Monday , 21 September 2020
Home / Finansial / Cerdaslah kelola keuangan bisnis agar kemerdekaan finansial tercapai

Cerdaslah kelola keuangan bisnis agar kemerdekaan finansial tercapai

…masih banyak orang yang belum memahami bahwa kekayaan itu harus dibangun melalui proses, cara yang benar, dan tak dapat instan…Jakarta (ANTARA) – Saat memasak, penggunaan api menjadi hal yang penting. Kebanyakan orang akan menganggap penggunaan api besar diperlukan agar masakannya cepat matang. Sebaliknya, api kecil digunakan agar masakan bisa matang dan merata. Padahal metode ini tidak selalu dapat berlaku. Beda masakan, tentu beda pula cara penggunaan apinya.

Masakan yang membutuhkan krispi di luar dan lembut di dalam atau makanan-makanan yang mengembang sebaiknya menggunakan api yang besar. Namun saat menggunakan api besar, harus diperhatikan karena minyak lebih cepat panas dan membuat proses memasak jadi lebih cepat, sehingga harus pas pemilihan durasinya agar tidak terjadi gosong.

Sebaliknya pastikan untuk tidak menggunakan api kecil saat menggoreng gorengan, sebab api yang kecil justru akan lebih banyak menyebabkan gorengan menyerap minyak, alih-alih renyah malah jadi lembek.

Cara memasak dengan api kecil akan mendapatkan hasil yang maksimal seperti bumbunya terserap dengan benar dan tidak gosong. Namun jika menggunakan api besar, maka hal ini justru akan menyebabkan daging hancur sebelum matang.

Begitu pula dalam berbisnis. Uang besar tak serta merta menjamin bahwa bisnis akan berhasil sesuai dengan harapan. Ketika penggunaan uang tak sesuai pada tempatnya, maka bisnis justru berpotensi menjadi bermasalah dan akan semakin runyam ketika tak segera dibenahi.

Ilustrasi: Pencatatan dan Pengaturan Keuangan Bisnis

Namun karena masih banyak orang yang belum memahami bahwa kekayaan itu harus dibangun melalui proses, cara yang benar, dan tak dapat instan, sehingga ketika ada godaan suatu bisnis yang sifatnya musiman kemudian booming dan menjanjikan keuntungan yang berlipat-lipat pada waktu yang singkat, maka tanpa berpikir panjang banyak orang serta merta menanamkan uangnya hanya karena memiliki keyakinan yang serampangan untuk ingin berhasil dan kaya dalam sekejap.

Tak jarang demi kekayaan instan yang semu itu, banyak orang kemudian merelakan uang apapun, termasuk dengan mengambil modal dari jalan utang.

Anda tentu tak ingin mengalami hal yang sama bukan? Karena itu, perlakukan uang Anda dengan baik. Pilihlah investasi di bisnis yang benar-benar Anda kuasai. Jika Anda memutuskan untuk merambah bidang lain, maka investasikan dulu waktu Anda untuk mempelajarinya dengan seksama. Masih ingat dengan Sandi Octa, petani milenial dengan penghasilan rata-rata Rp 500.000.000 per bulan dari Cianjur?

Mungkin seandainya tanpa tahu istilah investasi sekalipun, ia pasti akan memilih menanamkan uangnya untuk membeli kebun. Petani milenial ini bermental kaya, sebab melakukan investasi dengan pengetahuan dan naluri orang kaya, yaitu orang yang menghargai uangnya melalui investasi di bidang yang dikuasainya serta pandai mengatur kemana seharusnya uang besar digunakan atau kapan waktu yang tepat untuk lebih memilih uang kecil dipakai dalam bisnisnya.

Bagaimana dengan Anda?

*) Baratadewa Sakti P adalah Praktisi Keuangan Keluarga & Pendamping Bisnis UMKM

Berita Finansial | Sumber : Cerdaslah kelola keuangan bisnis agar kemerdekaan finansial tercapai

Check Also

Bank DKI raih tiga penghargaan BUMD Marketeers Awards 2020

Bank DKI raih tiga penghargaan BUMD Marketeers Awards 2020

perwujudan dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya sebagai pemegang saham Bank DKIJakarta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *