenuhi kebutuhan perumahan di masa datang. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan Zoom Course yang bekerjasama dengan REI ini, maka akan lahir pengembang-pengembang yang tangguh. Kami sampaikan terima kasih kepada para senior dan praktisi yang mau berbagi ilmu dengan pengembang lainnya,” ujar Pahala.

Kolaborasi dengan REI selaku mitra kerja utama, sambung Pahala, merupakan bentuk tanggung jawab sosial bank pelat merah. Menurut dia, upaya peningkatan kapasitas (capacity building) sumber daya manusia pelaku usaha pembangunan perumahan sebagai mitra kerja utama Bank BTN adalah hal yang mutlak diperlukan.
“REI memberikan makna sangat besar karena sebagai pemangku kepentingan dengan jumlah anggota terbesar yang mampu menggerakkan roda bisnis utamanya dalam hal bisnis pembiayaan perumahan. Untuk mengatasi kendala defisit penyediaan perumahan, maka kolaborasi yang produktif antara perbankan bersama REI diyakini dapat membantu program pemerintah dalam penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat,” ungkap Pahala yang sekaligus menutup zoom course tersebut.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 1.000 developer dari seluruh Indonesia ini digagas oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) DPP REI. Dilakukan dalam tiga seri pelatihan, yakni pelatihan di Regional 1 pada 25-27 Agustus 2020, meliputi anggota REI se-Sumatera. Selanjutnya, pelatihan di Regional 2 mencakup anggota REI di Pulau Jawa dan Kalimantan yang diadakan pada 1-3 September. Serta yang terakhir, di Regional 3 mencakup anggota REI di Pulau Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat pada 8-10 September 2020.
“Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode berbagi pengalaman dari para narasumber yang merupakan pelaku bisnis. Para narasumber ini sudah menghadapi beragam situasi bisnis. Bahkan, bisa dibilang mereka sudah mengalami jatuh bangun dalam menjalankan bisnis properti,” jelas Ketua Badan Diklat DPP REI, MR Priyanto.

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini mencakup seluruh aspek yang harus dimiliki oleh developer. Mulai dari pemilihan lokasi, perizinan, perpajakan, pembiayaan, pelaksanaan proyek, manajemen risiko, marketing, hingga simulasi program perhitungan bisnis bagi pengembang yang aplikatif.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Kemitraan Pengembangan Nasional dan Daerah, Hervian Tahier mengatakan, di tengah penurunan kondisi bisnis properti ternyata tidak membuat semangat pengembang muda menjadi surut. Hanya dengan meningkatkan kapasitas maka bisnis ini bisa diselamatkan. Bahkan kembali menjadi lokomotif perekonomian Indonesia.

Hervian berharap Bank BTN senantiasa bergandengan tangan dengan REI dalam menjalankan tanggung jawab sosial untuk memberikan pelatihan bagi anggota REI. “Bagi peserta yang telah menuntaskan pelatihan ini juga diharapkan didukung permodalannya oleh Bank BTN,” kata Hervian.

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Diikuti 1.000 Peserta, Zoom Course REI-BTN Tumbuhkan Optimisme Pengembang – Property & Bank

Check Also

Peran Kontraktor Swasta Nasional Menengah dan Kecil Ditingkatkan - Property & Bank

Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, Sektor Properti Butuh Perhatian Khusus – Property & Bank

PROPERTI – Pandemi COVID-19 yang melanda hampir seluruh negara, termasuk di Indonesia telah membuat sektor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *