Tuesday , 19 January 2021
Home / BUMN / Dapat tambahan likuiditas, Bank Mandiri makin leluasa salurkan kredit

Dapat tambahan likuiditas, Bank Mandiri makin leluasa salurkan kredit

Termasuk dalam masa pandemi COVID-19 sebelum adanya penempatan dana pemerintah tersebut, semua kebutuhan likuiditas masih dapat terpenuhi. Dengan adanya penempatan dana pemerintah ini, menambah keleluasaan Bank MandiriJakarta (ANTARA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk makin leluasa menyalurkan kredit untuk mendorong bergeraknya kembali roda perekonomian domestik usai mendapat tambahan likuiditas Rp10 triliun dari pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan di Jakarta, Selasa, selama ini Bank Mandiri selalu menjaga tingkat likuiditas dalam level yang aman guna memenuhi kewajiban jatuh tempo dan kebutuhan operasional bank, baik untuk penarikan tunai maupun pencairan kredit, termasuk ketika masa pandemi.

“Termasuk dalam masa pandemi COVID-19 sebelum adanya penempatan dana pemerintah tersebut, semua kebutuhan likuiditas masih dapat terpenuhi. Dengan adanya penempatan dana pemerintah ini, menambah keleluasaan Bank Mandiri,” ujar Rully saat dihubungi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI Senin (29/6) menyebutkan, Bank Mandiri akan memberikan kredit untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif atau sektor riil, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional dengan total penyaluran Rp21 triliun selama tiga bulan.

Rinciannya yaitu untuk segmen mikro, Kredit Usaha Mikro (KUM), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp6 triliun dengan target sekitar 72 ribu debitur akan fokus di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, jasa produksi, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata dan sektor lain yang mendukung ketahanan pangan.

Sedangkan untuk segmen mikro dan Kredit Serbaguna Mikro (KSM) dengan target 15 ribu debitur senilai Rp1 triliun akan fokus di sektor pertanian, peternakan, pengolahan, jasa, dan perdagangan. Untuk segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) senilai Rp6 triliun dengan target seribu debitur akan fokus di sektor konstruksi, kesehatan, perkebunan, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan koperasi.

Sementara itu, untuk segmen komersial senilai Rp4 triliun dengan target 90 debitur akan fokus di sektor pertambangan, energi, FMCG, pariwisata, kontraktor, pertanian, dan perkebunan. Untuk segmen korporasi senilai Rp4 triliun dengan target 10 debitur akan fokus di sektor BUMN pupuk, transportasi, dan logistik.

 

BUMN Untuk Negeri | Sumber : Dapat tambahan likuiditas, Bank Mandiri makin leluasa salurkan kredit

Check Also

Pelindo 1 optimistis mampu catat kinerja positif 2020

Pelindo 1 optimistis mampu catat kinerja positif 2020

Kapal terakhir ini menandai kepercayaan dan kerja sama yang terus meningkat antara Pelindo 1 dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *