Monday , 18 January 2021
Home / Keuangan & Perbankan / CubeOne Solusi Enkripsi Hindari Dari Pencurian Data – Property & Bank

CubeOne Solusi Enkripsi Hindari Dari Pencurian Data – Property & Bank

Teknologi:   Di era sekarang ini, hampir semua kegiatan dilakukan secara digital. Mulai dari hingga bertransaksi. Tidak heran, dengan semakin banyaknya lalu lintas kegiatan maya ini, semakin besar pula kemungkinan perbuatan kejahatan secara online. Salah satu modus kejahatan digital yang biasa dilakukan adalah perampokan data pribadi.
bahkan di tahun 2020 ini, kasus kebocoran data, baik yang melemahkan pemerintah maupun yang baik oleh perusahaan swasta, terjadi silih berganti.

Meski konsumen punya berbagai opsi keamanan ketika akan mengakses akun, tetap saja berbagai kasus yang terjadi belakangan ini membuat was-was. Kejadian demi kejadian itu mengungkapkan data pribadi yang tersimpan di platform digital memang sangat rentan.
Menyikapi hal itu, CEO PT Equnix Business Solutions Julyanto Sutandang disarankan data pengguna adalah kebutuhan yang mutlak. Perusahaan atau lembaga yang berkutat dengan data masyarakat, wajib menerapkan enkripsi agar bisa melindungi data nasabah dan penggunanya secara optimal.
“Enkripsi data pada database server, sangat penting diterapkan karena itu adalah pertahanan terakhir. Jika data telah dicuri, pelaku kejahatan bisa banyak melakukan hal-hal yang merugikan nasabah. Data tidak bisa dicuri bila telah dienkripsi. Enkripsi database adalah cara pamungkas untuk melindungi informasi personal yang sensitif,”ujar Julyanto.

“Terlebih, potensi internal fraud cukup besar. Data yang sedang dimanipulasi oleh komputer, seperti data yang ada di memori, di cache, di queue, di heap maupun di stack. Data ini cenderung berupa plaintext tidak mudah diambil atau diintip, tetapi dengan teknik tertentu data tersebut dapat bocor, “lanjut Julyanto.
“Menerapkan enkripsi data dengan autentikasi yang canggih adalah hal yang tepat agar data yang sedang berada dalam storage (Data-At-Rest) tidak dapat disadap atau diambil (bocor) oleh yang tidak berwenang, “pungkas Julyanto.
Di samping itu, berdasarkan peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik pada tanggal 1 Desember 2016 terkait Penyimpanan Data Pribadi Pasal 15, salah satu poinnya menyebutkan bahwa data pribadi yang disimpan dalam sistem elektronik harus dalam bentuk data terenkripsi.

“Ada payung hukum atas segala aktivitas pengguna internet untuk menjamin keamanan data dari berbagai ancaman yang terjadi di berbagai platform. Perusahaan yang mengumpulkan dan memproses data bertanggung jawab atas data pribadi yang diberikan oleh pemilik data pribadi,” kata Julyanto.
Reputasi perusahaan atau sebuah lembaga dipertaruhkan dalam hal ini, karena bila data dicuri, perusahaan bisa kehilangan kepercayaan dari para pengguna dan konsumen. Dan itu bisa terjadi bila perusahaan lalai melindungi data pribadi nasabah.
“Pembobolan sistem yang berakibat kebocoran data akan membahayakan bisnis perusahaan atau operasional sebuah lembaga. Hal ini berdampak negatif mulai dari hilangnya kepercayaan konsumen hingga rusaknya reputasi perusahaan atau lembaga tersebut,” Julyanto lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Julyanto menjelaskan bagaimana cara memproteksi data, pertama berdasarkan statusnya. Data ini dikategorikan menjadi tiga jenis yakni, pertama, data transit (bergerak). Kedua, data in use  atau bisa dikatakan sebagai data yang sedang dimanipulasi oleh komputer dan Ketiga, Data at Rest (diam) Data yang disimpan pada storage seperti: filesystem, media usb, dan Database Server.
Untuk menghindari pembobolan sistem yang berakibat kebocoran data, sebuah  perusahaan atau lembaga harus menerapkan dua lapis keamanan, yakni dengan memperkuat autentikasi dengan Single Sign On dan HSM/Smartcard.

Dengan proteksi ini, tidak ada password akses yang dapat dipergunakan oleh siapapun kecuali sistem.  Langkah selanjutnya dengan menerapkan enkripsi data dengan autentikasi yang canggih agar data yang sedang berada dalam storage (Data-At-Rest) tidak dapat disadap/diambil (bocor) oleh yang tidak berwenang.

Dalam konteks keamanan, idealnya data wajib memenuhi tiga syarat yakni: Confidentiality, Integrity, dan Availability (CIA). Data akan menjadi rentan bocor jika tidak memenuhi salah satu saja dari tiga syarat keamanan tersebut.
Dengan enkripsi, setidaknya sebuah perusahaan atau lembaga sudah memenuhi dua syarat dan kendali akses dengan Access Control List (ACL), dan Manajemen Key menyempurnakannya.
Solusi Enkripsi Data 
Saat ini beberapa produk yang dapat memberikan solusi enkripsi data, salah satu yang paling mumpuni saat ini adalah CubeOne dari eGlobal Systems, perusahaan solusi enkripsi asal Korea Selatan yang bermitra di Indonesia dengan PT Equnix Business Solutions.
Dalam webinar tentang Data in use Encryption on Oracle and PostgreSQL di Jakarta beberapa waktu lalu, eGlobal Systems membeberkan bahwa penerapan keamanan yang ketat bisa memunculkan ketidaknyamanan bagi pengguna dan berdampak negatif pada kinerja yang rendah. Karenanya, sistem CubeOne milik mereka berupaya meminimalkan pengaruh negatif dari penerapan tindakan ini sekaligus menjamin keamanan.

“eGlobal Systems adalah satu-satunya perusahaan di dunia yang memiliki penyortiran data canggih atau fitur pengindeksan data, di atas enkripsi data, sebuah solusi tak tertandingi yang mendukung pemindaian rentang indeks dengan indeks terenkripsi. CubeOne juga merupakan alternatif yang unggul untuk solusi Enkripsi TDE, untuk melindungi data tidak hanya Data-at-rest, tetapi juga Data-in-use dari data memori,” ujar Senior Vice President, Global Business eGlobal Systems, Kangsuk Chai.
Kangsuk Chai menjelaskan ada beberapa keunggulan CubeOne untuk pengamanan data secara maksimal, diantaranya Column-level Encyrption, Index Search with Ciphertext, High Performance, Safe Key Management, Authority Separation and Access Control.

“Reputasi masalah bahwa produk kami dibangun dari rasa tanggung jawab. Perusahaan besar di Korea Selatan dan berbagai proyek pengembangan sistem berskala besar bersedia dan menggunakan CubeOne sebagai solusi enkripsi mereka, seperti Hyundai Motor Group, Samsung, Kementerian Pertahanan Nasional Republik Korea, Kementerian Kehakiman Republik Korea, Shinhan Bank Indonesia, dan masih banyak lagi. Kemampuan dan keunggulan CubeOne juga telah membuktikan dan dibuktikan dengan sejumlah hak paten di dalam dan luar negeri, ”tutup Kangsuk Chai.

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : CubeOne Solusi Enkripsi Hindari Dari Pencurian Data – Property & Bank

Check Also

Selama Pandemi Covid-19 Industri Keuangan Cenderung Fokus Pada Health and Wellness - Property & Bank

Selama Pandemi Covid-19 Industri Keuangan Cenderung Fokus Pada Health and Wellness – Property & Bank

Keuangan : Sejak awal tahun 2020, pandemi global Covid-19 ikut menyerang tanah air. Hampir seluruh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *