Friday , 27 November 2020
Home / Bisnis / Berharap tuah Perpres 80/2019 dongkrak ekonomi wisata Jatim

Berharap tuah Perpres 80/2019 dongkrak ekonomi wisata Jatim

untuk mencapai lokasi masih dibutuhkan upaya ekstra karena masih terkendala infrastruktur dan jarak yang jauhSurabaya (ANTARA) – Hamparan laut di kawasan Malang Selatan menjadi salah satu kawasan wisata yang dilewati Jalur Lintas Selatan (JLS).

Jalannya yang lebar dua arah, aspalnya yang mulus, anginnya yang kencang berhembus ditambah pemandangan perbukitan membuat siapapun yang melintas tak ingin mempercepat laju kendaraannya.

Salah seorang di antaranya adalah Ziana, warga Setro Surabaya yang berkunjung ke pantai di Malang Selatan beberapa waktu lalu.

Diakuinya pantai-pantai di sana sangat indah, tidak kalah eksotis dibanding pantai di destinasi wisata lainnya di Indonesia.

“Tapi, saat ini sektor ekonominya belum seberapa bergairah. Selain pengunjung yang terbilang sepi, juga jarak tempuhnya yang jauh membuat orang berpikir dua kali ke sini,” ucapnya.

Sepinya pengunjung jelas berdampak pada pengelolaan tempat wisata hingga pemberdayaan UMKM yang kurang maksimal.

Di sana, terdapat beberapa pantai yang sangat terkenal, seperti Pantai Gatra, Pantai Teluk Asmara, Pantai Goa Cina, Pantai 3 Warna, hingga Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu.

“Jangan tanya lagi pantainya seperti apa, sebab di media sosial sudah sangat banyak dan yang pasti indah. Tapi, untuk mencapai lokasi masih dibutuhkan upaya ekstra karena masih terkendala infrastruktur dan jarak yang jauh,” katanya.

Ia berharap adanya JLS akan mempermudah akses menuju ke pantai-pantai di Malang Selatan sehingga berdampak positif bagi perekonomian, khususnya masyarakat setempat.

​​​
Perpres 80/2019
Presiden RI Joko Widodo tahun 2019 telah menandatangani peraturan presiden sebagai wujud prioritas pembangunan di wilayah Jatim, yakni Perpres 80/2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gerbangkertasusila, Bromo Tengger Semeru (BTS), kawasan selingkar Wilis dan lintas selatan.

Menindaklanjutinya, Pemprov Jatim membentuk “Provincial Project Management Office” (PPMO) untuk mengatur jalannya pengerjaan proyek sekaligus menyinkronkan seluruh kegiatan fisik maupun non fisik dengan RPJMD dan RPJMN, termasuk dengan APBD tahun berjalan.

“Selain manajemen, desain dan tahapan program pembangunan dari 218 proyek dalam Perpres itu juga akan ditangani oleh PPMO,” tukas Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

Pada Perpres tersebut, tertuang kawasan prioritas dan kawasan pendukung di Jatim yang perlu menjadi fokus dalam konteks pemerataan pembangunan provinsi setempat.

Pertama adalah Kawasan Prioritas Gerbangkertosusila yang meliputi 10 daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Tuban.

Kawasan prioritas tersebut didorong dengan pengembangan kawasan pendukung yaitu Madura dan Kepulauan, yang terdiri dari Kabupaten Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Kawasan Prioritas Gerbangkertosusila merupakan pusat pertumbuhan ekonomi yang berbasis Industri Manufaktur, Perdagangan dan Jasa.

Luasnya wilahnya sekitar 10.841,99 kilometer persegi, dan jumlah penduduk pada tahun 2018 adalah sekitar 13.481.000 jiwa.

 

Berita Bisnis | Sumber : Berharap tuah Perpres 80/2019 dongkrak ekonomi wisata Jatim

Check Also

Indonesia Ecofest 2020 gairahkan ekowisata pascapandemi

Indonesia Ecofest 2020 gairahkan ekowisata pascapandemi

Indonesia memiliki berjuta potensi ekowisata yang patut diketahui masyarakat. Melalui Indonesia Ecofest 2020, kami berharap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *