Sunday , 20 June 2021
Home / Keuangan & Perbankan / Belajar Dari Psikolog Tuli Pertama di Indonesia, Tekad dan Pantang Mengeluh – Property & Bank

Belajar Dari Psikolog Tuli Pertama di Indonesia, Tekad dan Pantang Mengeluh – Property & Bank

INSPIRASI – Grace Kurniadi menjadi Psikolog tuli pertama yang ada di Indonesia saat ini, setelah dirinya dinyatakan lulus dan menamatkan studinya di Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara.
Meskipun mengaku, awal mula dipilihnya pendidikan psikolog atas usulan orang tua dan masukan dari teman-temannya, namun Grace tetap merasa bangga dengan menyandang gelar sebagai psikolog. Terlebih lagi, Grace memang dari kecil senang mengamati hubungan antarmanusia, yang menjadi dorongan akhirnya memutuskan memilih profesi psikolog. “Semasa sekolah dulu, saya memang kerap menjadi tempat untuk bercerita bagi teman-teman,” kata Grace.

Grace memilih Pendidikan Profesi Psikolog, Universitas Tarumanagara sebagai tempat dirinya menuntut ilmu psikolog. Alasan Grace menjatuhkan pilihan ke Universitas Tarumanagara, karena merupakan salah satu jurusan unggulan di kampus yang berada di kawasan Jakarta Barat itu. Apalagi, jurusan itu memang hanya ada di Universitas Tarumanagara.
“Lokasi kampusnya di area yang paling dekat dengan Jakarta. Selain itu, karena akses transportasi lebih mudah, dan juga ada satu mata kuliah yang jarang ada di kampus lain seperti art therapy, yang menurut saya menjadi nilai tambah dari Pendidikan Profesi Psikolog di Universitas Tarumanagara,” jelas Grace.

Menjalankan kegiatan perkuliahan dengan kekurang fisik, tentu bukan perkara mudah dijalankan oleh Grace. Dengan penuh perjuangan yang tidak mudah, berbagai kendala yang ada dapat dilewatinya tanpa mengeluh. Grace mengaku sering terkendala saat proses belajar, yaitu sulitnya menangkap gerakan bibir terutama jika orang yang berbicara membelakangi dirinya.
“Kadang-kadang juga yang memberikan kuliah, sambil berjalan-jalan, berbicara terlalu cepat atau berkumur-kumur gerakan bibirnya, ataupun artikulasinya tidak jelas. Hal lainnya, saya kurang bisa menanggapi dengan cepat jika masuk ke dalam kelompok lebih dari empat orang. Namun saya selalu berusaha mengatasinya dengan berkomunikasi yang baik,” tutur Grace.

Menurutnya, dalam menghadapi tantangan yang ada selama berkuliah, perlu adanya perubahan cara berpikir, memiliki sikap terbuka dan memiliki kemauan untuk menerima keadaan. Selain itu, peran dan dukungan keluarga serta teman-teman sangat membantunya selama ini. Profesionalitas dosen pun turut mendukung dalam penyelesaian studinya.
“Untuk bisa melewati kesulitan-kesulitan tersebut, saya perlu mengubah pola pikir di dalam diri menjadi lebih positif, keterbukaan diri untuk meminta bantuan dan kemauan untuk menerima apapun keadaan diri sendiri. Berkat bantuan teman-teman selama proses perkuliahan tersebut yang mendukung dan mau membantu saya juga menjadi penyemangat untuk terus berjalan menyelesaikan yang sudah dimulai,” jelas Grace.

Para dosen pun, kata dia, tidak keberatan untuk menjelaskan kembali di luar jam kelas. Begitu juga orang tua yang juga terus mendorong untuk tetap maju, meski jika dirinya perlu mengulangi lagi. Tidak dari orang tua saja, Grace juga mendapatkan dorongan dari hal yang ia amati pada lingkungan teman, dosen, dan juga buku yang dibaca.
Grace berharap adanya kesempatan pendidikan inklusif di perguruan tinggi seperti Untar yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun, khususnya bagi orang dengan kebutuhan khusus. “Harapanku terhadap Universitas Tarumanagara sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah terus memberikan kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswinya untuk meneruskan pendidikannya di Universitas Tarumanagara, tanpa mendiskriminasikan mahasiswa tersebut,” ungkapnya.

Tak lupa, Grace juga mengapresiasi Universitas Tarumanagara yang memiliki desain yang cukup ramah untuk pengguna kursi roda. Dia juga berharap di saat pandemi usai, Universitas Tarumanagara dapat mengembangkan desain gedung yang ramah bagi keterbatasan fisik dalam penglihatan.

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Belajar Dari Psikolog Tuli Pertama di Indonesia, Tekad dan Pantang Mengeluh – Property & Bank

Check Also

Intiland Luncurkan Program Promo Click & Stay, 18 Proyek Pilihan Ditawarkan - Property & Bank

Intiland Luncurkan Program Promo Click & Stay, 18 Proyek Pilihan Ditawarkan – Property & Bank

PROPERTI – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) meluncurkan program promo spesial terbaru bertajuk Click …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *